Ada Apa Dengan Pembangunan Lapangan Desa Manisharjo Ngrambe Ngawi

Ada Apa Dengan Pembangunan Lapangan Desa Manisharjo Ngrambe  Ngawi

NGAWI - Beredar informasi dari masyarakat bahwa ada dugaan penyimpangan pada proyek lapangan Desa Manisharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, akhirnya jurnalis Indonesiasatu.co.id mencoba menelusuri kebenaran akan hal itu kemudian didapati hal-hal yang mencengangkan.

Informasi yang dihimpun jurnalis Indonesiasatu.co.id dari sumber sistem informasi kementrian desa, disebut dengan jelas bahwa dalam penyelenggaraan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Manisharjo tahun 2018 untuk item bantuan pemberdayaan bidang olah-raga disebut teranggarkan sebesar Rp. 148.074.000. dengan kode rekening no.2.4.

Data APBDes Manisharjo tahun 2018

Kepala Desa Manisharjo Wijianto ketika dikonfirmasi dikantor Desa tidak berada ditempat, begitupun dikediaman rumahnya, namun ketika dihubungi melalui pesan WA atau Whatshap via Handphone (HP)  memberikan jawaban bahwa benar.

Kades dua periode itu membenarkan bahwa item bantuan pemberdayaan bidang olahraga itu digunakan untuk pembangunan lapangan desa yang terletak didusun Baan.

Embung Desa Manisharjo, Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur

"pembangunan berupa pengurukan lapangan agar kondisi tidak rendah dari jalan, ketika ditanya apakah urugan berasal dari tanah bekas bongkaran pembangunan Embung Manisharjo?, Wijianto mengiyakan, namun ketika ditanya kenapa tidak beli di toko atau penyedia jasa matrial resmi, dan bagaimana SPJnya dari tanah bongkaran proyek embung?, terus kemana dana tersebut?

Kades Manisharjo Wijianto itu berkilah bahwa Anggaran itu digunakan untuk Bego, dan lain-lain, tanpa menjelaskan apa yang dimaksud bego dan lain lain itu, sedang proyek Embung Manisharjo sekitar tahun 2018 juga merupakan sebuah item proyek pemerintah sendiri yang tentu alat berat berupa Bego, dan lain-lain, sudah terbiayai dalam satu anggaran terpisah dari proyek Desa.

Lapangan manisharjo di Dusun Baan, Desa Manisharjo

Keterangan masyarakat sekitar lapangan,   menyebutkan bahwa sekitar tahun 2018 ada proyek pembangunan Embung yang berjarak kurang-lebih 150 meter dari proyek lapangan Desa, dan tanah bongkaranya diberikan kepada siapa saja warga yang mau untuk menguruk pekarangan, dan sebagian besar untuk urugan lapangan desa itu, " iya siapa saja yang mau tanah bekas bongakaran embung ya dikasih, termasuk untuk menguruk lapangan tersebut, " ungkap sebut saja mbok Narto warung sekitar lokasi.


Jurnalis : Budi
Editor     : Tiarsin
Biro        : Kabupaten Ngawi

Suharyadi, S.Pd

Suharyadi, S.Pd

Previous Article

Sekda Bagikan Bingkisan Idul Fitri untuk...

Next Article

Paripurna Pertama 2021, DPRD Pasaman Tuntaskan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 294

Postingan Tahun ini: 889

Registered: Jan 24, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 222

Postingan Tahun ini: 2140

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 219

Postingan Tahun ini: 2113

Registered: Feb 19, 2021

Agung widodo

Agung widodo

Postingan Bulan ini: 161

Postingan Tahun ini: 385

Registered: Jun 16, 2021

Profle

F.M. Ali Paser

18 Laptop SMPN 2 Panti Raib Dicuri, Sat Reskrim Polres Pasaman Ringkus Tersangka
Kadis Pendidikan Pangkep Sabrun: Semua Guru Honorer Berpeluang Jadi P3K 2021
Bayi 3 Bulan Ini Terlantar, Gara Gara Dua Ibu Saling Cakar dan Ditahan Polsek Mauk Tangerang
Ridhawati Kecewa, Pasien Sakit Disuruh  Pulang

Follow Us

Recommended Posts

Menjadi Contoh dan Memelopori Usaha-usaha Untuk Mengatasi Kesulitan Rakyat Sekelilingny
KONI Diharapkan Mampu Antarkan Prestasi Olahraga Kota Magelang Lebih Tinggi
Kedatangan Vaksin Tahap 73 Dorong Pemerintah Vaksinasi Lansia dan Remaja
Dokter Aziz: Ajak Orang Magelang Cinta Wisata Kota Magelang
Kapolres Pekalongan Apresiasi Antusias Pelajar Dan Masyarakat Serbu Gerai Vaksinasi Merdeka Serentak