Tony Rosyid: Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Tony Rosyid: Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?
HRS VS Bima Arya Walikota Bogor

JAKARTA - Tiga hari ini, nama Wali Kota Bogor Bima Arya jadi pembicaraan publik. Pasalnya, Sang Wali Kota lagi nguber Habib Rizieq Shihab terkait hasil tes swabnya di Rumah Sakit Ummi. 

Gak dapat hasil tes itu, Bima Arya hendak melaporkan pihak rumah sakit ke polisi. Tuduhannya? Rumah sakit dianggap tak transparan. 

Kenapa Bima Arya kejar Habib Rizieq? Ini menarik untuk ditelusuri. Sebab, semangat memburu hasil swab oleh publik dianggap aneh. Ngapain Wali Kota ngurusin hasil swab Habib Rizieq? Kenapa tidak ngurusin hasil swab warga lainnya? 

Sebaliknya, kapada lima anak buah (PNS Kota Bogor) yang korupsi 17, 2 M dana BOS, Sang Wali Kota minta Penangguhan tahanan. Yang jelas-jelas melakukan tindak pidana korupsi dibelain, yang tes kesehatan diuber. Publik menilai, apa yang dilakukan Wali Kota ini aneh! 

Publik bertanya: apakah ini murni inisiatif dan berasal dari rasa ingin tahu Bima Arya? Atau ada pihak lain di belakang Bina Arya yang berkepentingan terhadap hasil swab Habib Rizieq?

Masuk pada pertanyaan normatif, apa ada keharusan bagi pasien untuk memberi tahu hasil tes swabnya ke kepala daerahnya?

Kalau Habib Rizieq di rumah pribadi, ada interaksi dan berkerumun bersama warga yg lain, maka walikota punya kewenangan untuk meminta yang bersangkutan melakukan a, b, c, dst .. Ini tugas walikota sebagai pamong 

Tapi, kalau Habib Rizieq berada di dalam sebuah Rumah Sakit, dimana ia dalam pengawasan dokter, maka mau dites suhu, mau di-USG, mau di-CT Scan, mau di-Swab, itu semua urusan dokter dan tim medis di Rumah Sakit. Gak ada urusannya dengan Wali Kota. Keputusan medis itu urusan dokter. Ini diatur dengan permenkes, kode etik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan lain-lain. 

Pemeriksaan pasien itu keputusan medis, bukan keputusan politis .. ! 

Walikota, Camat, Gubernur dan jajaran pemerintahan yang lain tidak punya kewenangan dan tidak boleh ikut-ikutan dalam keputusan medis ini. Itu otoritas rumah sakit. 

Perlu Bima Arya tahu, ini adalah pemahaman amat dasar soal otoritas. Mosok gak paham sih. Payah! 

Apa yang dilakukan Bima Arya sebagai Wali Kota Bogor dianggap melampaui batas otoritasnya. Over laping. Wali Kota Bogor perlu belajar etika kedokteran, kata MER-C. Wajar jika publik bertanya: ada maksud apa dibalik upaya Bima Arya memburu hasil swab Habib Rizieq? 

Jakarta, 30 Nopember 2020

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhatis Bangsa

Bima Arya Tony Rosyid HRS
Update

Update

Previous Article

Ditegaskan Pilkada Aman, Kapolres Pangkep...

Next Article

Rekrut Anggota Baru, KPN Tuah Sepakat Sosialisasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 178

Postingan Tahun ini: 1210

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 167

Postingan Tahun ini: 1287

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 106

Postingan Tahun ini: 222

Registered: Apr 16, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 103

Postingan Tahun ini: 726

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda
Langgar Kode Etik, Kapolres Luwu Timur Pecat Satu Anggotanya
Kades Hiliwarokha Yurniat Zebua: Tidak Benar Saya Kosumsi Minuman keras
Tampil Perdana, Asmaul Husna Asal Burau Luwu Timur Hafal 500 Hadits di STQH XXXII Sulsel
banner

Follow Us

Recommended Posts

Tingkatkan Kapasitas, Ratusan Aparatur Pemerintah Nagari se-Dharmasraya Ikuti Bimtek
2 Saksi Diperiksa Jaksa Terkait Perkara Dugaan Korupsi Bantuan Dana Pemerintah Pada KONI Pusat TA 2017
Kejagung RI Periksa 10 Saksi Terkait Perkara Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Satlantas Polres Lombok Utara Menggelar Patroli Malam Sekaligus Edukasi Prokes Pada Pengguna Jalan Untuk Cipta Harkamtibmas
Polsek Kayangan, Polres Lombok Utara Melaksanakan Oprasi Yustisi  Untuk Masifkan Harkamtibmas Di Obyek Vital Yang Ada Di Wilayah Binaan