PELNI Siap Laksanakan Angkutan Lebaran 2019

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (PELNI) mengaku telah siap melaksanakan angkutan lebaran dengan kapal laut yang akan berlangsung selama satu bulan mulai Selasa (21/5/2019). Meningkatnya animo pengguna jasa kapal PELNI sejak awal 2019 dari 852.255 menjadi 1.172.143 pelanggan atau naik rata-rata 38 % per bulan dibanding tahun lalu, PELNI menghimbau kepada masyarakat untuk mengatur waktu bepergian sesuai dengan ketersediaan tiket p ada momen angkutan lebaran 2019.

Kepala Kesekretariatan PELNI, Yahya Kuncoro mengatakan bahwa animo pengguna jasa kapal PELNI mengalami peningkatan sejak awal 2019, dari 852.255 menjadi 1.172.143 pelanggan, atau naik rata-rata 38 persen per bulan dibanding tahun lalu. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro mengatakan :"bahwa prediksi kenaikan penumpang sebesar 3,5 % dibanding realisasi tahun 2018 dari 604.202 menjadi 625.599 pelanggan. “PELNI tidak menambah armada, namun akan menambah frekunsi di ruas-ruas prioritas di daerah kantong- kantong penumpang” , terang Yahya pada acara jumpa pers sekaligus buka puasa bersama dengan media di Restoran Bebek Bengil, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Ruas kantong-kantong penumpang meliputi 3 wilayah pelayanan. Wilayah Barat di antaranya ruas Batam-Belawan, Sampit-Semarang, Sampit-Surabaya, Kumai-Semarang, Kumai-Surabaya, Batam-Tanjung Priok. Pada wilayah ini, PELNI akan mengoperasikan 6 frekuensi reguler, 21 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 27 frekuansi. Wilayah Tengah terdiri ruas Balikpapan-Surabaya, Makasar-Bima, Tarakan-Parepare, Nunukan-Parepare, Makasar-Labuan Bajo, Baubau-Makasar, Kupang-Lewoleba, Balikpapan-Makasar, Bontang-Awarange, Kupang-Makasar, Makasar-Maumere dan Ambon-Baubau.

Pada ruas ini PELNI mengoperasikan 32 frekuensi reguler, 15 frekuensi tambahan, totalnya ada 47 keberangkatan. Wilayah Timur terdiri ruas Ambon-Bandaneira, Manokwari-Sorong, Jayapura-Biak, Sorong-Manokwari, Manokwari-Biak, Ambon-Tual, dan Biak-Makowari. PELNI mengoperasikan 23 frekuensi reguler, 8 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 31 frekuensi keberangkatan.

“Dari 3 wilayah ada 61 frekuensi reguler, 44 frekuensi tambahan, totalnya 105 keberangkatan,” ujar Yahya. Pada lebaran tahun 2019 ini, PELNI menyiapkan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut 33.608 pax atau seat per hari.

PELNI juga melayani 46 kapal trayek perintis menyinggahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 pax per hari. Pergerakan pada arus mudik didominasi dari Kalimantan Port, Sulawesi Port dan Batam-Belawan. Sementara pada arus balik dominan dari Jawa Port terutama Surabaya dan Semarang.

Urutan 10 besar penumpang tertinggi diprediksi selama arus mudik terdiri Cabang Makasar 31.651, Balikpapan 23.399, Batam 20.545, Kumai 15.781, Sorong 12.527, Manokwari 11.130, Sampit 10.957, Tanjung Priok 10.483, Jayapura 10.226 dan Tarakan 9.088 pelanggan. Sedangkan untuk arus balik tertinggi diprediksi dari Cabang Surabaya 32.777, Baubau 26.059, Makasar 24.044, Belawan 16.080, Semarang 15.255, Balikpapan 14.175, Sorong 10.214, Pare-pare 8.594, Batam 8.214 dan Jayapura 7.750 pelanggan.

“Diprediksi tahun 2019, Makassar masih tetap nomor 1 untuk arus mudik, sedangkan arus baliknya diprediksi dari Surabaya,” tutur Yahya.

  • Whatsapp

Index Berita