Peduli Kesejahteraan Rakyat, Empat Program BLT Mengalir Hingga Tahun Depan

Peduli Kesejahteraan Rakyat, Empat Program BLT Mengalir Hingga Tahun Depan

JAKARTA - Pemerintah selalu peduli dengan kesejahteraan rakyatnya. Apalagi di masa pandemi yang berdampak buruk pula pada perekonomian di berbagai sektor. Karena itu aneka bantuan langsung tunai (BLT) yang sudah digelontorkan sejak awal pandemi akan terus bergulir hingga tahun depan.

Presiden Joko Widodo (Jakowi) memastikan bakal melanjutkan program-program bantuan sosial atau bansos pada tahun 2021 mendatang. Untuk itu, Jokowi pun mengalokasikan anggaran sebesar Rp 419, 31 triliun di dalam RAPBN 2021 mendatang. Peningkatan besar dan waktu yang diperpanjang program bantuan pemerintah itu juga sudah mendapatkan persetujuan DPR RI.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan kasus Covid-19 masih akan terus bergerak, meski pemerintah juga mengharapkan keberadaan vaksin pada tahun depan. "Program lanjutan prioritas bansos ada empat, " tukas Menko Perekonomian Airlangga diJakarta awal bulan Setember.

Sudah sekitar 7 bulan sejak pemerintah mengumumkan kasus pertama Covid-19 atau virus corona di Indonesia. Tak sedikit masyarakat yang ekoniminya terdampak akibat pandemi ini. Mulai dari usaha yang gulung tikar, hingga karyawan yang dirumahkan. Pemerintah Indonesia sendiri telah menggelontorkan berbagai skema bantuan untuk membantu masyarakat selama pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi akan melanjutkan program-program bantuan sosial atau bansos pada tahun 2021 mendatang. Presiden mengalokasikan anggaran sebesar Rp 419, 31 triliun di dalam RAPBN 2021 mendatang. Perpanjangan program bantuan pemerintah itu juga sudah mendapatkan persetujuan DPR RI.

Menko Airlangga, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan kasus Covid-19 masih akan terus bergerak, meski pemerintah juga mengharapkan keberadaan vaksin pada tahun depan.

Adapun 4 program BLT yang dilanjut tahun depan yakni:

Subsidi gaji Rp 600.000

Bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan menyasar karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Pencairan BLT ini dimulai sejak 27 Agustus lalu dan dilakukan bertahap hingga akhir September 2020.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 37, 7 triliun untuk program Bantuan Subsidi Upah dengan jumlah penerima mencapai 15, 7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per Juni 2020.

Penerima subsidi gaji karyawan ini akan menerima bantuan Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan.Pembayarannya dilakukan selama 2 tahap atau Rp 1, 2 juta setiap penyaluran.

Kartu Prakerja

Kartu Prakerja dirilis pemerintah untuk membantu mereka yang terdampak pandemi, khususnya karyawan yang terkena PHK dan pengangguran. Peserta dari program ini akan mendapatkan bantuan insentif untuk pelatihan kerja sebesar Rp 1 juta per bulannya.

Pemerintah memberikan dana sebesar Rp 3.550.000 bagi peserta yang lolos sebagai penerima Kartu Prakerja 2020. Rinciannya, sebesar Rp 1.000.000 digunakan untuk membayar pelatihan online Kartu Prakerja. Lalu sisanya untuk insentif.

Untuk insentif Kartu Prakerja terdiri dari dua bagian, yakni insentif pasca-penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan (Rp 2.400.000). Kemudian insentif pasca-pengisian survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp 150.000).

Peserta dapat mengambil pelatihan selanjutnya apabila sudah menuntaskan pelatihan yang pertama.Kemudian insentif pasca-pengisian survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp 150.000).

Peserta dapat mengambil pelatihan selanjutnya apabila sudah menuntaskan pelatihan yang pertama. Bantuan seluruhnya bisa diterima setelah peserta menyelesaikan pelatihan Kartu Prakerja. Uang bantuan ditransfer ke rekening Bank BNI. Selain itu, bantuan juga bisa dicairkan lewat platform lain yang ditunjuk pemerintah.

BLT UMKM

Pemerintah membantu para pelaku usaha UMKM lewat program dana hibah atau pencairan BLT. Skemanya yakni kucuran bantuan UMKM Rp 2, 4 juta yang ditransfer lewat rekening.

Bantuan pemerintah ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha kecil dari dampak negatif pandemi. Total ada 12 juta UMKM yang akan menerima bantuan tersebut. Penyaluran bantuan UMKM sebesar Rp 2, 4 juta itu sudah mulai dilakukan pemerintah.

Pada tahap I, sekitar 742.422 total pelaku UMKM diberikan bantuan dana hibah tersebut. Hibah tersebut dicairkan lewat rekening pelaku usaha mikro masing-masing. Sementara untuk tahap II sedang dalam tahap pemprosesan ( bantuan 2, 4 juta).

Bansos Tunai

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial yakni bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 500.000 atau bansos Rp 500.000 untuk masyarakat yang bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

BLT untuk sembako non-PKH ini menyasar 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing penerima mendapatkan dana tunai sebesar Rp 500.000 ( BLT Rp 500.000).

Selain program bantuan sosial tunai, Kemensos tetap menjalankan program reguler seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Total anggaran untuk bantuan sosial tunai (BST) ini untuk 9 juta keluarga penerima manfaat (KPM), sebesar Rp 4, 5 triliun. Bantuan sosial tunai ini dilakukan sekali.

Untuk para penerima manfaat diharapkan dapat bernafas lega dalam menjalani masa sulit di masa pandemi. Juga dapat bangkit turut mendorong roda perekonomian kembali berjalan. (***)

JAKARTA BLT
Ernest Hendri

Ernest Hendri

Previous Article

Luncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM),...

Next Article

Rekrut Anggota Baru, KPN Tuah Sepakat Sosialisasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 50

Postingan Tahun ini: 1645

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 42

Postingan Tahun ini: 1715

Registered: Feb 19, 2021

Ishak

Ishak verified

Postingan Bulan ini: 30

Postingan Tahun ini: 35

Registered: Jul 31, 2021

Ernest Hendri

Ernest Hendri verified

Postingan Bulan ini: 26

Postingan Tahun ini: 2608

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Zul Chilalek

Pedagang Ngotot Buka Pasar Sapi Sendiri di Sepandi, Pemdes Gayam 'Gak Mau Tau'
Kembangkan Potensi Desa, Balon Kades Manggalung  Burhan Siap Bangun Kerjasama
Rumah Tongkonan Warga Kena Longsor, Diduga Imbas Proyek PHJD 2021, Ini Komentar Pemuda Torut
Presiden Jokowi: PPKM Level IV Diperpanjang Hingga 9 Agustus 2021

Follow Us

Recommended Posts

Putus Penyebaran Covid-19, Sat Lantas Polres Bone Lakukan 3 Cara Ini
PPKM Level III Diperpanjang, Kapolres Dairi Ajak Masyarakat Taati Protokol Kesehatan
Kapolda NTB  Hadiri  Vaksin Goes To Campus Di UNDIKMA Mataram.
Pemkab PPU Berharap Masyarakat Patuh Kebijakan PPKM level 4
Wako Hendri Septa Dampingi Wakapolri Kunjungi Rumah Sehat UNP dan Tempat Isoman Kampung Nelayan