Tony Rosyid: Semarang Banjir, Kemana Anies?

Tony Rosyid: Semarang Banjir, Kemana Anies?
Dr. Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

JAKARTA - Judul tulisan ini latah. Terinspirasi dari banyak tulisan di medsos. "Semua banjir Itu dituduhkan Anies!" 

Semua orang menganggap ini bahan lelucon. Sedikit hiburan di musim pandemi. Lelucon semacam ini masif di media sosial. Ini bukti kalau publik menyadari bahwa ada pihak yang was-was terhadap Anies. 

Kalimat "pokoknya salah Anies" selalu muncul di setiap musim banjir. Meski banjir di Bekasi, tetap itu salah Anies. Banjir di Bogor, salah Anies juga. Banjir di Semarang, Pekalongan, Grobogan, Kudus, pokoknya salah Anies. Mungkin nenek anda mampus, itu salah Anies juga. 

Disisi lain, banjir kali ini telah membuat Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, terlihat panik. "Jangan dihubungkan dengan pilpres", katanya. "Awas hoax", tambahnya lagi. 

Kepanikan Ganjar bisa dimengerti jika kita memahami Ganjar sebagai sosok yang sedang "berupaya keras" untuk bisa ikut kontestasi di pilpres 2024. Ketika Ganjar, dengan tim medianya, sedang gencar-gencarnya promosi, tahu-tahu banjir hajar Jawa Tengah. Uniknya, dihajar banjir, ada yang posting tentang naiknya elektabilitas Ganjar. Gak logis, publik makin curiga. Seolah ini memperkuat tuduhan atas kepanikan kader PDIP ini. 

Upaya Ganjar untuk menaikkan elektabilitas, menarik dukungan kader PDIP, dan terutama menggeser Puan Maharani yang isunya akan dijadikan cawapres Prabowo di 2024, bisa terganjal karena banjir. 

Nampaknya, Ganjar ingin meniru pola Jokowi saat menggusur Megawati di pilpres 2014. Jokowi berhasil dengan memanfaatkan elektabilitasnya yang melampaui Megawati saat itu. Bagaimana dengan Ganjar? 

Isu "Madam" yang lagi gencar di kasus korupsi bansos boleh jadi angin segar buat Ganjar. Setidaknya, satu persatu "batu sandungan" boleh jadi bisa tersingkir. Tapi, banjir Jawa Tengah kali ini betul-betul tak disangka viralnya. Bagi Ganjar, ini bisa jadi "petaka politik". Makanya, Gubernur Jawa Tengah ini minta: "Banjir parah di Jateng tidak digoreng jadi isu pilpres 2024". 

Sejumlah daerah di Jawa Tengah langganan banjir. Setiap tahun. Begitu juga sejumlah wilayah yang lain. Tapi, banjir di Jawa Tengah, juga di sejumlah wilayah, tertutup beritanya dengan banjir Jakarta. Media dan medsos isinya tentang Anies yang dianggap tak mampu urus banjir. 

Sepi dari isu banjir tahun ini, Anies justru muncul dengan penghargaan dari TUMI (Transformative Urban Mobility Initiative) sebagai salah satu dari 21 Heroes. "Itu karya Bang Yos (Sutiyoso) dan gubernur-gubernur sebelum Anies", kata salah satu kader PDIP. 

Kalau banjir, itu karya Anies. Kalau penghargaan, itu karya gubernur sebelumnya. Seolah-olah di masa sebelum Anies, Jakarta gak pernah banjir. Dan sejak dilantik, Anies seakan tak pernah bekerja untuk Jakarta, sehingga semua penghargaan itu hasil karya para gubernur sebelumnya.

Yang buruk, karya Anies. Kalau DKI Jakarta dapat penghargaan, itu karya gubernur sebelumnya. 

Aneh! Kalau cara berpikir seperti ini lahir dari pedagang asongan, kita bisa maklumi. Tapi, ini lahir dari elit politik. Naif! Elit bangsa ini perlu belajar bagaimana berpikir rasional, obyektif dan lurus. Ini hanya soal kewarasan berpikir saja. Yang memprihatinkan, apakah rakyat akan disuguhi narasi dan praktek politik seperti ini terus? 

Ada yang ngetwitt: "Jakarta banjir 15-20 cm". Sementara akun twitter lain menulis: "Semarang tergenang 1, 5 M". Dua akun ini berasal dari institusi yang sama. 

15-20 cm dikategorikan banjir. 1, 5 M dikategorikan "tergenang." Ini mungkin hanya soal pilihan narasi saja. Orang Jawa Tengah dikenal lebih santun. Sehingga, 1, 5 M itu kategori "tergenang". Saya juga berasal dan besar di Jawa Tengah. Tapi, obyektifitas mesti jadi pondasi berpikir.

Banjir mesti dilihat sebagai bencana nasional. No politik, sehingga tidak saling menyalahkan. Yang muncul mesti rasa empati, bukan caci maki. Siapapun pimpinan daerahnya.

Jakarta, 8 Pebruari 2021

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Tony Rosyid SEMARANG
Tony Rosyid

Tony Rosyid

Previous Article

Kadiv Humas Polri Pastikan Jakarta Lockdown...

Next Article

Rekrut Anggota Baru, KPN Tuah Sepakat Sosialisasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 176

Postingan Tahun ini: 1208

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 167

Postingan Tahun ini: 1287

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 106

Postingan Tahun ini: 222

Registered: Apr 16, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 103

Postingan Tahun ini: 726

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda
Langgar Kode Etik, Kapolres Luwu Timur Pecat Satu Anggotanya
Kades Hiliwarokha Yurniat Zebua: Tidak Benar Saya Kosumsi Minuman keras
Tampil Perdana, Asmaul Husna Asal Burau Luwu Timur Hafal 500 Hadits di STQH XXXII Sulsel
banner

Follow Us

Recommended Posts

Pemdes Pancor Siapkan Mobil Ambulance Khusus untuk Warganya
Kalangan Agamawan  Abdul Wahid Minta Kapolres Maros Agresif Tangani Kasus Pembakaran Mayat
Menuju Pangkep Hebat, Satria Hasan Sammana: Sebaiknya Diprioritaskan Pembangunan dari Desa ke Kota
100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Bulukumba, PMII: Dikerja Bukan Dicerita
Mujahadah Rutin Gus Abdul Latif Santren Magelang