Ini Loh Dugaan Modus Smd Dalam Pengadaan Lahan Samsat Malingping

Ini Loh Dugaan Modus Smd Dalam  Pengadaan Lahan Samsat Malingping

Banten, - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten bersama jajarannya menggelar keterangan pers di depan Kantor Kejati Banten, Kamis (22/04/21). Hal ini dilaksanakan untuk menerangkan kepada publik secara langsung, terkait ditahannya Smd atas dugaan tindak pidana korupsi lahan gedung Samsat Malingping.

Kajati Banten, Asep Nana Mulyana menjelaskan, bahwa pengungkapan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Samsat ini merupakan hasil dari kolaborasi kerja Kejati Banten dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak.

“Terkait dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan UPTD Samsat di Malingping. Kejati Banten menemukan alat bukti yang cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan, penetapan tersangka dan penahanan kemarin, " ujarnya.

Dijelaskan Asep Nana Mulyana, bahwa modus operandi dalam perkara kasus ini, peranan tersangka merupakan sekretaris tim yang mengetahui persis bahwa di lokasi tersebut akan digunakan untuk dibangun gedung UPTD Samsat Malingping.

“Oleh sebab itu dia membeli terlebih dahulu dengan harga tertentu, kurang lebih Rp 100 ribu per meter dan kemudian pada saat akan digunakan, kemudian negara membayar lebih besar dari pada jumlah itu sekitar Rp 500 ribu per meter. Sementara itu, nanti akan kami dalami lagi akan kami lengkapi lagi, bukti-bukti, ” katanya

Dikatakan Asep Nana Mulyana, modus ini disebut corruption by design, jadi korupsi yang sudah direncanakan.

“Dia (tersangka-red) tahu persis bahwa ini kemudian akan dibangun, dia beli dulu tanah itu dan kemudian dia tidak membaliknamakan dulu seolah-olah yang bersangkutanlah si A si B si C itu pemilik tanahnya, tapi pada saat pembayaran dia mendapatkan selisih dari harga yang seharusnya diterima oleh si pemilik lahannya, dari 3 sertifikat, ” jelasnya.

Untuk tersangka baru, lanjut Asep Nana Mulyana, dimungkinkan ada. Namun pihaknya enggan menduga-duga sebelum ada alat bukti yang cukup.

“Tersangka baru. Kemungkinan itu ada, nanti kita lihat dulu ya tentu kami tidak mau mengandai-andai, kami tidak akan menduga-duga penatapan tersangka ataupun pihak-pihak yang menyangkut pidana, tentu dengan alat bukti yang cukup, kami tentu akan bertindak professional. Sekarang (tersangka-red) dititipkan di rutan pandeglang, ” ungkapnya.

Dan yang terakhir, Kajati Asep Nana Mulyana mengingatkan, kasus ini masih dalam proses, yang akhir dan keputusan tetapnya berada pada pengadilan nanti. (Red)

Suharyadi, S.Pd

Suharyadi, S.Pd

Previous Article

Sekda Bagikan Bingkisan Idul Fitri untuk...

Next Article

Anggota DPR RI Guspardi Gaus: Tenaga Honorer...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono

AFRIZAL

AFRIZAL

Postingan Bulan ini: 296

Postingan Tahun ini: 1715

Registered: May 25, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 249

Postingan Tahun ini: 2756

Registered: May 23, 2021

Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed verified

Postingan Bulan ini: 122

Postingan Tahun ini: 634

Registered: Sep 22, 2020

HermanDjide

HermanDjide

Postingan Bulan ini: 120

Postingan Tahun ini: 2580

Registered: Nov 23, 2021

Profle

ISWAN DUKOMALAMO verified

Kelangkaan BBM di Kota Tidore Kepulauan, Ini Respon HMI Cabang Tidore
Agenda Kunker Presiden, HMI Cabang Tidore Layangkan Pernyataan Sikap Kepada Walikota Tidore Kepulauan
Imbas dari Pilkades, 8 Unit Rumah Panggung di Jeneponto Dibongkar Paksa oleh Pemilik Lahan
Pasca Pembongkaran 8 Rumah Panggung di Jeneponto, Mulyadi Mustamu Bersedia Siapkan Lahan Sekalipun Satu Desa

Follow Us

Recommended Posts

Sinergitas TNI-POLRI Dan Pemkab Sampang Bantu Bersihkan Pohon Tumbang Di Ponpes Nurul Alam Prajjan Camplong
Ketua DPD PWRI Riau Minta Anggaran Jasa Publikasi 22 Miliar Tahun 2020 di Pemprov Riau di Usut Tuntas
SPKT Polda Banten Laksanakan Serah Terima Piket Pelayanan
Laskar Rajo Betuah Jambi United Siap Perang, Siap Menang di Liga 3 Nasional
KORPRI Harus Jadi Pusat Inovasi Layanan Publik