Mengulas Sejarah Menopang Inovasi Menjadi Destinasi Wisata Desa

INDONESIASATU.CO.ID:


Pandeglang, Banten,- Mengulas sejarah, mungkin tidak akan cukup untuk diceritakan hingga regenerasi. Namun sejarah dapat dijadikan sebagai penopang sebuah inovasi.

Indonesiasatu.co.id, kali pertama ini sekilas akan mengulas sejarah keindahan pesona alam diwilayah kabupaten yang dilihat dari letak geografis berada diujung barat pulau jawa, yang berhadapan langsung dengan selat sunda ini, ternyata banyak menyimpan keindahan pesona alam yang terkandung didalamnya, mulai dari pesona pegunungan hingga pesona pantai dengan pesisir pantai yang terbalut pasir putih, ditambah dengan jutaan biota Laut dan terumbu karang yang exsotik menjadikan kabupaten yang dijuluki sebuah kota sejuta santri seribu ulama ini, begitu mempesona. Bahkan jika ditata dengan baik tentu akan sangat menggairahkan dan menambah destinasi wisata di negeri ini.

Bagaimana tidak...? Dengan garis pantai yang begitu luas, menyajikan suguhan yang begitu indah, terlebih jika kita berada disore hari, disaat matahari mulai tenggelam, dengan ditemani deburan ombak yang begitu bersahabat, akan memunculkan sebuah panorama alam, sehingga akan terasa kenyamanan berada ditengah fenomena alam yang begitu mengagumkan.

Selain pantai Kabupaten Pandeglang juga memiliki pegunungan AKARSARI, terdiri dari Gunung Karang, Gunung Asepan dan Gunung Pulosari. Tidak hanya itu, pandeglang juga dikenal sebagai kota badak. Dimana terdapatnya hewan purba yang habitat terakhirnya dari populasi Badak Jawa yakni, badak bercula satu, dan kini menempati Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK),di wilayah selatan pandeglang.

Ketika Indonesiasatu.co.id berkunjung kesalah satu kecamatan, tepatnya di Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang. Para pemangku kebijakan diwilayah tersebut ternyata tengah melakukan pendataan terhadap titik lokasi sejarah yang bisa diijadikan sebagai objek wisata. Melalui inovasi desa yakni sebuah program Kementrian Desa RI saat ini, Camat Saketi beserta seluruh kepala desa dan unsur Muspika Kecamatan Saketi, berencana dalam waktu dekat ini akan mendata dan meng-inventalisir serta menggali potensi wisata yang selama ini tidak terjamah namun memiliki histori yang dapat dijadikan sebuah tempat rekreasi baik itu wisata alam atau wisata religi dari sejarah kisah seorang raja yang pernah berjaya pada masanya, serta kisah wali Allah SWT dalam mensiarkan agama islam, tentunya dengan balutan keajaiban atas kuasa Allah, yang di amanatkan pada Wali Allah dari para pendahulunya, hingga dapat menguasai tanah jawara yang saat ini dikenal sebagai Provinsi Banten. 

Camat Kecamatan Saketi, Hasan Bisri ketika bincang-bincang bersama indonesiasatu.co.id belum lama ini mengaku dirinya menyambut baik program Inovasi desa Kementrian Desa RI. Karena menurutnya kegiatan ini dinilai sangat baik. Dengan adanya program tersebut tentu akan memberikan banyak manfaatnya terhadap kemajuan Kecamatan Saketi bisa terekspose yang tadinya tidak terekpose ke publik.

"Melalui program inovasi desa ini kita bisa mengangkat  sebuah potensi yang sangat indah ini yang ada di wilayah Kecamatan Saketi. Dan itu merupakan anugrah dari Allah SWT, di titipkan untuk kita pelihara", tandas Camat

Lebih lanjut kata Camat, objek wisata yang tadinya terpendam dan kini melalui ekspose tentu dapat memperkenalkan terhadap masyarakat, merupakan hal yang sangat positif.

"Di Kecamatan Saketi kebetulan berada di kaki Gunung Pulosari yang Berhadapan langsung tentu ini menjadi garda terdepan dengan hutan lindungnya. Dari empat belas desa yang ada, hampir seluruhnya memiliki potensi wisata baik religi dan keindahan alamnya yang tak kalah indah dari tempat - tempat yang sudah terkenal di Provinsi Banten. Dan saya yakin setelah meninjau langsung ke lokasi yang ada di beberapa desa, lokasi tersebut merupakan pesona yang Eksotis yang tersembunyi di Kecamatan Saketi", ujarnya

Dikatakan Camat yang belum genap menjabat satu tahun memimpin Kecamatan Saketi mengaku saat ini semua lokasi objek wisata disetiap desa tersebut akan diusulkannya dalam inovasi desa yang masih dalam keadaan alami, dan belum terjamah. 

"Sedikit demi sedikit kami bersama masyarakat desa Di Kecamatan Saketi saat ini mulai melakukan penataan agar keindahan alam tersebut bisa di kunjungi dan di nikmati baik oleh masarakat lokal. Maupun Oleh masarakat luar. Saya yakin dengan usaha dan semangat para kepala desa dan masyarakat di Kecamatan Saketi bisa menjadi tujuan wisata alam dan wisata religi di Provinsi Banten. 

Ketika indonesiasatu.co.id mempertanyakan bagaimana langkah dan upaya yang akan di tempuh pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang maupun oleh Pemerintah desa ? Hasan pun menjelaskan, untuk mengoptimalkan program pengembangan wisata alam dan wisata religi di Kecamatan Saketi, sejauh ini masih ada kendala pada infrastruktur jalan yang belum maksimal. 

Oleh karenanya kata dia, pihaknya bersama para kepala desa akan mengusulkan pembangunan jalan desa tahun depan yang anggarannya dari Dana Desa. "Namun jika DD tidak mencukupi tentu kami akan meminta bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang. Langkah ini harus kami tempuh. Karena program inovasi desa dengan mengembangkan sektor pariwisata tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga yang sebelumnya hanya tertumpu di sektor pertanian saja", imbuhnya

Sementara ditemui terpisah Kepala Desa Langensari Kecamatan Saketi, Restu Sugrining Umam kepada indonesiasatu.co.id mengaku bangga dan merasa terpanggil untuk mengembangkan wilayah desanya. "Insya Allah keindahan alam di desa kami bisa bersaing dengan objek wisata yang sudah terkenal lainnya", cetusnya

Dijelasnya, untuk Desa Langensari pihaknya akan mengusulkan sebuah pemandian air terjun, yang saat ini masih belum terjamah. Dan pihaknya meyakini potensi alam didesanya akan menjadi magnet menarik pengunjung datang ke lokasi wisata tersebut.

"Pemandian air terjun itu biasa dikenal oleh warga langen sari dengan sebutan, 'Cigorogol', yang memiliki ketinggian sekira 7 Meter. Wisata air terjun ini bisa jadi rekomendasi liburan keluarga yang murah dan terjangkau", tutur kepala desa termuda di Kecamatan Saketi ini, Selasa (30/10), seraya menambahkan, jarak tempuh ke lokasi wisata di Kecamatan Saketi dari pusat kota Kabupaten Pandeglang dapat ditempuh dengan waktu satu jam, dan itu akan disediakan pemandu travelingnya, sehingga wisatawan akan mampu mendatangi delapan tempat exsotis dan wisata religi sekaligus di satu wilayah. (dhank)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita