Presiden Jokowi: Pedulilindungi Syarat Masuk Fasilitas Umum

Presiden Jokowi: Pedulilindungi Syarat Masuk Fasilitas Umum

JAKARTA - Aplikasi Pedulilindungi yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dijadikan syarat utama dalam memberikan izin masyarakat ketika mengunjungi sejumlah fasilitas umum ke depan. 

"Penggunaan aplikasi pedulilindungi sebagai syarat masuk pada fasilitas umum, " Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan Sekretariat Presiden (Setpres) pada Senin (23/8/2021). 

Penggunaan aplikasi di atas, seiring dengan upaya pemerintah dalam melakukan sejumlah penyesuaian kegiatan masyarakat yang tinggal di daerah yang menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Hal itu,   terhitung dari  24 Agustus hingga 30 Agustus 2021. 

Penyesuaian yang dimaksud antara lain pembukaan tempat ibadah dengan kapasitas maksimal 25 persen atau sekitar 30 orang, restoran diperbolehkan dibuka dengan kapasitas 25 persen dengan dua orang dalam satu meja, jam operasional pusat perbelanjaan atau mal diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen hingga pukul 20.00. 

Aplikasi di atas, telah bersinergi dengan sejumlah aplikasi lain milik instansi pemerintah lainnya yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Aplikasi ini mencatat, setiap masyarakat yang telah divaksin dalam beberapa waktu. 

"Vaksinasi yang semakin luas hal tersebut perlu dilakukan agar pembukaan kembali aktivitas masyarakat, " imbuhnya. 

Terkait dengan hal itu, Presiden menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan vaksinasi COVID-19 mencapai 100 juta dosis pada akhir Agustus 2021. Sebab, hingga saat ini tercatat masyarakat yang telah melakukan vaksinasi tahap satu maupun dua hanya mencapai 90, 59 juta dosis. 

"Saya minta kepada Menteri Kesehatan sampai akhir Agustus 2021 ini kita harus bisa mencapai penyuntikan lebih dari 100 juta dosis, " tuturnya. 

Adanya bantuan dari Polri dan TNI dalam melakukan vaksinasi massal di berbagai daerah akan membuat target di atas segera terwujud. Mengingat, kedua lembaga itu memiliki anggota yang dapat melakukan hal tersebut. 

"Peningkatan angka rasio kontak berat pada 20 Agustus 2021 rasio kotak berat mencapai 6, 5 jauh meningkat dibanding pada 31 Juli 2021 yang berada pada posisi 1, 9, " katanya. 

Di sisi lain, pemerintah juga selalu waspada terhadap peluang melonjaknya angka kasus positif COVID-19. Dengan cara, melakukan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan penanganan pandemi dalam beberapa ke depan. 

"Perbaikan situasi COVID-19 yang kita miliki saat ini, tetap harus kita sikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan, " pungkasnya. (***)

JOKOWI
Suharyadi, S.Pd

Suharyadi, S.Pd

Previous Article

Ini Tujuh Bidang Prioritas RAPBN 2022

Next Article

Kemensos Salurkan Bantuan Kedaruratan bagi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 76

Postingan Tahun ini: 2844

Registered: May 23, 2021

Afrizal

Afrizal

Postingan Bulan ini: 75

Postingan Tahun ini: 1803

Registered: May 25, 2021

Muh. Ahkam Jayadi

Muh. Ahkam Jayadi verified

Postingan Bulan ini: 72

Postingan Tahun ini: 116

Registered: Aug 19, 2021

Zulfahmi

Zulfahmi

Postingan Bulan ini: 51

Postingan Tahun ini: 712

Registered: Nov 23, 2021

Profle

Iswan Dukomalamo

Kota Tikep Berlakukan Kartu Vaksin Sebagai Syarat Penyebrangan Antar Pulau
Upaya Mencegah Masyarakat Dari Resiko Hukum, Kejati Malut Gelar Kegiatan Penerangan Hukum
Bus Manggarai Indah Trayek Maumere-Ruteng Tertimpa Pohon di Boawae Lima Penumpang Dilarikan ke Puskesmas
Bangunan Senilai 4, 2 Milyar Mangkrak, Ada Temuan  Korupsi

Follow Us

Recommended Posts

Bidan Disiram Air Panas Karena Tegur Tetangga yang Ribut Karaoke-an
Peringati 4 Tahun Kepemimpinan Bupati Dan Wakil, Bupati Lambar Adakan Pengajian Akbar Dan Sunatan Masal
Kapolres Sebut Pramuka  Adalah Generasi Muda Tangguh Dan Unggul