Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia Minta Kementan Tepati Janji Benahi Data Pertanian

Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia Minta Kementan Tepati Janji Benahi Data Pertanian
Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera menepati janji soal pembenahan dan sinkronisasi data pertanian Indonesia. Menurutnya, data pertanian ini menjadi sangat penting karena akan menjadi pondasi penting dalam setiap tahapan dalam pengambilan keputusan. Apalagi, data pertanian ini menjadi basis dalam penentuan prioritas program kerja guna mewujudkan pertahanan pangan.

“Kita itu butuh data. Data itu penting loh. Data ini pondasi berpijak mulai dari ada berapa jumlah petani, ada berapa luas tanah, volume potensi produksi, dan seterusnya. Kalau data ini tidak bisa ditentukan dengan sinkronisasi, maka tidak bisa ketemu sampai kapanpun. Mau ganti periode pun maka akan menjadi permasalahan yang sama karena datanya tidak pernah dibenahi, ” tegas Riezky di sela Rapat Dengar Pendapat dengan para dirjen Kementerian Pertanian, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Dirinya pun juga menyayangkan beberapa program kerja Kementan menjadi tidak efektif dan tidak fokus akibat data pertanian yang tidak valid. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus maka akan mengakibatkan target pencapaian tidak akan terwujud. Riezky, mempertanyakan janji Kementerian Pertanian yang akan menyelesaikan pembenahan data lewat program agriculture forum.

“Tidak bisa kita (Komisi IV DPR RI, red) berbicara konkrit apabila data tidak pernah diselesaikan. Masalah data yang katanya akan terjawab dengan program agriculture forum, kami pertanyakan dong apa output-nya? Kok datanya masih berantakan?” tanyanya.

Seperti yang diketahui, program kerja sektor pertanian seperti mata rantai yang terintegrasi dengan beberapa mitra, setiap keputusan akan berpengaruh pada sektor lainnya. Ia berharap Kementan  fokus menyelesaikan pembenahan dan sinkronisasi data.

Jika bicara soal pangan, maka penentuan prioritas berdasarkan data valid menjadi kewajiban. “Prinsipnya basic data is everything. Hari ini data itu menjadi pondasi agenda pemerintah ke depan. Ini masalah yang sangat mendasar, ” pungkas Riezky. (ts/es)

Riezky Aprilia DPR RI KOMISI IV
Update

Update

Previous Article

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades:...

Next Article

Anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fauzi: Investigasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 280

Postingan Tahun ini: 1312

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 245

Postingan Tahun ini: 1365

Registered: Sep 22, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 168

Postingan Tahun ini: 791

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 159

Postingan Tahun ini: 275

Registered: Apr 16, 2021

Profle

Widian.

Diduga Sebut Yorri Bukan Orang Toraja, Dakka: Apakah Tidak Ada Bahasa yang Santun
Tak Pernah Pegang Kartu ATM, Bansos PKH Diduga Dicairkan Pengurus
Orang Tua Korban Pemukulan di Nagori Sihaporas Akui Buat Laporan Palsu Ke Polres Simalungun Karna Disuruh
Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda
banner

Follow Us

Recommended Posts

Kedai Sampan Suguhkan Konsep unik Kuliner di Kalimantan Timur
Pangdam IV/Dip : Bersama Kita Mampu Atasi Pandemi Covid-19
Prank Call Center 110, Polres Luwu Timur Pulangkan 13 Pelaku Anak Bawah Umur
Bupati dan Wabup Rohil Hadiri Sosialisasi Membangun Pemahaman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi di Pekanbaru
Tekan Kasus Covid-19 Meningkatkan, Polresta Tangerang dan 3 Pilar Sebar 28.928 Masker di 119 Titik