Nama Provinsi Minangkabau atau Melestarikan Adat dan Budayanya?

Nama Provinsi Minangkabau atau Melestarikan Adat dan Budayanya?
Roni Pasla S.H

OPINI - Beberapa minggu lalu provinsi Sumatera Barat menjadi topik hangat setelah muncul kesan diragukan dukungannya pada Negara Pancasila. Perdebatan itu menimbulkan polemik. Namun setelah itu Uda Fadli Zon mengusulkan agar Provinsi Sumatera Barat diganti nama saja menjadi Provinsi Minangkabau juga menjadi topik hangat yang beredar di media.

Orang Minangkabau pada dasarnya berpegang kepada 'adaik basandi sarak, sarak basandi kitabulah", Selain itu masyarakat Minangkabau pada umumnya memiliki sifat saiyo sakato, sailia Samudiak, sadanciang bak basi saciok bak ayam, itulah cara hidup dan memimpin orang Minangkabau.

Namun pada saat sekarang ini banyak dikalangan anak muda Minang yang tergerus mengikuti perkembangan zaman, hampir tak ditemukan lagi anak muda yang melakukan kegiatan pada malam hari di surau (Musala) seperti melakukan kegiatan silek (seni bela diri) randai, pidato adat dan kegiatan keagamaan lainnya.

Pada saat sekarang ini perkembangan teknologi 4.0 sangat berkembang pesat mengalahkan kebiasaan anak muda Minang  tempo dulu.

Sekarang anak muda yang ada di Indonesia khususnya Minangkabau di sibukkan dengan bermain game online seperti PUBG, Mobile legenda dan game lainya hingga menghabiskan banyak waktu yang terbuang sia-sia, hingga mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) juga tak kita jumpai lagi.

Tak hanya itu saja, saat ini para pemakai narkoba, dan barang terlarang lainnya banyak dari kalangan anak muda. Kenakalan remaja itu sangatlah marak terjadi di Minangkabau.

Dahulu kita di Minang selalu memakai kato nan ampek yaitunya kato mandaki, kato mandata, kato malereang, kato manurun.
Anak muda Minang sangatlh paham dengan istilah tersebut saat akan berbicara dengan lawan bicaranya, Namun saat ini hal itu seolah hilang di telan zaman.


Diminangkabau hingga saat ini masih menggunakan kepala suku ( Datuak) pemimpin dalam Suatu kaum, tapi sangat miris ada di beberapa kalangan tak mengenal siapa Datuak nya?? Atau apa sukunya??

Kita khawatir sebuah aturan yang tidak dibolehkan di Minangkabau adalah melakukan perkawinan Sasuku (Satu suku), hal itu bisa jadi dipicu akibat tak kenalnya mereka dengan siapa Datuak nya?  Apa sukunya?? Nanti adat dan budaya di Minangkabau di khawatirkan ikut hilang tergerus mengikuti perkembangan zaman, menurut penulis pemahaman adat untuk saat ini perlu di tingkatkan lagi.

Terkait nama Minangkabau yang akan di pakai untuk menggantikan nama provinsi sumatera Barat, dan  akan menjadi Provinsi Minangkabau hal itu boleh saja terjadi.

Karena menjadikan daerah istimewa Minangkabau dengan alasan besarnya kiprah orang Minangkabau dalam sejarah Republik. Secara demografis, jumlah etnis Minangkabau di Indonesia hanya berkisar sekitar 3 persen dari total jumlah penduduk. Namun, peran orang Minangkabau dalam sejarah Indonesia jauh lebih besar dari itu.

Di samping itu peran dan dominasi orang Minang dalam masa pergerakan kemerdekaan Indonesia tidaklah terbantahkan, terutama dalam periode 1920-an hingga 1960-an. Dari empat orang Bapak Republik yang namanya paling sering disebut, yaitu Soekarno, Hatta, Sjahrir dan Tan Malaka, tiga di antaranya adalah orang Minang. Mohammad Hatta adalah Proklamator RI bersama Soekarno sebagai mana yang di sampaikan Uda Fadli Zon tersebut.

Jika kita memakai nama provinsi Minangkabau menggantikan nama provinsi sumatera Barat demi mengistimewakan daerah Minangkabau mungkin itu tak menimbulkan polemik yang begitu besar.

Akan tetapi Minangkabau identik dengan kekentalan adat dan budayanya, jika kita memakai nama Minangkabau untuk provinsi sumatera Barat adalah Suatu kehormatan untuk masyarakat Minangkabau, namun di khawatirkan adat dan budayanya terus habis dimakan usia, pepatah Minang "tak lapuak dek hujan, tak lakang dek paneh janganlah sampai dilupakan.

Kita berharap jangan sampai nanti kita hanyalah mewariskan sebuah nama provinsi Minangkabau saja untuk anak cucu kita nantik. Namun tak mengajarkan tatanan hidup orang Minangkabau untuk anak cucu kita, Teruntuk Uda Fadli Zon Jika menggunakan nama provinsi Minangkabau tersebut sangatlah penting, Namun melestarikan adat dan budaya Minangkabau jauh lebih penting Uda, terimakasih atas perjuangannya di tingkat Nasional untuk masyarakat Minangkabau Uda Fadli Zon.


Di tulis oleh : Roni Pasla, SH , Alumni Hukum Pidana dan Politik, Fakultas Syari'ah, UIN IB PADANG.

Opini Sumbar
Fikri Haldi

Fikri Haldi

Previous Article

Polres Kep Seribu Tindak Lima Pelanggar...

Next Article

Rekrut Anggota Baru, KPN Tuah Sepakat Sosialisasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono

AFRIZAL

AFRIZAL

Postingan Bulan ini: 296

Postingan Tahun ini: 1715

Registered: May 25, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 249

Postingan Tahun ini: 2756

Registered: May 23, 2021

Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed verified

Postingan Bulan ini: 122

Postingan Tahun ini: 634

Registered: Sep 22, 2020

HermanDjide

HermanDjide

Postingan Bulan ini: 120

Postingan Tahun ini: 2580

Registered: Nov 23, 2021

Profle

ISWAN DUKOMALAMO verified

Kelangkaan BBM di Kota Tidore Kepulauan, Ini Respon HMI Cabang Tidore
Agenda Kunker Presiden, HMI Cabang Tidore Layangkan Pernyataan Sikap Kepada Walikota Tidore Kepulauan
Imbas dari Pilkades, 8 Unit Rumah Panggung di Jeneponto Dibongkar Paksa oleh Pemilik Lahan
Pasca Pembongkaran 8 Rumah Panggung di Jeneponto, Mulyadi Mustamu Bersedia Siapkan Lahan Sekalipun Satu Desa

Follow Us

Recommended Posts

Pejabat dan Karyawan Diskominfo Cilacap Ikuti Upacara HUT KORPRI Ke-50
Jenguk Warga yang Sakit, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Beri Bantuan Kursi Roda
Rakor Lintas Sektoral, Ditlantas Polda Banten Siapkan Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022
Sinergitas TNI-POLRI Dan Pemkab Sampang Bantu Bersihkan Pohon Tumbang Di Ponpes Nurul Alam Prajjan Camplong
Pipa Jaringan PDAM Pecah, DPRD Pekanbaru : Alasan Saja, Tak Sanggup Serahkan Ke Pemko