Terkait Pengecer BBM Pertamina, Kapolres Mamuju Keluarkan Edaran

gideon, 12 Sep 2019,
Share w.App T.Me

 

 

Mamuju - Kepala kepolisian resort (Polres) Mamuju, AKBP Mohammad Rivai Arvan mengeluarkan himbauan kepada para pelaku usaha pengecer BBM/Pemilik Pertamini dengan Nomor.      : B/66/VIII/2019/Polres Mamuju Klasifikasi : Biasa 
Perihal.      : Himbauan.
 
Menurutnya,berdasarkan pasal 2 peraturan pemerintah nomor 36 tahun 2004 tentang kegiatan usaha pembelian,penyimpanan dan penjualan bahan bakar minyak (BBM) harus berbentuk badan usaha bukan perorangan.
 
Maka itu,ia menghimbau bagi pelaku usaha pengencer BBM dan pemilik Pertamini yang tak dapat memperlihatkan surat izin usaha dapat dipidana sesuai ketentuan pasal 53 Undang-undang Nomor 22 tahun 2001.
 
Sementara pasal lainnya yakni,Pasal 23 tentang pengelolaan tanpa memperhatikan izin usaha pengelolaan dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling tinggi Rp 50 Miliar.
 
Sedangkan pengangkutan tanpa ada izin usaha dipidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling tinggi Rp 40 Miliar.
 
Sementara penyimpanan tanpa memperlihatkan izin usaha dipidana penjara 3 tahun denda Rp 30 Miliar.
 
Sedangkan bagi pelaku
Niaga yang tanpa memperlihatkan izin usaha dipidana 3 tahun penjara dan denda Rp 30 miliar.
 
Sedangkan bagi pelaku pengangkutan atau niaga BBM yang bersubsidi pemerintah diancam penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp 60 miliar.
 
“Sesuai pasal 55 Undang-undang Nomor 21 tahun 2001,”terangnya.Rabu (10/9).
 
Dijelaskan pula bahwa pemilik pertamini yang ada di Mamuju rata-rata tidak memiliki izin usaha.
 
“Mereka hanya memiliki izin penjualan campuran yang digunakan yang telah dikeluarkan dinas perdagangan,”ungkapnya.
 
Selain itu mudah terbakar dan meledak serta dibutuhkan tempat khusus untuk penyimpanan.
 
Maka itu kapolres menghimbau kepada pengencer dan pemilik pertamini agar mentaati peraturan hukum sebelum pihak kepolisian melakukan tindakan tegas berupa penegakam hukum untuk menghindari terjadinya kebakaran karena mengabaikan standar berniaga BBM.
 
“Saya sudah perintahkan anggota untuk melakukan sosialisasi ke pemilik pertamini, jika nantinya tidak juga diindahkan hingga batas waktu ditentukan,baru kami ambil tindakan tega,”imbuhnya.
 
Siapapun bisa memiliki usaha seperti ini asalkan sesuai ketentuan yang ada termasuk memperhatikan dampak lingkungannya.
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu