Peringati Hari Ginjal Sedunia, RSUD Kertosono Adakan Gathering

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Bertambah tahun, penderita gagal ginjal semakin tinggi. seperti yang ada di RSUD Kertosono, kalau dilihat bangunan yang berdiri megah dengan fasilitas yang cukup memadahi termasuk ruang taman yang indah sebagai penupang pasien dapat segera mendapatkan kesembuhan, mengingat pola hidup dan kondisi lingkungan sekarang yang sudah tidak baik lagi. Namun, pola hidup yang tidak sehat menjadi salah satu faktor penyebab masalah yang bisa dikatakan tidak bisa disembuhkan ini.

Seperti yang ada di ruangan Hemodialisis yang merupakan salah satu unit pelayanan bagi pasien cuci darah yang mempunyai fasilitas lengkap serta tenaga medis yang profesional yang ada di RSUD Kertosono salah satu intalasi yang banyak diminati pasien dari berbagai daerah karena lokasinya di tiga kabupaten Jombang,Nganjuk dan Kediri (Bangjuri).

Dimana letak RSUD Kertosono tidak hanya melayani pasien dari Nganjuk sendiri,tetapi juga melayani pasien dari luar Nganjuk, ada pula yang datang dari madiun entah karena apa penderita ginjal lebih senang datang di RSUD Kertosono,padahal rumah sakit tersebut masih memiliki tipe C bahkan masyarakat lebih memilih di karenakan kalau berobat aksesnya tanpa hambatan dan letaknya di jalan raya provinsi.

Informasi yang dihimpun wartajatim.com dilapangan M.Syarief (52) warga Desa Sambiroto Kecamatan Baron menyampaikan dihadapan semua tamu undangan rasa trimakasih kepada RSUD Kertosono pasalnya istrinya sampai saat ini diberikan umur panjang berobat di sini.

"Saya berharap supaya RSUD Kertosono memiliki dokter spesialis ginjal yang ahli dibidang itu agar masyarakat yang  mengalami bisa langsung ditangani dan juga tidak begitu jauh apalagi letaknya sangat strategis,"kata pria yang baru dilantik Kades Sambiroto.Kamis (21/3/019) pagi

Menanggapi berbagai macam problematika Direktur RSUD Kertosono Tien Farida Yani mengatakan kepada tamu undangan,trimakasih atas dukungan dari semua elemen masyarakat,semoga kedepan RSUD bisa memberikan pelayanan terbaik buat penderita umumnya masyarakat Nganjuk.

"Saya sampaikan trimakasih semoga dalam memperingati hari ginjal sedunia kami bisa memberikan pelayanan terbaik, semoga RSUD Kertosono dapat menjadi tipe B,"papanya.

Lanjut Tien Farida Yani, hari ini RSUD Kertosono memperingati hari ginjal sedunia, semua berkumpul baik keluarga dan juga pasien untuk saling bersilaturrahmi, berbagi kebahagian bersama dokter dan semua jajaran rumah sakit.

Kepala Intalasi Hemodialisa Dr Suharyono dalam memperingati hari ginjal menyampaikan apabila penderita telah divonis gagal ginjal stadium satu,dua dan tiga berarti orang tersebut harus mengerem karena terakhir stadium itu sampai lima.

"Kalau sudah stadium lima mau gak mau harus cuci darah,"terangnya.

Sementara Bupati Nganjuk H.Novi Rahman Hidayat yang berhalangan hadir diwakili Kadinas Kesehatan H.M.Nurcholis mengajak masyarakat untuk selalu mengajak menjaga kebersihan diri dan lingkungan sehingga resiko penyakit menular dapat diminimalisir,"sambungnya

Terpisah Anggota Komisi IV DPRD Nganjuk Karyo Sulistiyo mengapresiasi RSUD Kertosono dalam mensikapi keluhan penderita gagal ginjal.

"Hal ini ,tentunya harus disikapi serius rumah sakit dan juga tenaga medisnya kalau perlu ditambah biar penangananya cepat dan profesional,"jelasnya.

Diahir acara yang dihadiri Forpimda dan Forpincam Nganjuk beserta semua keluarga berkumpul bersama antara pasien dan jajaran RSUD Kertosono disamping itu Direktur memberikan tali asih kepada beberapa keluarga pasien agar kekeluargaan terjalin baik. (Adv/kusno)

 

  • Whatsapp

Index Berita