Masalah Hukum dan Kekuasaan

Masalah Hukum dan Kekuasaan
Teori Hukum

OPINI-Hubungan hukum dengan kekuasaan dapat dirumuskan secara singkat dalam slogan sebagai berikut:

"Hukum tanpa kekuasaan adalah angan-angan, kekuasaan tanpa hukum adalah kelaliman"

Dalam penerapannya, hukum memerlukan suatu kekuasaan untuk mendukungnya. Ciri utama inilah yang membedakan antara hukum di satu pihak dengan norma-norma sosial lainnya dan norma agama. Kekuasaan itu diperlukan oleh karena hukum bersifat memaksa.

Tanpa adanya kekuasaan, pelaksanaan hukum dimasyarakat akan mengalami hambatan-hambatan. Semakin tertib dan teratur suatu masyarakat, makin berkurang diperlukan dukungan kekuasaan. Masyarakat tipe terakhir ini dikatakan sebagai memiliki kesadaran hukum yang tinggi di lingkungan anggota-anggotanya. Hukum itu sendiri sebenarnya juga adalah kekuasaan. Hukum merupakan salah satu sumber dari kekuasaan, disamping sumber-sumber lainnya seperti kekuatan(fisik dan ekonomi), kewibawaan(rohaniah, intelegensia dan moral).

Selain itu menurut sumber bacaan filsafat dan teori hukum(2007), hukumpun sebagai pembatas bagi kekuasaan, oleh karena itu mempunyai sifat yang buruk yaitu selalu merangsang pemegangnya untuk ingin memiliki kekuasaan yang melebihi apa yang di milikinya. Contoh yang populer misalnya sepak terjanf para raja absolut dan diktator.

"Baik buruknya sesuatu kekuasaan, bergantung dari bagaimana kekuasaan tersebut dipergunakan. Artinya baik buruknya kekuasaan senantiasa harus di ukur dengan kegunaannya untuk mencapai suatu tujuan yang sudah di tentukan atau disadari oleh masyarakat yang tertib dan bahkan bagi setiap bentuk organisasi yang teratur". 

Berkaca pada pemberitaan yang di layangkan sebelumnya di indonesiasatu.id (Stop pinjam uang renternir, Disegel cat pilok koperasi saat penghuni tak dirumah, Dinas koperasi harap pro-aktif, Sekolah Tanpa Rokok, Ciptakan ketertiban lingkungan buat gaduh malam hari, Atap Sekolah rusak ) dan masih yang lainnya, adakah kekuasaan hukumnya?! tentu ada, tapi sedikit diterapkan atau sama sekali tidak ada, kalau saja masalah atau problem dimasyarakat diperkuat penyadaran-penyadaran aturan baik perdes, dan juga Perbupnya, mungkin kata tertib dan teratur didapat.

Semoga para petinggi-petinggi dapat merenungkan tulisan ini untuk menahan masalah hukum dan Kekuasaan agar menjadi sebuah keseimbangan tatanan pemerintahan yang dinamis.


Mesuji, Minggu 26 Juli 2020
Udin Komarudin Jurnalis indonesiasatu.id