Toko Jamu Milik "JK" di Kawasan Bandulan Digerebek Aparat Kepolisian Sukun Karena Menjadi Distributor Miras

INDONESIASATU.CO.ID:

Malang:Sebuah toko jamu di Bandulan, Kecamatan Sukun,Kota Malang pada Minggu (4/11/2018),digerebek oleh aparat kepolisian dari Polsek Sukun kota Malang,karena juga menjual miras berbagai merk."Banyaknya pengaduan dari masyarakat tentang kerusuhan dan perkelahian akibat menenggak minuman keras itulah yang akhirnya kami selidiki,"kata Kapolsek Sukun kota Malang Kompol Anang Tri Hananta.

Menurut Kapolsek,dari pengaduan masyarakat tersebut akhirnya dilakukan pemantauan oleh aparat dan semua kawasan yang terindifikasi menjual miras langsung dilakukan penggeledahan.Dan dari hasil penyelidikan ditemukan beberapa titik yang diduga menjual miras,antara laim kawasan jalan Pisang candi juga kawasan Bandulan kota Malang."Semua penjual miras tanpa ijin kami tidak tegas,"papar Kapolsek Sukun.

Menurut Kompol Anang Tri Hananta ntuk miras oplosan sebanyak 5 drum berhasil disita di jalan Pisang candi.Setelah operasi di kawasan Pisang candi selanjutnya operasi dilakukan di kawasan Sukun.Namun aparat kepolisian tidak berhasil menemukan barang bukti walau telah melakukan penyelidikan sebelumnya di salah satu rumah yang dicurigai.

Penyisiran berlanjut di sebuah toko jamu di kawasan Bandulan.Kapolsek menjelaskan sebuah toko jamu milik seseorang berinisial JK ini digeledah toko juga rumahnya.Dan akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya berbagai macam miras berbagai merk dan saat itu juga sempat ada miras yang baru datang.Petugas sempat menyanggong datangnya miras tersebut.

Toko jamu milik JK tersebut menurut Kapolsek termasuk kategori distributor miras yang cukup besar.Dari sinilah diambil pasokan miras untuk sejumlah toko yang menjual miras.

Selain itu toko jamu ini juga menjual miras eceran kepada pembeli."Yang kesita ini totalnya jika diuangkan sekitar 15 juta,karena harganya beragam,"jelas Kapolsek.Kapolsek berharap pemerintah daerah membuat peraturan daerah (Perda) yang lebih tegas sehingga ada efek jera,karena Perda yang ada selama ini sanksinya ringan."Kalau Perda direvisi sanksinya harus tegas,misalnya sanksi bisa ditutup tokonya ,dipenjara lebih lama dan lain-lain.

"Selama ini hanya masuk tindak pidana ringam (Tipiring),paling kurungan 3 bulan,6 bulan dan dendanya hanya ratusan ribu.Ibarat mereka dagang 6 hari saja,yang sehari disita masih untung 5 hari,"paparnya

"Warga masyarakat apabila menemukan toko atau kios yang diduga menjual miras agar segera menginformasikan ke aparat kepolisian,"ujar Kapolsek.

Sekitar 50 dus berisi 483 botol miras berbagai merek berhasil diamankan oleh aparat saat penggerebekan.Polisi juga menemukan 5 drum Miras oplosan.Semua barang bukti itu dibawa ke Polsek Sukun untuk diamankan.(Hendro B.L)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita