Legenda Hidup Gary Kasparov versus Anatoly Karpov

Legenda Hidup Gary Kasparov versus Anatoly Karpov
foto Anatoly Karpov melawan Garry Kasparov dalam pertandingan catur dunia

HISTORI - Bagi pemirsa setia televisi di era 80an, pasti mengenal "duo legend" dari Uni Sovyet. Keduanya terkenal bukan dari sepakbola, basket atau voli, yang notabene mengandalkan fisik, tapi catur yang identik memeras otak. Gary Kasparov dan Anatoly Karpov, bisa disebut keduanya adalah icon catur dunia di masa itu, sekaligus musuh bebuyutan di ajang World Grandmaster.

Kasparov memiliki Elo rating 2804, sedangkan Karpov memiliki Elo rating 2780, dan keduanya menjadi pecatur paling tangguh di muka bumi pada masanya. 

Elo sendiri adalah metode untuk menghitung tingkat keterampilan relatif pemain, dan sistem ini digunakan sebagai peringkat. Elo berasal dari nama pencipta sistem, yaitu Arpad Elo yang berstatus ahli fisika asal Amerika Serikat.

Berbeda dengan Karman, juara catur tingkat RT, atau Wardi, juara catur tingkat RW, atau Ponari, juara catur tingkat desa, ketiganya memang pecatur tangguh, tapi mereka tak layak disebut grandmaster, lantaran tak memiliki Elo rating yang disahkan oleh Federation Internationale des Echecs atau FIDE, yaitu federasi catur dunia.

Melihat latarbelakang Kasparov, ternyata ada keunikan tersendiri, karena ia adalah alumni anak didik Mikhail Botvinnik, yang kelak bakal menjadi lawannya, dalam artian guru versus murid, yang berakhir dengan kemenangan murid. Berawal dari gelar Master nasional Uni Sovyet di usia 15 tahun, nama Kasparov langsung meroket dan sukses meraih gelar internasional pertamanya di Trinec.

Berdasarkan pengakuan Botvinnik, ia memang secara khusus melakukan regenerasi, guna mempersiapkan lawan sepadan bagi orang yang pernah menumbangkannya di tahun 1960.

Botvinnik adalah grandmaster asal Uni Sovyet yang sukses meraih gelar dunia di tahun 1931, 1933, 1939, 1944, 1945 dan 1952. Namun, nama besar Botvinnik langsung terjun bebas di tahun 1960, usai dikalahkan Mikhail Tal yang masih berusia 22 tahun dan berstatus pecatur termuda se-dunia saat itu. Tal adalah grandmaster asal Uni Soviet yang terkenal pada masa itu, dengan sebutan penyihir dari Riga.

Di tahun 1984, terjadi duel antar grandmaster tertangguh di bumi, dan kemungkinan terhebat se-tata surya, lantaran dari planet merkurius hingga pluto, belum ditemukan sama sekali adanya pecatur hebat lainnya oleh NASA.

Duel Kasparov versus Karpov menjadi sorotan dunia pada saat itu. FIDE menetapkan, pecatur yang sukses meraih 6 poin, dialah pemenangnya, dan hasil draw atau remis maupun kalah, tidak mendapat poin, dalam artian hanya 1 kemenangan 1 poin.

Saat itu, di tanah air hanya ada 1 stasiun televisi saja, otomatis hanya ada 1 sumber berita dari media televisi yang mempublikasikan duel antar pecatur kelas dunia tersebut. 

Berbeda saat ini, walaupun kecanggihan teknologi komunikasi yang disupport banyaknya media, dari televisi hingga online, serta tak ketinggalan medsos, duel antara Bejo versus Untung, yang notabene pecatur hebat tingkat RT, tak satupun media meresponnya.

Dalam duel grandmaster tersebut, Karpov unggul terlebih dahulu 5-0 atas Kasparov, dan hanya butuh 1 poin saja, gelar juara dunia berhasil diraihnya. Di game ke-6, Kasparov sukses menahan seri Karpov atau pertandingan dinyatakan remis, dan hasil tersebut terjadi hingga 17 kali game. 

Usai 17 kali bermain imbang, 3 kemenangan beruntun berhasil diraih Kasparov, sekaligus mengubah kedudukan 3-5 untuk keunggulan Karpov. Pertandingan gagal dilanjutkan, usai kedua pecatur mengalami kelelahan hingga dilarikan ke rumah sakit.

Di tahun 1985, partai ulang dilakukan FIDE, kali ini peraturan dirubah, pecatur yang berhasil meraih 12,5 poin dalam 24 game, dinyatakan sebagai pemenang, dalam artian 1 poin kemenangan dan 0,5 poin untuk hasil draw atau remis. Namun, apabila hasil poin 12-12 untuk keduanya, maka Karpov ditetapkan sebagai juara dunia.

Pada pertandingan tersebut, secara spektakuler, Kasparov sukses mengalahkan Karpov, sekaligus dinobatkan sebagai juara dunia. Dari situlah, pelan tapi pasti, nama besar Karpov mulai menurun, dan nama Kasparov naik ke peringkat atas hingga menarik perhatian perusahaan komputer.

Berawal di Hamburg, Jerman Barat, tahun 1985, untuk pertama kalinya dalam sejarah, manusia berhadapan dengan komputer dalam pertandingan catur. Kasparov sukses mengalahkan 32 unit komputer, sekaligus cikal bakal lahirnya peningkatan sistem kecerdasan mesin yang mampu mengalahkan manusia.

Deep Thought terlebih dahulu menguji kemampuan manusia di tahun 1989. Tetapi, hasilnya tetap saja, manusia lebih unggul dari mesin, atau Kasparov sukses mengalahkan mesin. 

Berlanjut di tahun 1996, IBM menciptakan Deep Blue generasi pertama, dan dari sinilah mulai ada terjadi peningkatan kecerdasan mesin, kendati masih bisa dikalahkan 2-4 oleh Kasparov. Hingga akhirnya, Deep Blue generasi kedua, tepatnya di tahun 1997, mesin berhasil mengalahkan manusia, dalam artian Kasparov dinyatakan kalah.

Sebenarnya, pertandingan catur kelas dunia dengan tingkat RT atau RW atau desa memiliki kesamaan, yaitu warna papan catur identik kotak-kotak atau umumnya berwarna hitam putih, dan buah catur yang beraneka bentuk, dari pion hingga raja. Demikian juga peraturan pertandingan, apabila posisi raja sudah terkena "skak", otomatis kemenangan diraih, tapi kalau sama tidak kuat, ujungnya pertandingan dinyatakan remis atau draw.

Perbedaan mencolok terlihat pada penontonnya, tidak ada satu suarapun pada pertandingan catur dunia, bahkan bisa dikatakan suasananya sunyi senyap. 

Sedangkan pertandingan catur tingkat RT yang biasa diadakan tiap bulan Agustus, justru sebaliknya, suasana ramai terasa jelas di partai final. Tidak cuma ramai, komentar penonton yang terdengar pemain, menambah "kecerdasan" pada pertandingan itu, dari petunjuk posisi buah catur hingga strategi menjalankan buah catur. (dodik)