Tony Rosyid: Konflik Palestina-Israel, Bukan untuk Diratapi, Tapi Diakhiri

Tony Rosyid: Konflik Palestina-Israel, Bukan untuk Diratapi, Tapi Diakhiri

JAKARTA - Israel jahat. Iya! Dalam 11 hari, serangan Israel telah membunuh 232 orang, melukai 1.900 warga, mengusir 75.000 penduduk dari rumah, dan merobohkan lebih dari 500 bangunan. Ini angka yang diumumkan. Yang tidak diumumkan terkadang lebih banyak. Mereka  yang meninggal, terluka dan diusir diantaranya adalah perempuan dan anak-anak. Ini tentu sebuah kejahatan besar. Dan kita sepakat soal ini! 

Serangan ini bukan pertama kali. Ini sudah puluhan kali sejak 1948 Israel menguasai Palestina. Sudah ratusan ribu orang meninggal dalam akumulasi penyerangan yang seringkali terjadi di wilayah Palestina, khususnya Jalur Gaza.

Setiap Israel menyerang, media gencar memberitakan. Sekian orang yang mati, sekian orang yang terluka, sekian rumah yang roboh, sekian penduduk yang mengungsi. Berita ini semacam ritual sekian tahun setiap Israel menyerang. Seolah seperti kaset yang disetel ulang, dengan variasi angka yang berubah. 

Dunia mengutuk, masyarakat sedih, lalu di berbagai belahan dunia ada protes di jalanan, mengucapkan belasungkawa dan berdonasi. Fenomena ini sudah jadi semacam tradisi. Bahasa kerennya: "human ethics".

Ini bagus, dan harus terus dilakukan sebagai ekspresi kemanusiaan, sekaligus mencegah dunia ini makin rusak karena perang. Ini bukan semata-mata hanya untuk kepentingan rakyat Palestina, tapi ini keoentingan seluruh umat manusia di dunia dalam menjaga bumi agar tidak cepat punah karena perang. 

Namun, satu hal yang menjadi pertanyaan: apakah sikap protes di jalan, ucapan belasungkawa, kumpulkan bantuan, akan menghentikan penyerangan Israel? Untuk sementara, iya. Tapi, tidak seterusnya. Setelah itu, sekian bulan atau sekian tahun berikutnya, Israel akan menyerang lagi. Meski tanpa alasan rasional dan tanpa didahului ketegangan. Demi untuk mengenang masa lalu, nyerang. Gila bukan? Ini tidak akan terjadi kecuali dilakukan oleh penjahat perang. 

Tidak terlihat ada upaya yang terukur dan bisa menghentikan penyerangan Israel ke warga Palestina secara permanen. Yang terjadi hanya menghentikan sementara, tepatnya menunda sampai waktu yang tidak ditentukan. 

Kenapa penyerangan Israel itu tidak dihentikan secara permanen? Ada sejumlah persoalan. Pertama, ada konflik internal di Palestina. Hamas sebagai kelompok kanan militan dan Fatah yang sekuler tidak kompak. Kalau di internal tidak kompak, gimana mau merdeka?

Kedua, kemampuan perang Palestina, terutama Hamas, kalah jauh dari Israel. Baik skill, anggaran maupun peralatan perangnya. Khusus alutsista, milik Hamas tentu masih kalah canggih dari Israel. 

Ketiga, OKI yang notabene menjadi organisasi negara-negara muslim yang peduli pada konflik Israel-Palestina, juga tidak kompak dalam bersikap. Sebagian masih mendukung Israel. Sehingga, organisasi ini tidak mampu mengendalikan dan memberikan tekanan. 

Keempat, konflik Israel - Palestina tidak benar-benar mau diselesaikan, baik oleh PBB, maupun organisasi dunia yang lain. Serang, mati, belasungkawa, bantu. Terus menerus ritmenya seperti ini. Mau sampai kapan?

Jika Hamas dan Fatah bersatu, lalu mengembangkan skill perang dan peralatan yang canggih, mampu melakukan lobi dan deplonasi internasional yang kuat, maka harapan untuk merdeka akan terbuka. Tapi, jika Palestina tetap bertahan dalam situasi yang ada, puas dengan kekuasaan kecil yang diperebutkan dan dibagi-bagi antar faksi, maka kemerdekaan hanya akan bergantung pada doa. 

Jakarta, 21 Mei 2021

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

TONY ROSYID
Update

Update

Previous Article

Said Abdullah: Naikan PPN, Pemerintah Wajib...

Next Article

Anggota DPR RI Guspardi Gaus: Tenaga Honorer...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 10

Postingan Tahun ini: 1605

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 7

Postingan Tahun ini: 1680

Registered: Feb 19, 2021

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 4

Postingan Tahun ini: 206

Registered: May 7, 2021

ishak

ishak

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 7

Registered: Jul 31, 2021

Profle

sony kincai

Kembangkan Potensi Desa, Balon Kades Manggalung  Burhan Siap Bangun Kerjasama
Tingkatkan Kompetensi TIK Guru, Kepsek SD 13 Siloro  Herwan Syam Gelar Pelatihan
Bersama FKTMP, Danny Pomanto Harap Makassar Sebagai Kota Santri
10 Tahun Pangkep Raih WTP, Kepala Badan Pengelolah Keuangan  Daerah Pangkep Muh Asri Minta Pertahankan

Follow Us

Recommended Posts

Tim Satgas Covid-19 Lurah Mappasaile Gelar Penyemprotan Disinfektan di Panti Asuhan Mujahidin
Koramil 0817/05 Kota Datangi Rumah Warga Binaan Untuk Berikan Bantuan Sembako
Tingkatkan Kompetensi TIK Guru, Kepsek SD 13 Siloro  Herwan Syam Gelar Pelatihan
Panglima TNI Mengapresiasi Kemampuan Babinsa Tracer Kepanjen
Kapolri Siapkan Strategi Capai Vaksinasi 70 Persen di Hari Kemerdekaan