Terkait Proyek Beton Gunakan Alat Manual, Rekanan Buka-Bukaan

INDONESIASATU.CO.ID:


Pandeglang - Perihal peningkatan jalan Karoya - Gunung Jalu yang diduga proses pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai standar specifikasi kontruksi lantaran menggunakan alat manual 'Molen', seperti yang telah diberitakan Indonesiasatu.co.id, menjadikan pihak rekanan selaku penyedia proyek tersebut merasa tidak nyaman. 

Kepada Indonesiasatu.co.id melalui pesan singkat (SMS), via telphon selular,  Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Kabupaten Pandeglang, Ade Dewa, Rabu, (10/10), mengaku, lembaganya telah melakukan investigasi lapangan, dan banyak menemukan kejanggalan pada teknis pekerjaan dilokasi, diantaranya kontruksi yang diduga tidak memenuhi standar specifikasi.

Bahkan pelaksana juga menggunakan alat manual 'molen', sehingga menyebabkan lambatnya pekerjaan, yang pada akhirnya mengganggu terhadap aktivitas warga sekitar.

Selain itu menurut Ade, pihaknya pun telah meminta keterangan dari pihak rekanan dengan menemui langsung Direktur perusahaan CV. BERDIKARI JAYA, H Endin.

Dalam keterangannya kata Ade, selaku direktur H Endin menjelaskan kenapa proyek itu menggunakan alat manual 'Molen'...?, itu karena pihak konsultan perencanaan pada kegiatan tersebut diduga telah menyalahi aturan. Bahkan proyek itu seakan dipaksakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang.

Lebih lanjut ujar Ade, pihak rekanan pemilik perusahaan CV BJ, H Endin pun blak-blakan mengaku kalau pekerjaan tersebut ada kesalahan perencanaan konsultan. " Ya dia menjelaskan begitu gamblang perihal proyek itu kepada saya ini kutipan kalimat yang dia sampaikan kepada saya, 'Jujur, saya hanya di pinjam Bendera oleh pengusaha berinisial 'HI', dan pelaksana lapangan saudara 'DD', warga pasar heubeul Pandeglang. Ya jadinya begitu tuh kalau dari awal perencanaannya sudah salah. Pasti akan berdampak pada pekerjaan yang gak bener', Demikian yang dikatakan H Endin kepada saya", tutur Ade

Sebagai lembaga kontrol sosial Ade menyesalkan peristiwa pelaksanaan pekerjaan proyek pemerintah berjalan seperti itu. Dan itu diduga akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Untuk itu Ade berharap TP4D seperti pihak Kejaksaan jangan tutup mata. Dan sudah sepatutnya pihak kejaksaan memanggil segera pihak- pihak terkait untuk dimintai pertanggung jawabannya seputar pelaksanaan proyek tersebut, yang jelas merugikan negara. (dhank)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita