Tony Rosyid: Jakarta Jadi Kota Terbaik Dunia, Anies Selamatkan Wajah Indonesia

Tony Rosyid: Jakarta Jadi Kota Terbaik Dunia, Anies Selamatkan Wajah Indonesia

JAKARTA - Annoucement: Jakarta, Indonesia has won the 2021 Sustainable Transport Award! Congrutalations to the city for the exemplary achievement in public transportation, particularly with transjakarta. Begitu ungkap ITDP (Institut For Transportation and Developnent Policy) sebuah organisasi yang berbasis di New York.

Jakarta oleh ITDP dinobatkan sebagai kota terbaik dunia untuk managemen transportasi. Jakarta menyabet juara pertama Sustainable Transport Award (STA) 2021 atas program antarmoda transportasi publik. Ini untuk pertama kalinya negara di Asia Tenggara mampu menjuarai ajang STA.

Tahun lalu, Jakarta berada pada posisi runner up (nomor dua). Tahun ini juara pertama. Artinya, ada progres. Ini menunjukkan Jakarta terus mengalami perbaikan dan perkembangan.

Atas penghargaan ini, Anies telah menyelamatkan wajah Indonesia di mata dunia internasional, kata Andi Arief, politisi Demokrat. Benar kata Andi, di tengah krisis ekonomi dan rusaknya demokrasi Indonesia di mata dunia, Anies berhasil membawa Jakarta sebagai kota terbaik dunia. 

Selamat Anies! Begitu ucapan yang disampaikan sejumlah kalangan kepada Anies Baswedan, gubernur DKI Jakarta. Alhamdulillah, ini untuk Pemprov DKI. Ini untuk warga Jakarta, tegas Anies.

Ada rasa syukur. Ada kerendahan hati. Anies sadar bahwa ini semua bukan semata-mata hasil kerja dirinya, tapi kolaborasi pegawai di Pemprov DKI bersama seluruh warga DKI. Anies pun tak risau jika prestasi ini dikait-kaitkan dengan dua gubernur sebelumnya. Karena memang, semua punya kontribusi. Tak hanya dua gubernur, tapi banyak gubernur sebelumnya. Mereka ikut berinvestasi sehingga Jakarta menjadi seperti saat ini. 

Hanya saja, upaya menonjol-nonjolkan gubernur sebelumnya dengan cara menjatuhkan Anies yang terbukti berhasil menerima penghargaan atas kerja kerasnya membangun prestasi untuk ibu kota, tentu itu sikap tak bijak. 

Perlu juga diingat, di bawah kepemimpinan Anies, Pemprov DKI Jakarta mendapat WTP berturut-turut dari BPK, dan tiga penghargaan dari KPK dengan berbagai kategori. Tentu ini tak bisa serta merta diklaim sebagai prestasi pemimpin sebelumnya. Begitu juga 9 penghargaan dalam bidang komunikasi publik yang baru-baru ini diraih oleh Pemprov DKI. Dengan tetap menghormati dan mengakui peran pendahulunya, Anies perlu kita apresiasi atas kemampuannya membawa Pemprov DKI meraih banyak prestasi. 

Di mata publik, memang terasa tak adil. Jika terkait kasus Rumah Sakit Sumber Waras, tanah BMW, hasil reklamasi, dan kasus mangkraknya ratusan bus transjakarta, Anies harus menghadapi dan menyelesaikannya sendirian. Seolah tak ada keterlibatan pihak-pihak sebelumnya. Padahal, ini semua warisan masa lalu. Tapi jika menyangkut prestasi DKI, ada banyak pihak yang sepertinya tak rela dan ingin mengambil hak paten dari Anies. Tentu, ini tidak fair. 

Kembali soal transportasi, Jakarta dianggap sangat ambisius membenahi transportasi kota, begitu komentar ITDP. Ini wajar mengingat Jakarta adalah kota yang secara turun temurun macet. Ini jadi PR prioritas yang harus segera diselesaikan. Melalui program Jaklingko, Anies berupaya mengurangi tingkat kemacetan. 

Langkah Anies cukup berhasil. Dengan program Jaklingko, pengguna transportasi umum naik signifikan. Dari 360 ribuan di tahun 2017, menjadi lebih dari 1 juta di tahun 2020. Jakarta yang semula menduduki 4 besar kota termacet dunia, sekarang naik menjadi peringkat ke 10 (Tom Tom Traffic Index) 

Tak hanya Jaklingko, pembangunan trotoar dan jalur bersepeda di jalan protokol juga bagian dari sinergi langkah Pemprov DKI untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Di masa pandemi, warga Jakarta yang beralih ke sepeda naik 10 kali lipat. 

Program Jaklingko tidak saja menyatukan seluruh moda transportasi secara fisik, tapi juga biaya. 5000 rupiah, biaya yang cukup murah, hemat dan ekonomis untuk ukuran kota metropolitan seperti Jakarta.

Jadi teringat ucapan Anies: "Saya tak akan jawab dengan kata-kata, tapi saya akan jawab dengan kerja dan karya". Anies nampaknya berhasil membuktikan ucapannya itu. Warga Jakarta, juga rakyat Indonesia akan menunggu bukti-bukti berikutnya. 

Jakarta, 2 Nopember 2020

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Tony Rosyid Jakarta
JOURNALIST.ID

JOURNALIST.ID

Previous Article

Bantah Anti Media, Al Haris: Saya Orang...

Next Article

Rekrut Anggota Baru, KPN Tuah Sepakat Sosialisasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 179

Postingan Tahun ini: 618

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 76

Postingan Tahun ini: 1029

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 61

Postingan Tahun ini: 205

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 547

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Yusril Minta KPU Tunda Penetapan Pemenang Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020
Akhirnya Terjawab Sudah, MK Terima Gugatan  Dan Mengadili Perkara PSU Pilkada 2020
Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Pelaku Pembakar Rumah Di Desa Gancang Dijerat Pasal 178 KUHP Ancaman Penjara 12 Tahun
banner

Follow Us

Recommended Posts

Skrining dengan Thermo Gun dilaksanakan Personil Satintelkam Polres Kobar Sebagai Langkah Mendeteksi kesehatan Suhu Tubuh
Polres Kobar Bersama TNI dan Dishub Laksanakan Penyekatan Ke Tempat Wisata Pantai
Kapolsek Arsel Dan Babinsa Laksanakan Imbauan Protokol Kesehatan Terhadap Peziarah Di Makam Muslim Pangkalan Bun
Personil Satbinmas Polres Kobar Berikan Imbauan Prokes Sebelum Sholat Jum'at
Antisipasi Penyebaran Covid-19 Pasca Lebaran, Kapolda Jatim Tinjau Pos Check Point