Terkait Adelin Lis, Ini Pendapat Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia

Terkait Adelin Lis, Ini Pendapat Guru Besar Hukum Internasional  Universitas Indonesia
Hikmahanto Juwana

JAKARTA - Khabar Adelin Lis akan dikembalikan ke Indonesia merupakan proses deportasi, bukan ekstradisi. 

"Deportasi dilakukan karena Adelin Lis oleh otoritas Singapura dianggap melanggar hukum keimigrasian setempat, " tegas Hikmahanto Juwana, Kamis (17/06/2021)

Pada 9 Juni Pengadilan Singapura telah memutus Adelin Lis bersalah dengan menjatuhkan denda  dan mendeportasi kembali ke Indonesia. 

Dalam konteks ini dikembalikannya Adelin Lis bukan karena kejahatan yang dilakukan di Indonesia dimana pemerintah Indonesia meminta ke Singapura untuk memulangkan Adelin Lis. 

Bila ada permintaan dari keluarga Adelin Lis agar ia dipulangkan oleh keluarga maka ini harus ditolak. 

Benar yang disampaikan oleh Jaksa Agung agar Adelin Lis dipulangkan oleh Kejaksaan Agung. Hal ini untuk mencegah Adelin Lis dengan pesawat yang mungkin disewa oleh keluarga tidak menuju Indonesia malah ke negara lain. 

Memang Kejagung mungkin harus menyewa pesawat komersial namun ini penting dilakukan untuk memastikan kepulangan Adelin Lis ke Indonesia. 

Pada saatnya nanti berbeda dengan proses eksttadisi dimana buron dalam keadaan diborgol dalam proses handing over (penyerahan), dalam proses deportasi pada waktu dijemput oleh aparat Kejagung maka Adelin Lis tidak dalam keadaan diborgol. Adelin Lis akan diborgol saat pesawat memasuki wilayah udara Indonesia. 

Hal ini karena di Indonesia dan berdasar hukum Indonesia Adelin Lis melakukan kejahatan dan karenanya otoritas Indonesia berhak melakukan penangkapan dan pemborgolan.

Kalaulah otoritas Singapura tidak mengizinkan pesawat sewaan dari Kejaksaan maka bisa tetap dipulangkan dengan peswat komersial dengan tujuan Jakarta.

Nanti ada aparat Kejaksaan yang duduk sebagai penumpang.

Setelah memasuki wilayah udara Indonesia barulah aparat kejaksaan melaksanakan tugas untuk menangkap dengan memborgol Adelin Lis sampai di Jakarta.

Hikmahanto Juwana
Guru Besar Hukum Internasional UI
Rektor Universitas Jenderal A Yani 

(***)

Jakarta
Steven

Steven

Previous Article

Dugaan Korupsi pada PT.ASABRI, Kejagung...

Next Article

Anggota DPR RI Guspardi Gaus: Tenaga Honorer...

Related Posts

Peringkat

Profle

Afrizal verified

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 204

Postingan Tahun ini: 2798

Registered: Sep 25, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 152

Postingan Tahun ini: 2342

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 146

Postingan Tahun ini: 2372

Registered: Sep 22, 2020

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 75

Postingan Tahun ini: 511

Registered: May 7, 2021

Profle

sony

Zelki Ladada 'Si Anak Petani' Harumkan Nama Provinsi Gorontalo
Satpol PP Batang Tak Berkutik Hadapi Galian C Ilegal
Riuh Dibicarakan Masyarakat, Ijazah Paket Balon Pilkades Diduga Palsu
Kurangnya Peran Pendidikan Politik Bersih, Akan Meregenerasi Sistem Politik Uang Pada Generasi Momen Politik

Follow Us

Recommended Posts

Pemkab Tunggu Legal Opinion Kejari Sampang Terkait keabsahan Fasum Puri Matahari
Intens Bangun Batam, Rudi Juga Ajak Daerah Lain di Kepri Maju Bersama
Harap Kondusif Pilkades, Karsun: Ora Usah Muluk-Muluk Lanjutkan Program Tertunda
Ingin Dioperasi Tapi Terkendala e-KTP, Helmia Akui Capil Jeneponto Sangat Membantu Masyarakat
MA Darussalam Barandasi menerima peserta KEMAL (Kemahiran Belajar Aplikasi Lapangan) dari Universitas Muslim Maros