Wayan Gendo Suardana Tantang Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, Bersuara Terkait Rencana Reklamasi Teluk Benoa

lilikbadung, 25 Jun 2019,
Share w.App T.Me

DENPASAR - Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta yang menyebut aksi tolak reklamasi Teluk Benoa pada hari minggu dengan sebutan "ngae-ngae gen" (ada-ada saja). Koordinator Umum ForBALI Wayan Gendo Suardana mengaku heran dengan sikap Nyoman Parta yang mau jadi DPR RI seharusnya agak logis dan bicara yang baik.

"Kalau di bilang ada-ada saja, ada-ada saja gimana? Kalau Nyoman Parta hanya melihat aksi hari minggu saja bisa dia ngomong begitu. Pernyataan ini kan dari enam tahun, Parta dari enam tahun ngapain saja?" tegas Wayan Gendo Suardana saat di konfirmasi Jurnalis Indonesia Satu Biro Bali (25/6).

"Apa dia pernah menemui selama ini dengan aksi-aksi yang di gelar ForBALI. Aksi ke DPRD Bali sudah belasan kali, satu kalipun tidak di terima," ungkapnya.

"Kami aksi hari kerja sering, aksi pagi juga dulu sering kami lakukan. Nggak juga pernah diterima. artinya jangan kemudian cari pembenaran gara-gara aksinya hari minggu," kata Gendo."Kalau DPRD punya kepedulian, semestinya bisa saja datang ke DPRD untuk melihat aksi rakyatnya," imbuhnya.

"Jangan sok-sok an ketika di sindir rakyat, terus baru mau menerima? Silahkan saja menerima dan itu dengan senang hati," tegasnya.

Terkait permintaan Nyoman Parta agar aksi digelar jam 10 pagi, Gendo justru merasa aneh. Sebab katanya, mengapa Nyoman Parta yang menentukan aksi rakyat jam 10 pagi. " Kalau mau menerima jam kantor, kalau nggak rela hari liburnya di gunakan untuk menerima rakyat, karena saking sibuknya DPRD Bali ini sehingga enam tahun nggak tidak bisa menerima rakyat, sehingga butuh istirahat, kenapa dia menentukan jam 10 pagi? Memang setelah jam 10 pagi DPRD Bali mau kemana? Seperti kami nggak tahu DPRD Bali ngapain aja kok," herannya.

" Jam kantor itu jam 09.00 - 17.00 Wita. DPRD ngantorlah sampai sore. Mengapa membatasi rakyat jam 10? Itu Nyoman Parta yang justru ngae-ngae gen (ada-ada saja). Mikir dong," ujarnya.

Poster undangan aksi yang dilakukan ForBALI sudah terbuka dan di ketahui publik. Harusnya Nyoman Parta dan DPRD Bali bisa menyiapkan diri.

"Nggak usah heroik (Parta). Udah nggak guna. Ini sudah enam tahun kok. Kalau gerakan ini setahun kemarin, bolehlah gagah-gagahan," ujarnya.

"Gini aja, DPRD Bali datang ke Sekretariat kami, berani nggak? Kita debat, Kita dialog, Kita cari kepastian sikap DPRD Bali. Kalau berani tunjukkan sikapnya. Parta berani nggak nolak reklamasi Teluk Benoa?" singgungnya.

Gendo berharap, DPRD Bali bersikap secara kelembagaan untuk bersuara terkait rencana reklamasi Teluk Benoa.

"DPRD Bali mestinya buat pansus atau paripurna dan kemudian ada sikap resmi yang disampaikan," pungkasnya.(GUN)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu