Ketua Umum JNI, Hendri Kampai: Sudahkah Kita Para Jurnalis Merdeka di Hari Pers Nasional 2021 Ini?

Ketua Umum JNI, Hendri Kampai: Sudahkah Kita Para Jurnalis Merdeka di Hari Pers Nasional 2021 Ini?
Hendri Kampai, Ketua Umum Jurnalis Nasional Indonesia

JAKARTA - Sebut saja para pahlawan dan tokoh nasional yang ikut memerdekakan bangsa dan negara yang bernama Indonesia ini, kalau tidak bisa dikatakan semuanya berlatar belakang Jurnalis, maka sebagian besar mereka adalah penulis yang aktif menyuarakan hak azasi yang tertindas.

Mulai dari Soekarno sampai dengan Bung Kecil Sutan Syahrir adalah jurnalis atau penulis aktif.

Para pahlawan ini sangat serius dan gencar menyuarakan kemerdekaan, dan kesetaraan bagi semua manusia di muka bumi tanpa membedakan kasta dan profesi.

Para jurnalis pejuang ini meninggalkan legacy kemerdekaan bagi bangsa dan negara ini, sehingga bisa mengurus urusannya sendiri di tanah air yang satu, Indonesia.

Setelah negara ini dinyatakan merdeka, dan diurus oleh bangsanya sendiri, apakah kemerdekaan itu benar-benar terjadi dan dinikmati oleh semua rakyat dan profesi yang ada di negara ini? Sebuah pertanyaan yang perlu dijawab dengan hati-hati, karena kebebasan atau kemerdekaan berpendapat sudah mulai dikebiri, dengan berbagai cara dan intimidasi.

Apakah saat ini para jurnalis ini bebas dalam menjalankan profesinya? Apakah para jurnalis ini bebas berkarya dan karyanya dihargai? Apakah para jurnalis ini tidak didiskriminasi dalam berusaha dan berkehidupan  sebagai pejuang amanat penderitaan rakyat?

Atau hanya sebagai tangga naik saja bagi para politisi dan birokrat dalam membangun opini dan pencitraan diri belaka.

Begitu banyak eksploitasi yang dilakukan terhadap jurnalis, mulai sertifikasi yang dimonopoli, sampai banyak aturan yang membatasi dalam ikut berekonomi dalam bisnis informasi, dan jurnalis tetap diam dalam ketakutan.

Bersuara adalah tiket untuk masuk penjara, dengan delik pencemaran nama baik bagi para maling uang negara yang bisa membeli hukum dengan hasil rampasannya.

Idealnya, jika sertifikasi profesi diterapkan bagi para jurnalis harus bisa digunakan sebagai dasar hukum untuk berpraktek sebagai seorang jurnalis, sama halnya dengan seorang dokter yang bisa berpraktek tanpa harus mendirikan Perusahaan berbadan hukum atau PT.

Tak ada perbedaan dalam menjalankan profesi, dokter dan jurnalis sama-sama berpraktek dengan kode etik. Dokter mengikuti kode etik kedokteran, sementara jurnalis mengikutik kode etik jurnalistik.

Tapi apa yang terjadi, Dokter bisa berpraktek mandiri dengan sertifikat izin praktek dari asosiasi, sementara jurnalis setelah sertifikasi masih perlu Perusahaan berbadan hukum dengan kewajiban Pemimpin Redaksi bersertifikat Wartawan Utama.

Sampai kapan aturan yang memasung kebebasan dan kemerdekaan, serta diskriminasi terhadap profesi jurnalis ini terjadi, bahkan diterapkan oleh kawan seprofesi sendiri.

Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 09 Februari 2021.

Sudahkah kita para jurnalis merdeka di Hari Pers Nasional 2021 ini?

Jakarta, 9.02.2021

Hendri Kampai

Ketua Umum Jurnalis Nasional Indonesia (JNI)

Jurnalis Nasional Indonesia
JOURNALIST.ID

JOURNALIST.ID

Previous Article

Hari Pers Nasional 2021, Kapolri Minta Pers...

Next Article

Rekrut Anggota Baru, KPN Tuah Sepakat Sosialisasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 179

Postingan Tahun ini: 618

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 76

Postingan Tahun ini: 1029

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 61

Postingan Tahun ini: 205

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 547

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Yusril Minta KPU Tunda Penetapan Pemenang Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020
Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Pelaku Pembakar Rumah Di Desa Gancang Dijerat Pasal 178 KUHP Ancaman Penjara 12 Tahun
banner

Follow Us

Recommended Posts

PMI Jember Siagakan Personel di Pos Perbatasan , Pos Pengamanan Lebaran Termasuk Bantu Pertolongan Kecelakaan
AKP Susilowati dan Babinsa Laksanakan Himbauan Prokes Terhadap Peziarah di Makam Muslim Skip Pangkalan Bun
Ephorus HKBP: Banjir Bandan di Parapat Diduga Terkait Penebangan Kayu di Sitahoan dan Kawasan Hutan Sibatu Loting
Skrining dengan Thermo Gun dilaksanakan Personil Satintelkam Polres Kobar Sebagai Langkah Mendeteksi kesehatan Suhu Tubuh
Polres Kobar Bersama TNI dan Dishub Laksanakan Penyekatan Ke Tempat Wisata Pantai