Ini Dia, Perjuangan Lisda Hendrajoni di DPR RI Bagi Warga Miskin Pesisir Selatan

JAKARTA - Perjuangan bagi Warga miskin Kabupaten Pesisir Selatan bagi Lisda Hendrajoni selalu menjadi prioritas utama.

Pada kesempatan rapat dengan Menteri Sosial di DPR RI, Lisda Hendrajoni mempertanyakan kembali tentang Program Keluarga Harapan bagi warga miskin Pesisir Selatan yang belum juga keluar, dan pada waktu yang sama, kembali Lisda mengingatkan menteri sosial tentang usulannya sebanyak 18000 warga miskin lagi untuk masuk PKH pemerintah pusat.

"Disini ada kabupaten tempat saya pak, kabupaten Pesisir Selatan, karena kami memang salah satu kabupaten yang aktif ya pak ya, aktif untuk bagaimana kita berjuang bersama-sama, ada rumah yang tidak layak huni 7500 dan alhamdulilah dalam 4 tahun karena memang itu kami dorong bersama-sama, saya sebagai Ketua LKKS juga di Kabupaten Pesisir Selatan pak, bersama pemda kita bergandengan ada 4000 rumah yang sudah kita bedah selama 4 tahun ini, tentu Insyaallah ya semoga ini mendapat dukungan hendaknya untuk ke depannya masih ada 3500 rumah lagi untuk target kami dalam waktu 2 tahun ke depan, " papar Lisda.

Lisda Hendrajoni mempertanyakan Program keluarga harapan (PKH) bagi 15.270 warga miskin Pesisir Selatan yang belum keluar, dan kembali mengusulkan sekitar 18.000 warga lagi untuk PKH yang merupakan program pemerintah pusat kepada masyarakat miskin Pesisir Selatan.

"Kami juga sudah mengusulkan 18000 lagi pak untuk PKH ya, karena memang dari data terpadunya itu ada 45.741, sementara yang baru dapat PKH itu 15.270, sehingga sisanya ini masih antri, jadi salah besar kata orang kepala daerah itu berlomba-lomba mengusulkan, tidak tapi ini memang antrian. Sehingga kenapa PKH itu, kalau kita lihat di tempat kami (Pessel) ada 15720, yang ada sekarang pak, satupun blom ada yang keluar pak. PKH ini kan sudah dari 2007, sampai sekarang 2019, berarti sudah ada 12 tahun, tapi mereka juga stay disana. Artinya perlu kita apa sama-sama ya, apa yang kurang, kenapa mereka tidak keluar?" Tanya Lisda.

Kepada menteri sosial, Lisda mengajak kerjasama yang baik dan kesungguhan kementerian sosial untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.

"Harusnya kita punya target, dalam satu dua tahun ini 1000 orang harus betul-betul kita bina, KUBEnya, rumahnya, kemudian dan lain-lain, sehingga mereka perlahan-lahan masuk ke tahap berikutnya, " harap Lisda.

Lisda Hendrajoni juga menyoroti kebermanfaatan BPJS yang dihubungkan dengan kemiskinan atau ketiadaan biaya untuk membawa pasien yang harus dirawat inap dirumah sakit, karena hal ini berhubungan dengan biaya transportasi, dan biaya untuk menunggui pasien.

Masalah yang dihadapi masyarakat miskin saat anggota keluarganya sakit dan harus dirawat di rumah sakit juga dipaparkan Lisda di hadapan menteri sosial saat dengan pendapat membahas masalah sosial di gedung DPR RI.

"Ke rumah sakit itu tidak sampai pak, walaupun mereka punya BPJS. Kenapa mereka tidak sampai ke rumah sakit? Punya Kartu BPJS? Punya buk. Kenapa tidak perawatan ke rumah sakit? Tidak ada uang buk untuk ke rumah sakit, selama di rumah sakit siapa yang mau kasih makan anak saya? Dia harus meninggalkan pekerjaannya, Dia akan menunggu, dan itu akan menjadi problem lagi" papar Lisda.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Lisda Hendrajoni, khususnya untuk warga Pesisir Selatan menyediakan rumah singgah bagi warga miskin yang bolak-balik memeriksakan anggota keluarganya ke rumah sakit.

"Saya juga mempersiapkan Rumah Singgah Pak, untuk salah satunya membantu keluarga-keluarga miskin yang mereka harus bolak-balik, apa namanya, meriksa ke rumah sakit, " jelas Lisda sambil berurai air mata.

Mengurusi orang miskin menurut Lisda harus menyertakan hati, kita tidak boleh beranggapan bahwa orang miskin itu pemalas.

"Kalau ada hati kita disana pak, baru rasa kasihan kita, ada rasa kasih sayang kita, baru kita bisa melakukan yang terbaik buat mereka, "tutur Lisda.

Bahkan Lisda menyoroti bantuan sosial yang tidak memadahi sampai ke masyarakat sebagai bantuan 3B, Bantuan Basa basi.

"Kenapa saya sampaikan begini pak, kalau saya disana  bilangnya ini 3B pak, Bantuan Basa Basi, " tegas Lisda.(007)

Lisda Hendrajoni PESSEL SUMBAR
Release

Release

Previous Article

Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021,...

Next Article

Tingkatkan Kewirausahaan, FEB Usakti Jakarta...

Related Posts

Peringkat

Profle

Nanang Suryana

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 184

Postingan Tahun ini: 426

Registered: Sep 22, 2020

Satria Ferry Sonarya

Satria Ferry Sonarya verified

Postingan Bulan ini: 181

Postingan Tahun ini: 222

Registered: Dec 5, 2020

Agung Setiyo

Agung Setiyo

Postingan Bulan ini: 122

Postingan Tahun ini: 245

Registered: Jan 6, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 96

Postingan Tahun ini: 194

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Indra Gunawan

Terkait Perkelahian Pelajar Berakhir Maut, Edi Mulyono: Bahasa dalam Pemberitaan itu Terlalu Berlebihan
Gantung Diri Bersama, Pasangan Kekasih di Toraja Utara ini Tinggalkan Sebuah Surat
Lagi, Warga Jeneponto Bunuh Diri Diduga Minum Racun Gramaxone
Diduga Terima Order Penangkapan, Penyidik Polres Tanah Datar Dilaporkan Ke Bawassidik Polda Sumbar
banner

Follow Us

Recommended Posts

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Rony Reynaldo Situmorang Reses di Nagori Dolok Parmonangan
Razia Rutin Lapas Klas IIB Gunung Sugih, Petugas Temukan Ekstasi dan Sabu Dalam Guling
Kepemilikan 1,5 Kg Sabu di Riau, Jaksa Ancam Terdakwa AS Pidana Mati
Bayar Uji Kir Cukup Mudah Lewat Online
Tilang Elektronik Segera Diberlakukan, Dirlantas Polda Sulut Beberkan Lokasinya