Seminar dan Workshop LISANTARA, Kolaborasi GSI Lab dan PAMKI Bali Tingkatkan SDM Lab

    Seminar dan Workshop LISANTARA, Kolaborasi GSI Lab dan PAMKI Bali Tingkatkan SDM Lab
    Dr I Wayan Agus Gede Manik Saputra, M.Ked.Klin, Sp.MK., dalam acara seminar dan workshop LISANTARA

    DENPASAR - Kegiatan soLldarity Sequence nusANTARA (LISANTARA) adalah kerjasama antara GSI Lab dan organisasi Internasional FIND.

    Kerjasama ini dilaksanakan bersama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (Indonesia Society for Clinical Microbiology) atau PAMKI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PATKLIN) untuk memastikan bahwa Sequencing dapat di akses oleh seluruh jaringan di Indonesia. 

    Yang hadir saat acara tersebut adalah Dr. Marta Setiabudi, Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK. (K)., Dr I Wayan Agus Gede Manik Saputra, M.Ked.Klin, Sp.MK., dokter lainnya serta Penanggung Jawab (PJ) laboratorium yang sejak awal covid telah berkontribusi dalam pemeriksaan covid di kota masing - masing.

    Disini FIND menyadari bahwa Indonesia memiliki tantangan khusus dalam bidang Sequencing mulai dari keadaan geografis yang unik dibanding negara lain, jumlah populasi yang besar, kebutuhan dasar pelaksanaan kegiatan pemeriksaan biomolekular yang masih belum sempurna.

    Objektif Utama dari LISANTARA adalah mendukung pemerintah dalam genom sequencing COVID19 sebagai salah satu langkah penanganan pandemi. Acara itu diadakan di Hotel Puri Ayu 2 hari yakni Kamis dan Jumat, 16-17 Februari 2023, pukul 09:00 - 16:00/13.00 waktu setempat.

    Menemui Dr I Wayan Agus Gede Manik Saputra, M.Ked.Klin, Sp.MK., selaku ketua panitia acara mengabarkan hal yang serupa, kolaborasi antara Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) dan PAMKI cabang Bali dengan tema LISANTARA.

    "Dimana kegiatan ini menginisiasi untuk menganalisis dari sample-sample Covid 19 dari seluruh Indonesia dan Bali, khususnya pada saat itu, " jelas Manik, Kamis (16/02/2023), di Hotel Puri Ayu, Denpasar.

    Harapan yang dilontarkan oleh Dr. Manik itu adalah meningkatkan skill Sumber Daya Manusia (SDM) dari 'capacity building' yang didapat dari acara ini yang juga meningkatkan kemampuan teknik molekuler didalam melakukan survelum Genome Sequencing khususnya SARS - CoV-2.

    " selain itu kita juga dapat membangun jejaring lab-lab (laboratorium) di Bali, " ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa pendanaan dalam penelitian seperti ini sangat diperlukan, ia berharap pemerintah daerah dapat mensupport kegiatan - kegiatan penelitian.

    Mendengar pemaparan dari Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK. (K)., bahwa Bali itu unik karena Bali merupakan lintas manusia dari seluruh dunia sebagai wilayah pariwisata dunia.

    Indonesia juga disebutkan disana bahwa jumlah penduduk yang besar, kebutuhan pangan meningkat ini akan terjadi lonjakan juga pada perubahan penyakit baru. Sample yang dihasilkan juga relatif lebih banyak bisa diambil di Bali.

    Ketertinggalan kegiatan penelitian semacam ini menurut Prof. Nyoman Sri itu telah 20 tahun tertinggal dari Eropa. Tetapi percepatan dijaman teknologi semacam digital sekarang masih dimungkinkan.

    Genomika adalah cabang biologi yang mempelajari genom dari suatu organisme atau virus. Genomika dapat dikatakan sebagai cabang genetika apabila dilihat secara historik, meskipun dalam genomika digunakan banyak metode yang berasal dari cabang biologi lain, seperti bioinformatika dan biologi molekuler. 

    " Indonesia atau Bali memiliki resiko yang tinggi terhadap penyakit baru dibandingkan negara yang bersalju, disana kuman mereka dorman (masa istirahat/tertidur) "

    " Endemi dan Pandemi sangat tinggi, hutan tropis yang banyak, urbanisasi pertukaran mikroba berpindah menjadi tinggi juga, bahkan lele berkembang memerlukan E. coli, kita berpikirlah Escherichia coli (E. coli) dari mana, " candanya.

    Menemui Fransiska Adeline (Adel) selaku Team Leader Learning & Development GSI Lab mengataka pentingnya kolaborasi yang dilakukan saat ini.

    " Untuk Sequencing SARS - CoV - 2 belum banyak, GSI hadir untuk itu "

    " Jadi sample - sample diseluruh Bali dan Indonesia dibawa ke GSI Lab, jadi dengan adanya kita jadi bisa lebih tahu banyak tentang penyakit - penyakit apa yang akan muncul kedepannya dan juga dapat mengetahui bagaimana nih cara diagnosis untuk penyakit tersebut, " jelas Adel. 

    Tidak hanya itu, GSI Lab sebagai laboratorium pertama di Indonesia yang tersertifikasi sebagai Green Lab juga sekaligus mengajak para kontributor dalam acara agar mendukung gerakan go green dalam setiap aktivitas di laboratorium. (Ray)

    kesehatan laboratorium penelitian bali denpasar
    Ray

    Ray

    Artikel Sebelumnya

    Balipedia.org: All About Bali

    Artikel Berikutnya

    Hendri Kampai: Macan Versus Banteng di Antara...

    Berita terkait