Bernilai Ekonomis Tinggi di Pasar Dunia, Warga Nagari Simabur Menggelar Pelatihan Budidaya Vanili

Bernilai Ekonomis Tinggi di Pasar Dunia, Warga Nagari Simabur Menggelar Pelatihan Budidaya Vanili
Photo : jonihermanto.journailist.id

TANAH DATAR -Tanah Nusantara pernah begitu terkenal di dunia dengan produksi rempahnya. Salah satu yang bernilai tinggi adalah vanili.

Di dunia, vanili Indonesia diakui paling berkualitas dan bahkan mengalahkan negara muasal vanili, Perneli atau Panili, Meksiko. Dilintasi garis khatulistiwa dengan garis edar matahari yang begitu dekat membuat vanili Indonesia digandrungi dunia.

Bahkan, masyarakat Eropa punya julukan khusus untuk vanili Indonesia, 'Java Vanilla Beans'. Diartikan secara harafiah, berarti 'polong vanili Jawa', meski tak semua vanili Indonesia berasal dari Pulau Jawa.

Hingga kini, masyarakat di pedesaan masih ada yang membudidayakan vanili, meski tak seintensif pada masa jayanya, di kisaran sebelum tahun 1980-an.

Salah satunya masyarakat Nagari (Desa) Simabur, Kec. Pariangan, Kab. Tanah Datar.

Dalam sambutan pada pelatihan budidaya Vanili bagi kader PKK dan Posyandu yang diselenggarakan di TPA Masjid Makmur, Selasa (28/07) Wali Nagari Simabur Zulbahri berharap kepada peserta pelatihan agar mengikuti acara sebaik mungkin selama 6 hari , tujuannya bagaimana nanti kader PKK dan Posyandu bisa berbagai ilmu ditengah masyarakat.

"Program pelatihan budidaya Vanili ini yang pertama kali diadakan di Kabupaten Tanah Datar, diharapkan, nantinya kegiatan kita ini menjadi percontohan bagi daerah lain," tuturnya. 

Sementara itu Hendra Armen Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Nagari Simabur mengatakan jadikan budidaya Vanili sebagai komoditi baru dan andalan selain Cabe, sayur dan sawah.

"Pelatihan budidaya tanaman Vanili adalah inovasi dari Nagari Simabur, tanaman ini mempunyai nilai ekonomi yang cukup bagus, untuk itu diharapkan kepada peserta PKK, Posyandu dan mahasiswa KKN dari UIN Iman Bonjol Padang dan IPB Bogor untuk mengikuti acara sampai selesai harapannya nanti kalau bisa berbagi ilmu dengan masyarakat, " jelasnya. 

Banyak sekali peminat untuk bercocok tanam tanaman vanili ini, dikarenakan buah vanili adalah salah satu buah termahal yang laku di pasaran dunia. Mengingat akan kebutuhan vanili yang merupakan kebutuhan di banyak bidang usaha seperti bahan penyedap aroma makanan kue, snack, wafer, biskuit, susu, cokelat, roti, minuman, bahkan kepentingan cosmetic hingga  pharmacy, dan masih banyak lagi.

"Pertanian vanili dapat di lakukan di lahan yang sempit, dan dekat dengan rumah alias tidak perlu jauh dari rumah, tidak perlu lahan luas seperti menanam padi atau jagung atau tanaman pangan lainnya," tutup Jhon Sonnya Moyara petani Vanili sekaligus nara sumber acara.

Liputan : Tim

Editor : Joni Hermanto