Anggota DPR RI Netty Prasetiyani: Pastikan Distribusi Vaksin Berbasis Kesehatan Masyarakat

Anggota DPR RI Netty Prasetiyani: Pastikan Distribusi Vaksin Berbasis Kesehatan Masyarakat
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher

JAKARTA - Bio Farma mengakui pasokan vaksin Covid-19 tidak mencukupi target percepatan vaksinasi dari pemerintah. Stok yang ada hanya mampu mencukupi target 1 juta suntikan per hari. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memastikan stok vaksin dalam negeri aman dan memprioritaskan distribusi melalui pemerintah daerah. 

"Bagaimana pemerintah mewujudkan target 3-5 juta dosis suntikan per hari, jika stok vaksin kurang? Bahkan beberapa daerah sudah mengeluhkan kekosongan vaksin. Jangan sampai kekosongan vaksin menjadi hambatan dalam percepatan herd immunity, " kata Netty dalam rilis yang diterima Parlementaria, baru-baru ini.

Jadi, lanjut Netty, pemerintah harus memiliki  strategi  dan upaya ekstra guna mencukupi kebutuhan vaksin. “Lakukan percepatan pengadaan vaksin, antara lain melalui skema vaksin hibah dari WHO atau negara sahabat lainnya. Optimalkan peran sebagai anggota Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) agar lebih banyak mendapatkan stok vaksin gratis, " kata Netty. 

Selain itu, politisi F-PKS itu juga mendorong agar pemerintah meningkatkan  kapasitas produksi vaksin dalam negeri  dengan mengolah vaksin bentuk bulk. “Indonesia membutuhkan jumlah vaksin yang sangat besar. Pemerintah harus mendorong industri farmasi dalam negeri meningkatkan kapasitas produksi agar vaksin dalam bentuk bulk bisa segera diolah menjadi vaksin siap suntik, ” tambahnya. 

Terkait info stok vaksin di sejumlah daerah  yang dilaporkan mulai menipis, bahkan ada yang sudah habis, Netty meminta pemerintah memeriksa proses distribusi vaksin. “Pastikan penyaluran vaksin  merata dan berbasis pada risiko dan target prioritas atau public health (kesehatan masyarakat), bukan pada ekonomi maupun politik. Jangan salah gunakan distribusi vaksin pada  hal-hal selain kepentingan kesehatan masyarakat. Prioritaskan distribusi melalui pemerintah daerah, ” katanya.

Netty juga mengatakan bahwa saat ini tingginya risiko dan angka kasus tidak hanya terjadi di Jawa - Bali. Oleh karena itu, lanjutnya,   daerah di luar Jawa-Bali juga harus mendapat perhatian yang proporsional  dalam pendistribusian vaksin. “Bisa kacau jika distribusi vaksin tidak menggunakan indikator  kesehatan masyarakat.  Saat ini daerah berisiko tinggi juga terjadi di luar  Jawa - Bali. Memprihatinkan jika daerah-daerah tersebut kekurangan vaksin dan bahkan stoknya kosong, " tutup legislator dapil Jawa Barat VIII. (rnm/sf)

Netty Prasetiyani Aher KOMISI IX PKS DPR RI
Suharyadi, S.Pd

Suharyadi, S.Pd

Previous Article

Inilah Arahan Jaksa Agung RI Dalam Rangka...

Next Article

Anggota DPR RI Martin Manurung Minta Menteri...

Related Posts

Peringkat

Profle

Afrizal verified

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 237

Postingan Tahun ini: 2831

Registered: Sep 25, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 211

Postingan Tahun ini: 2401

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 164

Postingan Tahun ini: 2390

Registered: Sep 22, 2020

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 98

Postingan Tahun ini: 534

Registered: May 7, 2021

Profle

Munafir Tumpinyo

Publik Kecewa, Kerinci Kembali Urutan Buncit MTQ Tingkat Provinsi
Satpol PP Batang Tak Berkutik Hadapi Galian C Ilegal
Riuh Dibicarakan Masyarakat, Ijazah Paket Balon Pilkades Diduga Palsu
Kejaksaan Agung Perintahkan Kajati sumbar dan Kajari Pessel Segera Eksekusi Bupati Pessel

Follow Us

Recommended Posts

Gubernur Riau Tunjuk Suhardiman Amby Sebagai Plt Bupati Kuansing
Irdivif 2 Kostrad Hadiri Acara Video Conference Taklimat Awal Current Audit Itkostrad di Ge
Walikota Sungai Penuh Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Manar Muhajirin
Unit Reskrim Polsek Beringin Amankan 3 Pemuda Ranmor
Seksi Provost dan Pengamanan Internal Cek Setiap Ruangan, Pastikan Semua Personil Patuhi Prokes