Anggota Komisi IV DPR RI, Renny Astuti: Pemerintah Perlu Upayakan Satu Desa Satu Penyuluh Pertanian

Anggota Komisi IV DPR RI, Renny Astuti: Pemerintah Perlu Upayakan Satu Desa Satu Penyuluh Pertanian
Anggota Komisi IV DPR Renny Astuti

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Renny Astuti mendorong pemerintah melalui Kementerian Petanian untuk memperhatikan sebaran penyuluh pertanian. Berdasarkan aspirasi yang diserap di dapilnya, banyak penyuluh pertanian yang kesulitan untuk menjangkau desa-desa yang menjadi wilayah kerja penyuluh pertanian lapangan (PPL). Untuk itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BP2SDMP) perlu mengupayakan satu penyuluh tiap desa.

"Masih ada penyuluh yang seorang diri harus meng-cover 3 sampai 5 desa. Ke depan, kami berharap sekali, mudah-mudahan nanti satu penyuluh bisa meng-cover hanya satu desa saja. Karena kalau satu penyuluh harus meng-cover beberapa desa, ini kan ada desa-desa tertentu yang tidak bisa dijangkau sama sekali. Apalagi di dapil kami itu sangat ekstrim. Ada desa yang hanya bisa dilalui lewat jalur air saja, tidak mungkin mereka mengcover itu, " kata Renny dalam rapat dengar pendapat bersama jajaran Kementerian Pertanian di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Meski begitu, Politisi Fraksi Gerinda tersebut mengapresiasi upaya pemerintah untuk memberikan bimbingan teknis bagi penyuluh pertanian di sejumlah daerah. Berdasarkan bahan yang dipaparkan BP2SDMP, diketahui bahwa fokus kegiatan penyuluhan dan pengembangan SDM 2022, salah satu target ialah petani yang dapat menerapkan teknologi sekitar 80 persen. Untuk itu, pihaknya mendukung agar pelatihan-pelatihan terkait dapat terus berlanjut.

"Karena ini amanah, ada ucapan terima kasih dari para penyuluh yang telah menjadi peserta didik di bimtek (bimbingan teknis, red) yang sudah dilakukan kemarin. Ternyata dari hasil pertemuan kami dengan para penyuluh, sebelumnya sudah hampir 2 tahun tidak pernah ada bimtek, sehingga bimtek yang dilakukan sangat diharapkan dari mereka, " imbuh Legislator daerah pemilihan Sumatera Selatan I tersebut.

Rapat dengar pendapat yang membahas ABT 2021 dan RKA K/L Tahun Anggaran 2022 tersebut dihadiri oleh jajaran Kementerian Pertanian diantaranya Sekretariat Jenderal, Dirjen Perkebunan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan.

Terkait anggaran yang diajukan, Fraksi Gerindra meminta semua jajaran Kementerian Pertanian untuk senantiasa menyelenggarakan perencanaan anggaran, baik ABT 2021 dan RKA K/L TA 2022, yang berpihak dan melindungi kesejahteraan petani, serta terpenuhinya pangan dari produksi dalam negeri. Kesejahteraan petani harus menjadi perhatian pemerintah dan hal itu menjadi tolak ukur keberhasilan seluruh kegiatan yang dilakukan.

"Kami menyayangkan penurunan NTP dan NTUP pada bulan April dan terus menurunya NTP & NTP sektor Tanaman Pangan dari mulai awal tahun 2021,  sekali lagi kami minta ini menjadi perhatian serius dari Kementan. Selain itu, kami kembali mengusulkan agar harga dikembalikan menjadi harga dasar gabah (HGD) seperti tahun 1969 hingga 2000 karena memberi jaminan  keuntungan bagi petani minimal 30 persen, tidak lagi memakai HPP, " ungkapnya.

Hingga saat ini konversi lahan sawah menjadi non sawah dinilai masih cukup tinggi, sementara upaya cetak sawah baru cenderung berjalan lamban. Selain itu  adanya perubahan iklim dan tata kelola air irigasi yang kurang optimal. Hal ini berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional. Mengingat peningkatan anggaran di tahun 2021 cukup besar, Renny meminta agar anggaran tersebut betul-betul bisa digunakan secara optimal bagi peningkatan sektor ketahanan pangan.

"Badan Litbang Pertanian tadi dalam paparan disampaikan ada penambahan anggaran di ABT sebesar Rp9 miliar. Fraksi Partai Gerindra meminta agar Balitbangtan lebih serius melakukan riset untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang ada, serta mengembangkan inovasi teknologi budidaya sehingga produksi hasil pertanian bisa lebih tinggi, " pungkasnya.

Renny berharap di tahun 2021 ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian bisa terus meningkatkan kesejahteraan petani dan tersedianya pangan yang bergizi dengan harga yang terjangkau dan mudah diakses bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketahanan pangan juga menjadi penting mengingat masih belum finalnya rencana induk (masterplan) food estate untuk mendukung capaian target RPJMN 2020-2024 yang disusun oleh Bappenas. (alw/es)

Renny Astuti DPR RI KOMISI IV GERINDRA
Suharyadi, S.Pd

Suharyadi, S.Pd

Previous Article

Kejaksaan Agung Pasang Papan Penyitaan Aset...

Next Article

Anggota DPR RI Guspardi Gaus: Tenaga Honorer...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 275

Postingan Tahun ini: 870

Registered: Jan 24, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 209

Postingan Tahun ini: 2127

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 204

Postingan Tahun ini: 2098

Registered: Feb 19, 2021

Agung widodo

Agung widodo

Postingan Bulan ini: 151

Postingan Tahun ini: 375

Registered: Jun 16, 2021

Profle

F.M. Ali Paser

18 Laptop SMPN 2 Panti Raib Dicuri, Sat Reskrim Polres Pasaman Ringkus Tersangka
Kadis Pendidikan Pangkep Sabrun: Semua Guru Honorer Berpeluang Jadi P3K 2021
Bayi 3 Bulan Ini Terlantar, Gara Gara Dua Ibu Saling Cakar dan Ditahan Polsek Mauk Tangerang
Ridhawati Kecewa, Pasien Sakit Disuruh  Pulang

Follow Us

Recommended Posts

Dinkes Sumbar Targetkan 414.582 Stok Vaksin Habis September Ini
Bupati Way Kanan Hadiri Pembukaan Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan PAUD-HI
Polemik Tapal Batas di Tidore Utara, Ini Tanggapan Kabag Pemerintahan
Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Miras Tanpa Izin, Pelaku Menjual Secara Online
Gusmiyadi Apresiasi PT Bridgestone "Respon Cepat Perbaiki Jalan Menuju Nagori Dolok Khataran