Madrasah Fattah Hasyim Peringati Tahun Baru Islam dengan Khataman Al Qur'an dan Pengajian

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Madrasah Fattah Hasyim Bahrul Ulum Tambakberas Jombang memperingati tahun baru Islam 1440 hijriyah dengan khataman Al Qur’an dan pengajian umum, Selasa (11/9).

Kegiatan tersebut berpusat di Masjid Al Muhibbin baratnya madrasah. Acara khataman ini dihadiri oleh dewan guru dan seluruh siswa. Namun antara siswa dan siswi dipisah dalam memperingati hari besar Islam ini.

Penanggung jawab acara Fadlan Murtadlo menjelaskan kegiatan peringatan tahun baru Islam ini sengaja dibuat khataman Al Qur’an untuk berharap kebaikan atas peristiwa yang lalu dan akan datang. Al Qur’an selaian kitab suci juga memilik makna sakral yaitu pedoman hidup didunia.

“Ini cara berbeda untuk memperingati pergantian tahun yaitu dengan khataman Al Qur’an. Kita ingin mengajarkan pada para siswa untuk membiasakan sesuatu dengan Al Qur’an. Dengan Al Qur’an semua akan berkah,” jelasnya.

Sementara itu, dalam mauidloh hasanah Kiai Yusuf Hidayat Al Hafiz mengingatkan peserta didik untuk mensyukuri nikmat waktu dan kesehatan yang diberikan Allah SWT.

“Dengan demikian kira-kira apa yang harus kita ucapkan kepada Allah SWT?. Alhamdulillah mungkin hanya itulah kata yang pantas kita ucapkan kepada-Nya. Sebagai rasa terima kasih kita karena telah di beri nikmat kesehatan dan kesempatan oleh-Nya hingga tahun baru ini,” bebernya.

Alumni Pesantren Bahrul Ulum ini menambahkan manusia memang sering kali baru menyadari kehilangan sesuatu ketika barang tersebut sudah sirna atau tak kembali. Seperti tenaga yang mustahil akan kembali kencang ketika berumur 60 tahun keatas.

“Saya mau bertanya, kalau ada yang mau menjual kehidupan kalian, kira-kira kalian akan memberi harga berapa?, Rp. 1 juta? Rp. 1 miliyar? Rp. 1 triliyun?. Saya yakin dengan seisi duniapun kalian tidak akan memberikannya, karena untuk apa kekayaan jika kehidupan sudah tiada?. Jika kamu kehilangan apapun selama kamu tidak kehilangan kehidupanmu maka kamu adalah orang yang beruntung,” beber Kiai Yusuf.

Karena itu, Kiai Yusuf mengingatkan para siswa untuk bersyukur setiap hari atas segala kenikmatan yang telah Allah berikan. Terutama nikmat kesehatan dan kesempatan. Awal tahun baru hijriyah menjadi moment terbaik untuk mengevaluasi semua kesalahan tahun lalu dan menata niat baik.

Dan berterimakasihlah sebanyak-banyaknya kepada mereka yang telah memberikan waktu kepada orang tercintanya seperti orang tua dan guru. Karena mereka telah memberikan waktunya yang mana mereka juga tidak mengharapkan imbalan apapun.

“Waktu adalah kehidupan. Karena jika kalian hidup pasti kalian mempunyai waktu. Disekitar kita ada orang-orang yang setiap saat memberikan kehidupan kepada kalian, karena mereka telah bersedia memberikan waktu mereka kepada kalian semua, maka jika demikian kira-kira sikap apa yang patut kita berikan kepada mereka?. Hormati mereka, terus perbaiki diri dan muhasabah diawal tahun. Insya Allah semua penuh barakah,” tandas Kiai Yusuf. 

Reporter : fredi

Redakur : Syarif Abdurrahman

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita