Mangkrak Sekian Tahun Masyarakat Minta UGD RSUD Lubuk Sikaping Dilanjutkan

PASAMAN --- Masyarakat Pasaman harapkan kepada pemerintah daerah kabupaten Pasaman untuk melanjutkan pembangunan gedung Unit Gawat Darurat (UGD) Lubuksukaping yang sudah lama terbengkalai. Pasalnya, masyarakat menilai bahwa UGD yang ada sekarang masih kurang memadai.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Tipikor Pasaman, Oyon Hendri menghimbau kepada pemerintah daerah melalui jajarannya agar benar memprioritaskan lanjutan pembangunan UGD yang sudah lama terbengkalai tersebut.

"UGD itu menyangkut kepentingan masyarakat banyak, maka sudah sewajarnya pembangunanya dilanjutkan kembali," katanya.

Kata Oyon, kita meminta kepada Pemda, Bappeda, anggota DPRD Pasaman dan instansi terkait lainnya agar betul-betul mengawal dan memprioritaskan lanjutan pembangunan UGD itu.

"Kan sayang, sudah sekian tahun bangunan itu terbengkalai sampai sekarang belum juga dilanjutkan pembangunannya. Apalagi UGD itu berdirinya persis disebelah kantor DPRD Pasaman, dan berhadapan pula dengan Kantor Bupati Pasaman," ucapnya.

Sementara itu, dr. Yong Marzuhaili selaku Direktur RSUD Lubuksikaping saat dikonfirmasi wartasumbar.com di ruang kerjanya, Selasa terkait bangunan UGD RSUD Lubuksikaping yang masih terbangkalai mengatakan bahwa, lanjutan untuk pembangunan UGD rumah sakit sudah diusulkan kembali untuk tahun 2018 mendatang.

"Kita sudah mengusulkan anggaran untuk lanjutan pembangunan gedung UGD itu karena, mengingat 2018 RSUD Lubuksikaping sudah terakreditasi. Sementara IGD yang sesuai standar pelayanan rumah sakit Tipe C ini belum ada di Lubuksikaping," katanya.

Yong menyebutkan, sejak tahun 2015 dan 2016 lalu, pihak rumah sakit sudah mengajukan anggaran untuk melanjutkan pembangunan gedung itu, tetapi hingga kini belum bisa terealisasi. "Dulu anggarannya sudah kita usulkan sekitar Rp.1,6 miliar, tapi kegiatannya tidak juga jalan," terangnya.

Dijelaskannya, usulan lanjutan pembangunan UGD rumah sakit untuk 2018 mendatang, mengenai pembahasan anggarannya juga sudah dilakukan di Kota Bukittinggi bersama Tim Banggar dan TAPD Pasaman. "Kita berharap, dari hasil pembahasan anggaran kemarin lanjutan pembangunan UGD rumah sakit ini dapat lolos, sehingga dananya dapat masuk pada anggaran 2018 mendatang," harapnya.

Kata Oyong lagi, Unit Gawat Darurat (UGD) adalah bagian terdepan dan sangat berperan di Rumah Sakit, baik buruknya pelayanan bagian ini akan memberi kesan secara menyeluruh terhadap pelayanan rumah sakit. Pelayanan gawat darurat mempunyai aspek khusus karena mempertaruhkan kelangsungan hidup seseorang. 

Untuk menuju pelayanan yang memuaskan dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, meliputi ruangan, alat kesehatan utama, alat diagnostik dan alat penunjang diagnostik serta alat kesehatan untuk suatu tindakan medik. Disamping itu juga tidak kalah pentingnya sumber daya manusia yang memenuhi syarat, baik kuantitas maupun kualitas. Petugas yang mempunyai pengetahuan yang tinggi, keterampilan yang andal dan tingkah laku yang baik.

"Unit Gawat Darurat berperan sebagai gerbang utama jalan masuknya penderita gawat darurat. Kemampuan suatu fasilitas kesehatan secara keseluruhan dalam hal kualitas dan kesiapan dalam perannya sebagai pusat rujukan penderita dari pra rumah tercermin dari kemampuan unit ini," ucapnya.

Kemudian, standarisasi Unit Gawat Darurat saat ini menjadi salah satu komponen penilaian penting dalam perijinan dan akreditasi suatu rumah sakit. "Penderita dari ruang UGD dapat dirujuk ke unit perawatan intensif, ruang bedah sentral, ataupun bangsal perawatan. Jika dibutuhkan, penderita dapat dirujuk ke rumah sakit lain," katanya.

Dengan adanya UGD yang baik, maka akan tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal pada pasien secara cepat dan tepat serta terpadu dalam penanganan tingkat kegawatdaruratan sehingga mampu mencegah resiko kecacatan dan kematian. (Anto)