Proyek Jembatan Desa Koto Panjang Gagal Total

INDONESIASATU.CO.ID:

Kerinci, Harapan Masyarakat Desa Koto Panjang Kubang Kec. Depati VII, yang ada di bantaran Sungai Batang Merao, untuk memilki memilki jembatan Penghubung, antara rumah warga yang ada diseberang pupus sudah, dua tahun berturut-berturut dianggarkan biayanya akan tetapi pekerjaan tidak juga kunjung selesai.

Sebagaimana kenyataanya pada tahun anggran 2018. pekerjaan dilaksnakan oleh CV. BUANA GRAHA KSTRUKSI. dengan nilai kontrak Rp. 481.824.588. Yang kembali mengalami kegagalan karena diduga tidak profesional. Dalam melaksankan pekerjaan pembangunanya, ditambah lagi dengan cuaca yang kurang bersahabat, bahkan besi leger jembatan sempat hanyut saat air sungai batang Merao meluap. 

Sebagai mana yang disampaikan Himawan, bersama rekannya yoseprizal, koordinator LSM Respect, kepada media ini, 03/01, dirinya sangat menyayangkan pembangunan jembatan tersebut  gagal totoal, sehingga anggran rupiah yang telah direncanakan dan tidak terserap sebagai mana yang telah direncanya.

Ditambahkan, saya sangat berharap. Kepada dinas pekerjaan umum kabupaten kerinci, untuk menganggarkan kembali untuk ditahun berikutnya dan memilih rekanan yang lebih profesional, sehingga apa yang menjadi program pemerintah dapat lebih dengan  mudah  terwujud sebagai mana Progaram yang telah dicanangkan   oleh pemerintah daerah dibawah kepemimpinan H. Adi Rozal,   dan kepada perusahaan yang telah gagal  melaksankan pembangunan Jembatan ini ini dapat diberlakukan sanksi administrasi bahkan balcklis, sebagai mana yang tertuang dalam PEPRES No. 16 Tahun 2018 Dan UUD No. 02 tahun 2017. Tentang Jasa Konstruksi, tegasnya, (Ber. Doni. JIS

  • Whatsapp

Index Berita