Temu Guru Kreatif di Kab Probolinggo di Temu INOVASI

diankusumadewi, 03 May 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

PROBOLINGGO: Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar khususnya di Kab Probolinggo, Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar kegiatan “Temu INOVASI Kab Probolinggo Dalam Rangka Mendukung Gerakan Literasi dan Penerapan Kelas Rangkap” yang diselenggarakan di Kab Probolinggo.

Kegiatan ini merupakan implementasi dan dampak positif dari pelaksanaan Program INOVASI di Kab Probolinggo dimana Kab Probolinggo merupakan salah satu kab / kota mitra Program INOVASI di Jawa Timur.

Dihadiri oleh 300 undangan, selama satu hari kegiatan ini diisi dengan pameran produk inovasi dan kreativitas dari para guru dan kepala sekolah, serta hasil karya siswa, dan dialog interaktif dalam rangka membangun generasi yang literat dan implementasi kelas rangkap di Kab Probolinggo.

Tujuan kegiatan ini, agar perubahan dan inovasi yang sudah dilakukan oleh para kepala sekolah dan guru, dapat di diseminasikan kepada sekolah-sekolah lainnya se-Kab Probolinggo.

Program INOVASI di Jawa Timur, diawali dengan analisa data Dapodikmen tahun 2017, dimana jumlah guru kelas yang tersedia di Kab Probolinggo terdapat kekurangan guru kelas tingkat kabupaten sekitar 248 guru yang tersebar di 16 kecamatan, dimana secara geografik paling banyak ditemukan di lereng pegunungan Bromo dan Argopuro.

Melalui kegiatan Perencanaan Program INOVASI di Kabupaten Probolinggo pada 20 Agustus 2018, disepakati program multigrade / kelas rangkap menjadi solusi pembelajaran di sekolah kecil dan kekurangan guru dapat teratasi untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.

Pembelajaran kelas rangkap sendiri merupakan penggabungan sekelompok siswa yang mempunyai perbedaan usia, kemampuan, minat, dan tingkatan kelas, di mana dikelola oleh seorang guru atau beberapa guru. Pembelajaran kelas rangkap merupakan salah satu strategi yang cukup efektif untuk mengatasi kekurangan guru, dengan menghasilkan pembelajaran yang lebih berkualitas untuk siswa dari dua tingkatan yang berbeda.

Sementara itu di Kecamatan Paiton, diberikan penguatan dalam bidang literasi, dimana di daerah tersebut angka mengulang kelas 1 cukup tinggi dikarenakan masih banyak siswa yang belum bisa membaca dan menulis.

Sehingga berdasarkan hal tersebut, Kab Probolinggo melaksanakan program rintisan multigrade/kelas rangkap di Kecamatan Sukapura dan literasi di Kecamatan Paiton.

Menurut Direktur Program INOVASI, Mark Heyward, permasalahan kekurangan guru di wilayah-wilayah terpencil tidak hanya menjadi masalah di Jawa Timur, namun menjadi masalah di hampir semua provinsi di Indonesia. Dengan adanya Program rintisan kelas rangkap di Sukapura, dia berharap dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat diadopsi

oleh provinsi lain sehingga dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kekurangan guru.

Secara terpisah Bupati Probolinggo Tantriana mendukung Program INOVASI hadir di Probolinggo. Terutama membantu sekolah-sekolah kecil yang kekurangan guru di wilayah pelosok di Probolinggo. "Saya sangat senang INOVASI datang membawa solusi mengatasi permasalahan kekurangan guru di wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Probolinggo. Melalui kelas rangkap ternyata ini menjadi solusi permasalahan kami terkait kekurangan guru. Implementasi ini bisa menjadi motivasi kami untuk bisa mengembangkan kelas rangkap di wilayah-wilayah lainnya dan menjadikan Kabupaten Probolinggo percontohan nasional," ungkapnya.

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu