Ketua Bawaslu RI, Abhan: Ada 523.910 Pemilih Tidak Memenuhi Syarat yang Direkomendasikan untuk Dihapus

Ketua Bawaslu RI, Abhan: Ada 523.910 Pemilih Tidak Memenuhi Syarat yang Direkomendasikan untuk Dihapus
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Abhan

JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Abhan mengatakan,  telah terlibat dalam perbaikan 2.000.163 daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2020.

Terdiri dari, 519.684 merupakan data ganda yang direkomendasikan Bawaslu untuk segera diperbaiki.

"Ada 523.910 pemilih TMS (tidak memenuhi syarat) yang direkomendasikan untuk dihapus. Kemudian ada 572.022 MS (memenuhi syarat) yang direkomendasikan untuk masuk dalam DPR, ” kata  Abhan dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020).

Menurut Abhan, juga ada 384.424 perbaikan elemen data pemilih. Perbaikan data tersebut terjadi di 23 kabupaten/kota dengan rekomendasi penundaan, 192 Bawaslu kabupaten/kota memberikan saran perbaikan, dan 139 daerah mengalami perubahan data pemilih.

Adapun, pascapenetapan DPT Pilkada 2020 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu menemukan 25.435 pemilih memenuhi syarat (MS) tidak terdaftar dalam DPT, 39.113 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) masih terdaftar dalam DPT, dan 676.030 pendudukan potensial memiliki hak pilih, tetapi tidak memiliki dokumen kependudukan.

 Abhan mengatakan bahwa masih ada lima masalah pascapenetapan DPT, yakni masih ditemukannya data ganda dalam DPT, terdapat perubahan dan penambahan TPS, dan masih ditemukannya data pemilih yang memenuhi syarat namun tidak masuk dalam DPT.

“Lalu masih terdapat pemilih yang belum rekam e-KTP dan potensi persoalan pemilih yang berada di tapal batas, ” ujarnya.

 Abhan menambahkan, sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) daerah yang menggelar Pilkada untuk mensosialisasikan perekaman KTP-el. Agar target partisipasi pemilih sebesar 77, 5 persen dapat tercapai.

Selain itu, Bawaslu juga merekomendasikan pencocokan dan penelitian (coklit) ulang pasca penetapan DPT. Sebab, masih ada 22.567 rumah yang tidak didatangi petugas pemutakhiran data pemilihan (PPDP).

“Kami merekomendasikan coklit ulang, karena ditemukan banyak sekali rumah yang belum terdata dengan baik, ” katanya. (***)

BAWASLU ABHAN
Update

Update

Previous Article

Kemenangan di Depan Mata, Tim Media MYL-SS...

Next Article

Rekrut Anggota Baru, KPN Tuah Sepakat Sosialisasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 177

Postingan Tahun ini: 1038

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 167

Postingan Tahun ini: 1287

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 106

Postingan Tahun ini: 222

Registered: Apr 16, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 103

Postingan Tahun ini: 726

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda
Langgar Kode Etik, Kapolres Luwu Timur Pecat Satu Anggotanya
Kades Hiliwarokha Yurniat Zebua: Tidak Benar Saya Kosumsi Minuman keras
Tampil Perdana, Asmaul Husna Asal Burau Luwu Timur Hafal 500 Hadits di STQH XXXII Sulsel
banner

Follow Us

Recommended Posts

Tingkatkan Kapasitas, Ratusan Aparatur Pemerintah Nagari se-Dharmasraya Ikuti Bimtek
2 Saksi Diperiksa Jaksa Terkait Perkara Dugaan Korupsi Bantuan Dana Pemerintah Pada KONI Pusat TA 2017
Kejagung RI Periksa 10 Saksi Terkait Perkara Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Satlantas Polres Lombok Utara Menggelar Patroli Malam Sekaligus Edukasi Prokes Pada Pengguna Jalan Untuk Cipta Harkamtibmas
Polsek Kayangan, Polres Lombok Utara Melaksanakan Oprasi Yustisi  Untuk Masifkan Harkamtibmas Di Obyek Vital Yang Ada Di Wilayah Binaan