Sarjana Sampah Jadi Miliarder.!

indonesiasatu, 10 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

LABUAN BAJO - Syawaluddin, alumnus Universitas Mataram (UNRAM), Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sehari-hari bergelut dengan sampah menganggap sampah bukanlah petaka. Sampah, tidak sejorok yang di bayangkan seperti lazimnya orang lain.

Sampah adalah uang. Menurutnya sampah adalah sebuah anugerah ,sebuah sumber daya yang mendatangkan Uang. Atas pandanganya itu,semasa kuliah Syawaluddin menghabiskan waktunya dengan memungut sampah plastik dan kertas di sekitar kampus.Baginya tidak ada waktu yang berlalu begitu saja tanpa bekerja keras. Bermodalkan tekad kuat untuk meraih kesarjanaan ia pun tak malu mengumpulkan sampah yang ada di kampus itu .Ia melakoni profesi itu untuk membayar SPP kampus.

Tak peduli apa kata teman - teman ia terus mengumpulkan sampah.Bahkan, teman Mahasiswanya mengira Syawaluddin sedang gila. Ia terus saja mengumpulkan sampah untuk membiayai kuliah untuk membayar spp yang pada saat itu sebesar 285.00 per semester. Dari hasil jualan sampah ke pengepul ,sebulan ia mendapat kisaran duit sebesar 400 hingga 500.000 .

"Hasil sampah itu mengantar saya meraih gelar Sarjana.Teman- teman pun memanggil saya sarjana sampah.Karna menjadi sarjana dari hasil jualan sampah", tutur Syawaluddin.kepada Indonesiasatu.co.id. Sampah itu juga saya gunakan sebagai Mahar untuk meminang Istri saya hingga akirnya berumah tangga, kisahnya.

"Istri saya terus mensuport saya ,aku semakin semangat meraih impian untuk mensejahterakan banyak orang melalui sampah.bahkan impian saya mendirikan Bank Sampah dapat terwujud. Alhamdulillah, dengan modal awal 7.500 ribu ,saya dirikan Bank Sampah dengan nama Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB dan saya sendiri menjadi Direkturnya", ungkapnya.

Dia mengisahkan, tahun 2008 hingga 2015 usaha bank sampah miliknya menujukkan kemajuan.

"Suatu ketika Bank Sampah milik saya di lirik perusahan besar dan menyuntikkan modal", kata Syawaluddin. Dari aktifitas mengumpulkan sampah setiap hari ,kini perusahan bank sampah miliknya memiliki Omset miliaran rupiah", ungkapnya.

Tahun 2009 hingga 2015, omset kami sejumlah 7.500.000 dan melejit naik hingga 1,75 Miliar.Usaha Bank Sampah miliknya terus mendapat suport dari Direktur SDM PT.Pegadaian Pusat,Edy Isdwiarto.

Di contohkan Pak Wiarto dan pimpinan wilayah VII Denpasar PT Pegadaian, Nuril Islamiah ,selalu mensuport usaha kami  ujar Sayawaludin. Sejak 10 tahun silam, bank sampah miliknya mempunyai nasabah sebanyak 12 ribu nasabah sampah rumah tangga miskin.

"Sekarang ini saya mendapatkan uang 130 -170 juta per sekali kirim ke Surabaya.Saat ini saya mempekerjakan 90 orang dan 36 orang lainnya, di gaji sesuai UMR", terangnya.

Sementara itu, dari 173 Desa di NTB,kami dorong untuk mendirikan bank Sampah Desa.Setiap hari dari Senin hingga Minggu warga menjual sampah plastik dan kertas,kami beli dengan harga 3200 lalu kami jual ke Surabya dengan harga 5.785 rupiah. "Sekali kirim sampah ke Surabaya kami memperoleh Rp 70 Miliar.Kami juga sedang lakukan program imigrasi Tabungan,Nabung emas dengan sampah,pajak kendaraan dengan sampah", kata Syawaluddin. Kini bank sampah miliknya sudah memiliki Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia ( APSI ) .Sebuah Asosiasi untuk membantu pemerintah mengurangi timbunan sampah yang di buang ke TPAS ( tempat pembuangan akir sampah).Bahkan Gudang sampah miliknya sudah di lihat oleh Bapak Menkokemaritiman dan Investasi,Luhut B.Pajaitan.Usai menggelar HPSN di Labuan Bajo NTT,Jumat 6 Maret kemarin. Berkat kerja kerasnya, Ia di minta oleh Gubernur NTB, mendampingi program kreatifitas mengelola sampah berbasis rumah tangga. Sebuah program proiritas pemprop NTB untuk menyelamatkan Pariwisata yaitu NTB Bebas Sampah 2023 . Bagi pemerhati Lingkungan,nama Syawaluddin sudah tidak asing lagi .Berbagai prestasi telah ditorehkanya di bidang lingkungan dan kesejahteraan rumah tangga miskin. Prestasi itu pula lah yang membuat panitia pusat HPSN 2020 mengundangnya untuk mengikuti puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di Labuan Bajo yang berlangsung sejak 5-6 Maret 2020 di Labuan Bajo Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Bahkan Sabtu 7 Maret 2020 Ia di undang oleh Direktur SDM PT. Pegadaian Persero Edi Isdwiarto,untuk memberikan testimoni pada kegiatan Penyerahan Bank Sampah dan Bantuan CSR PT. Pegadaian (Persero) kepada BUMDES Batu Cermin Manggarai Barat NTT.(Louis)*

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu