Tiga Warga Pakis Kabupaten Malang Terlibat Jaringan Pengedar Ganja

INDONESIASATU.CO.ID:

Malang:Satreskoba Polres Malang kota berhasil lagi membekuk 3 warga Kecamatan Pakis kabupaten Malang. Mereka ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) setelah diketahui menyimpan narkotika jenis ganja dan sabu.

Dalam jumpa pers dengan awak media rabu 7/11/2018,Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polres  Malang Kota Ipda Bambang Herianta menjelaskan bahwa dari ketiga tersangka tersebut, awalnya polisi menangkap seorang tersangka berinisial AFF (22) pada 5 November 2018 lalu. Warga Jalan Tangkilisan Saptorenggo kecamatan Pakis kabupaten Malang ini tertangkap di jalan Sudimoro Kelurahan Mojolangu kota Malang. "Tersangka AFF ditangkap bersama barang bukti berupa satu bungkus plastik kecil narkotika jenis ganja," kata Bambang.

AFF yang sehari-harinya bekerja sebagai wiraswasta ini mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial EF (26) alias Gundul.Polisi segera bergerak dan berhasil membekuk warga Asrikanton kecamatan Pakis kabupaten Malang ini bersama barang bukti berupa 10 plastik kecil berisi ganja, sebuah klip kecil sedang ganja, dan bungkus kertas coklat berisi narkotika jenis ganja. "Kami juga mengamankan barang bukti berupa dua buah lakban warna coklat berisi ganja dengan berat sekitar setengah kilogram,"kata Ipda Bambang.

Dari penangkapan EF dikembangkan oleh Polisi dan diketahui jika dia menitipkan barangnya ke seorang berinisial SGP (25) alias Singkek, warga Wendit Barat Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. "Saat dilakukan penangkapan terhadap SGP, didapatkan barang bukti berupa satu linting rokok berisi narkotika jenis ganja dan empat bungkus plastik klip kecil berisi sabu, satu bungkus warna hitam, dan sebuah jaket untuk menyimpan narkotika,"paparnya.

Bambang menjelaskan, jaringan pengedar narkotika ini telah menjadi target operasi selama dua minggu. Sasaran peredarannya di wilayah kota dan kabupaten Malang. "Untuk jaringannya masih DPO,dan akan kita lakukan pengembangan lebih lanjut," ungkap Bambang.

Akibat perbuatannya, tiga tersangka tersebut dijerat pasal yang berbeda. Untuk AFF dijerat  pasal 111 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun penjara. Sedangkan tersangka EF melanggar pasal 114 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara.

Ipda Bambang juga menjelaskan bahwa untuk sementara tersangka dijerat pasal 111 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun penjara. Ia dikenai dua pasal karena saat ditangkap memiliki narkotika jenis sabu dan ganja.(Hendro B.L)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita