Dukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar Serahkan RTSP Transmigrasi Provinsi Timtim Tahun 1984-1997 ke ANRI

Dukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar Serahkan RTSP Transmigrasi Provinsi Timtim Tahun 1984-1997 ke ANRI
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendeklarasikan penguatan komitmen pimpinan di lingkungan Kemendes PDTT untuk mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA).

Deklarasi dilakukan dalam kegiatan pencanangan GNSTA dan Penguatan Komitmen Pimpinan di lingkungan Kemendes PDTT pada Kamis (1/10) di Kantor Kemendes PDTT.

Adapun isi deklarasi komitmen pimpinan yakni pertama mendukung GNSTA, kedua melaksanakan pengelolaan arsip dengan baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, ketiga Mewujudkan tertib arsip sebagai program berkelanjutan.

Keempat, melaksanakan pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan pengelolaan arsip. Kelima, membangun kesadaran kesamaan persepsi dan peningkatan seluruh pegawai pada unit kerja terhadap nilai guna dan manfaat arsip.

Menteri desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam arahannya menyampaikan, Kemendes PDTT yang dibentuk pada 2014 memperoleh nilai "buruk" dengan nilai 28, 98 dalam hasil pengawasan kearsipan yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 2016.

Seiring dengan waktu dan komitmen yang kuat dari pimpinan dilingkungan Kemendes PDTT, alhasil pada tahun 2018 memperoleh kategori "baik" dengan nilai 82, 94 dan pada 2019 meningkat meraih kategori “AA" atau Sangat Memuaskan dengan nilai 90, 38 dari hasil pengawasan kearsipan yang juga diselenggarakan ANRI.

"Kita ingin apa yang telah diraih kemendes PDTT dalam hal kearsipan bisa terus ditingkatkan, " ujar Mendes PDTT.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini menyampaikan bahwa kearsipan bagi dirinya adalah membangun sejarah. Jadi, supaya Apa yang sudah dilakukan, pernah dilakukan dan nantinya akan menjadi catatan penting.

"Apapun yang terjadi di Indonesia itu perlu didokumentasikan sedemikian rupa, sedemikian tertibnya, sedemikian bagusnya sehingga kapan pun, setiap ada penggantian kepemimpinan, pasti akan memiliki jejak yang sangat bagus dan tertata, " katanya.

Dalam kesempatan pencanangan GNSTA, Gus Menteri menyerahkan arsip statis tahun 2020 kepada plt Kepala Anri, Taufik. Adapun arsip yang di serahkan kepada Anri merupakan arsip berupa arsip tekstual, peta, microfish dan foto klise mengenai Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP) Transmigrasi Provinsi Timor Timur tahun 1984-1997

"Penyerahan ini didasari kesadaran untuk kontribusi dalam penyelamatan arsip sebagai memori kolektif bangsa Indonesia. Arsip ini penting karena sejarah tidak bisa menghilangkan dan dihilangkan. Apapun, Timor Timur pernah menjadi bagian dari NKRI, " katanya.

Dalam pencanangan GNSTA di lingkungan Kemendes PDTT, turut dihadiri oleh seluruh Pejabat eselon 1 yakni Dirjen PPMD sekaligus menjabat sebagai Plt Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, Dirjen PKTrans M. Nurdin, Dirjen PDT Samsul Widodo, Dirjen PKP2trans Hari Pramudiono, Dirjen PDTu Aisyah Gamawati, Dirjen PKP Herlina Sulistyorini, Plt Irjen Ekatmawati, Kabalilatfo Eko Sri Haryanto serta sejumlah pejabat lainnya. (***)

KEMENDES
JOURNALIST.ID

JOURNALIST.ID

Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi: Smart Village Persiapkan Desa Bersaing di e-Commerce Previous Article

Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi: Smart Village Persiapkan...

Tingkatkan Kewirausahaan, FEB Usakti Jakarta Gelar Pelatihan Model Bisnis Bagi UMKM dan Wirausaha Muda Next Article

Tingkatkan Kewirausahaan, FEB Usakti Jakarta Gelar...

Related Posts

banner

Follow Us

Recommended Posts

Selang Beberapa Menit, Tersangka Penikaman Di Kawasan Megamas Berhasil Diamankan Tim Paniki Polresta Manado
Tidak Patuhi Prokes, Kapolda Sulut Bakal Bubarkan Kerumunan
Setelah Kediri, Aset TNI-AD di Bojonegoro Ditinjau Danrem 082/CPYJ
Saat Pelantihan Saksi, Calon Bupati Simalungun Nomor Urut 4 Langgar Protokol Kesehatan?
banner