MTs Negeri 8 Kediri Peringati Hari Santri Nasional

atmojo, 22 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019 MTs Negeri 8 Kediri yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri menggelar Upacara bendera. Upacara ini diikuti lebih dari 1000 santri dan guru serta staf tata usaha. Upacara ini bertempat di Halaman Sekolah MTsN 8 Kediri, Selasa (22/10/2019) pukul 07.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB. 

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, gaungnya sudah mulai ramai. Kalau sebelumnya masih sosialisasi dan terkesan sepi maka tahun ini bersamaan munculnya Undang-Undang Pesantren yang akan berdampak positif pada pengembangan pesantren gaung hari santri makin menggema.

Terlihat rangkaian upacara  Hari Santri Nasional 2019 dengan tema 'Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia' di MTs Negeri 8 Kediri dapat berjalan khusuk, tertib dan lancar.

Dra. Fikrotul Azizah, M.Ag. Kepala MTs Negeri 8 Kediri  mengatakan, bahwa kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di MTs Negeri 8 Kediri dengan maksud untuk mengenalkan dan mensosialisasikan bahwa anak-anak yang sekolah Madrasahpun, termasuk di MTs Negeri 8 Kediri juga bisa disebut santri. 

Pengertian Santri itu adalah semua orang yang mendalami ilmu agama yang terus menerus dan memiliki sifat watak yang mulia. Santri sangat hormat kepada guru dan ilmunya serta melakukan kebaikan sebagai prioritas menjauhi larangan dan mengutamakan keselamatan dunia akhirat. 

Waka Humas MTSN 8 Kediri, Kholil Rurohman, M.Pd.I menuturkan, bahwa tentang pengertian santri dari sisi bahasa dalam jargon Santri ada 5. Yang terdiri dari huruf Sin, Nun, Ta, Ra, dan Ya

1. Sin : Salikun Ilal Akhiroh, Artinya Selalu menuju ke akhirat. 
2. Nun : Naibun 'anil Masyayih, Artinya Mengganti guru
3. Ta : Tarikun 'anil ma'ashi,  artinya Meninggalkan maksiat.
4. Ra : Roghibun fil khoirat, artinya Mencintai kebaikan-kebaikan
5. Ya : yarjus Salamah, Artinya mengharapkan keselamatan.

Islam yang ada di Indonesia dibawa para wali, merupakan Islamisasi, nilai-nilai islam yang diterapkan yakni, Islam yang santun, beradab, humanis dan toleran. 

Fikrotul menegaskan, bahwa Hari Santri merupakan hari paling bersejarah di kalangan santri Indonesia, di mana perjuangan dan pergerakan para santri dalam mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

"Melalui resolusi jihad yang dikumandangkan Rais Akbar KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, menjadi pendorong semangat  perjuangan 10 Nopember 1945. 

Oleh karena itu, kemerdekaan Indonesia yang diraih merupakan peran serta para santri dan sebagian dunia luar sudah mulai mengakui atas perjuangan itu," imbuhnya. 

Ia menambahkan, bahwa Kegiatan sebelumnya Sabtu kemarin digelar doa dan istighotsah dalam upaya ikut serta berdoa untuk keselamatan, persatuan, dan keamanan bangsa. 

Fikrotul berharap ke depan bahwa Santri yang sesungguhnya di Madrasah dimanapun hendaknya menerapkan nilai santri dalam kehidupan di madrasah, bukan sekedar label dan formalitas belaka. 

"Dengan meningkatkan pembelajaran yang kondusif maka kualitas anak didik semakin meningkat yang akan berimbas pada SDM yang berkualitas maka akan berdampak kesejahteraan yang melahirkan strong Civilization,   masyarakat sipil yang kuat maka Bangsa Indonesia semakin maju,"ungkapnya. (prijo) 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu