Pasutri Asal Nganjuk, Buka Akses Bagikan Dana Milyaran Rupiah

tiarsin, 29 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Munculnya Rajanya Raja (King Of The King) IMD (Indonesia Mercusuar Dunia) yang menggegerkan Masyarakat Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Bukanlah yang pertama kali menghebohkan warga netizen yang mana sebelumnya juga dihebohkan oleh Kerajaan Agung Sejagat juga Sunda Empire.

Kemunculan tersebut berawal dari dua pelaku yang membentangkan Banner di pasar burung Warujayeng, pada Selasa (31/12/2019) sekitar pukul 09.00 WIB yang pada akhirnya viral di media sosial (medsos) video tersebut berisi tentang sosialisasi "bahwa IMD Mr. Dony Pedro melunasi hutang Indonesia untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang berdasarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pantauan Indonesiasatu.co.id kedua pelaku yakni Amin Gatot (53) dan Dwi Susanti (45) mereka adalah Pasangan Suami Istri (Pasutri) warga Dusun Beni, Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, akhirnya di panggil pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Warujayeng untuk dimintai keterangan pada Rabu (29/01/2020).

Menurut keterangan pelaku Amin Gatot kenal Ketua pusat IMD adalah Juanda yang beralamat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, informasi tersebut dari Suko, Desa Kelurahan Rt. 04 Rw. 01 Kecamatan Ngronggot Kab. Nganjuk," katanya.

Pelaku (Amin Gatot) juga dapat informasi lagi dari Bambang G. warga Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, bahwa pimpinan IMD adalah Mr. Dony Pedro yang beralamat jl. Wiranta, Kelurahan Cicadas, Kota Bandung, Jawa Barat.

Yang pada bulan November 2019 lalu mendatangi alamat tersebut (Bandung) bersama rombongan karena dapat kabar dari Bambang G. bahwa Romo Dony Pedro akan membagikan uang Satu Milyar Rupiah per-Kartu Keluarga (KK), yang mana perjalanan ke sana tidak perlu membawa dana lebih karena nanti akan dapat uang secara cuma-cuma", menurut Amin (menirukan ucapan Bambang G.).

Sementara itu setelah sampai di tujuan pelaku bersama rombongan tidak mendapatkan fasilitas apapun bahkan untuk mendapatkan uang Satu Milyar harus mengeluarkan uang sebesar 1,5juta Rupiah. Akhirnya hanya mengeluarkan uang sebesar 200.000 Rupiah saya pun dijadikan Ketua IMD Nganjuk oleh rekan-rekan rombongan", tambahnya.

Menurut pengakuan Dwi Susanti informasi tersebut juga di dapat dari Sri Widarti warga jl. Telasih Rt. 04 Rw. 06 Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Akhirnya saya mentranfsfer uang sebesar 1,5juta rupiah ke IMD pusat sebagai akses membuka harta Ir. Sukarno di Bank Swiss dan setiap 1rekening sebesar 1,5juta rupiah akan memperoleh 1Milyar rupiah," imbuhnya.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto membenarkan kejadian tersebut melalui Kapolsek Warujayeng Kompol Edi Hariadi yang diwakili oleh Kanit Reskrim Iptu Laksono.

Kedua pelaku setelah menjalani pemeriksaan mulai pukul 09.00 WIB. Sampai 15.00 WIB. Akhirnya dipulangkan karena keduanya merupakan korban.(Sakera/Tiarsin)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu