Pengadilan Putuskan Cabut Hak Politik Bupati Nganjuk 2013-2018 Non Aktif

INDONESIASATU.CO.ID:

SURABAYA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, menjatuhkan hukuman berupa pencabutan hak politik Bupati Nganjuk nonaktif, Taufiqurrahman. Keputusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Surabaya, I Wayan Sosiawan. Setelah menggelar sidang vonis atas kasus tindak pidana korupsi selama menjabat Bupati Nganjuk, Jumat (22/6/2018).

“Menjatuhkan pidana berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam suatu pemilihan yang diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan selama tiga tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani masa penahanan,” ujar hakim membaca amar putusannya.

Selain itu, Taufiq juga di jatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda sebesar Rp 350 juta kepada Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman.

“Mengadili, menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda sebesar Rp 350 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar harus diganti dengan empat bulan penjara,” kata hakim I Wayan Sosiawan.

Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa KPK dalam sidang sebelumnya yang meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 600 juta.

Setelah hakim membaca putusan, terdakwa Taufiq lalu berkordinasi dengan tim kuasa hukumnya. Beberapa saat kemudian, dia menyatakan pikir-pikir atas putusan terhadap dirinya itu.

Demikian halnya jaksa penuntut umum dari KPK, juga menyatakan pikir-pikir alias memanfaatkan waktu tujuh hari untuk memutuskan banding atau tidak terkait putusan ini.

“Pikir-pikir pak hakim,” jawab jaksa saat ditanya hakim.

Taufiqurrahman yang merupakan Bupati Nganjuk periode 2013-2018 ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap sebesar Rp 298 juta terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Operasi tangkap tangan (OTT) itu terjadi, Rabu (25/10/2017) lalu tak jauh dari sebuah hotel di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Di hotel itulah dilakukan serah terima uang Rp 298 juta.(Sol/kang)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita