Temukan Ikan Pakai Formalin, Dinas Pangan Pesisir Selatan Minta Masyarakat Waspada,

indonesiasatu, 28 Feb 2019,
Share w.App T.Me

PESISIR SELATAN - Dinas Pangan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) temukan sebagian besar ikan pasokan luar daerah yang dijual pedagang di daerah itu mamakai bahan pengawet jenis formalin. Temuan itu berdasarkan dari hasil pemeriksaan labor sebagaimana sampel yang diambil pada November 2018 lalu di beberapa pasar tradisional.

Agar tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, sehingga Dinas Pangan Pessel melalui petugas kembali memastikan apakah pemakaian formalin itu masih terus berlangsung, dengan cara turun langsung ke lapangan Selasa (26/2).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pangan Pessel, Alfis Basyir kepada pesisirselatan.go.id Selasa (26/2).

"Berdasarkan sampel yang diambil pada November 2018 lalu. Ikan yang dijual oleh pedagang di beberapa pasar tradisional positif memakai formalin setelah dilakukan uji labor. Beberapa oknum pedagang tersebut sudah disurati. Untuk memastikan apakah masih tetap memakai bahan pengawet jenis formalin, sehingga hari ini kita turun ke lapangan untuk kembali dilakukan uji labor," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa ikan yang dinyatakan positif berformalin itu merupakan pasokan pedagang yang berasal dari luar daerah.

" Sedangkan ikan dari hasil tangkapan nelayan lokal, dinyatakan negatif, atau tidak memiliki bahan pengawet," jelasnya.

Berdasarkan hasil temuan pada November 2018 lalu itu, sehingga dia meminta kepada masyarakat agar lebih teliti lagi bila akan membeli ikan.

Dijelaskanya bahwa salah satu ciri-ciri yang harus diketahui oleh masyarakat terhadap ikan yang berformalin, bisa dilihat dari bentuk tekstur kulitnya yang padat, sementara dagingnya lembek dan lunak.

" Ciri-ciri lainya yang mengindikasikan bahwa ikan yang dijual menggunakan pakai formalin itu adalah tidak dikerumuni lalat. Sebab zat yang terkandung pada formalin juga ditakuti oleh lalat. Maka bila ada ikan yang dijual pedagang tidak dihinggapi lalat, patut dicurigaai terindikasi memakai formalin," ungkapnya.

Bahkan yang paling mudah bisa diketahui dari baunya. Ikan yang telah dilumuri formalin baunya sedikit amis dan bercampur busuk. Karena itu, masyarakat sebelum membeli, terlebih dahulu mencium ikan yang akan dibeli.

" Beberapa pedagang yang positif menjual ikan mengandung formalin sebagai mana uji labor pada November 2018 lalu itu, sudah disurati. Jika masih membandel, akan kita tindak tegas," ujrnya.

Beberapa jenis ikan yang terdeteksi positif memakai formalin itu diantaranya, ikan tongkol, sisik, ambu-ambu dan berbagai jenis ikan lainya mulai dari berat paling rendah 1 kilogram. (***)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu