PT Poa Agro Industri Siapkan Investasi Awal Rp 2 Triliun untuk Kembangkan KEK Mandeh Pesisir Selatan

INDONESIASATU.CO.ID:

PESISIR SELATAN - Rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bukit Ameh yang berlokasi di Kawasan Wisata Mandeh Kecamatan Koto XI Tausan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terus dimatangkan.

Upaya itu dilakukan karena telah adanya investor yang serius untuk mengembangkan kawasan itu, dengan nilai investasi mencapai Rp 2 triliun. Hal itu diungkapkan Bupati Pessel, Hendrajoni kepada pesisirselatan.go.id Senin (4/3).  

Disampaikanya bahwa potensi besar yang dimiliki Kawasan Wisata Mandeh di sektor pariwisata, membuat pemilik modal sangat berminat untuk menanamkan investasinya di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh tersebut.

"Saat ini memang sudah ada pemilik modal yang serius untuk berinvestasi mengembangkan KEK Bukit Ameh di KWBT Mandeh. Pemodal dengan nilai investasi awal mencapai Rp 2 triliun itu adalah PT Poa Agro Industri, group PT Dempo," jelasnya.   

Disampaikanya bahwa rencana pengembangan KEK Bukit Ameh tersebut sudah dimulai sejak tahun 2017. Secara bertahap proses pengembanganya terus dilakukan, termasuk juga kunsultasi publik untuk Amdal dan rencana tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RT/RW).

Dijelaskanya bahwa sesuai Undang-undang (UU) Nomor 39 tahun 2009, KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geo ekonomi dan geo strategis.

Keberadaannya berfungsi menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Mandeh dinilai salah satu kawasan yang cocok dikembangkan menjadi KEK pariwisata dengan luas sebagai mana dipersayaratkan 400 hektare.

" Dari luas 400 hektare itu, seluas 200 hektarenya merupakan lahan milik nagari. Secara otomatis lahan seluas itu juga merupakan milik daerah, dan Pemda telah berkoordinasi dengan unsur-unsur yang ada di nagari. Sedangkan sisanya seluas 200 hektare milik masyarakat yang proses pembebasan lahanya sudah dalam tahap penghitungan oleh tim Appreisal, dengan anggaran yang sudah disediakan sebesar Rp 15 miliar" jelasnya.

Terkait keseriusan investor itu, dijelaskanya sudah disampaikan kepada menteri pariwisata. Pihak Kementerianpun berjanji akan mempersiapkan masterplantnya.

Sedangkan terkait dengan izin lingkungan dan Amdal, akan difasilitasi pula oleh Kementrian Kemaritiman.

"Berdasarkan komitmen dari berbagai pihak itu, baik dari investor maupun dari dua Kementrian tersebut, maka saya optimis KEK Bukit Ameh KWBT Mandeh akan segera terwujud," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Hadi Susilo juga menjelaskan kepada pesisirselatan.go.id bahwa hingga saat ini progres persiapan pengembangan KEK Bukit Ameh terus dilakukan oleh daerah itu.

"Pihak investor, pemerintah daerah dan juga dari Kementrian terkait sudah mempersiapkan semua persyaratan adminsitrasi yang dibutuhkan. Kita juga telah diberi jalan untuk melakukan kepengurusan berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut," ujarnya.

Ditambahkan lagi bahwa untuk pengembangan KEK Bukit Ameh tersebut, Pemda Pessel bersama DPRD setempat juga telah menyepakati untuk merevisi peraturan daerah (Perda) tentang RT/RW.

"Berdasarkan hal itu, dia optimis pembangunan pengembangan KEK Bukit Ameh KWBT Mandeh akan segera terwujud," timpalnya. (***)

  • Whatsapp

Berita Terkait

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita