LBH NU Jatim : Tidak Ada Toleransi Untuk Pelaku Perusakan Bendera NU Di Nganjuk

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur meminta Polisi Resort (Polres) Nganjuk segera menangkap pelaku perusakan atribut NU di Kecamatan Pace, Minggu (24/6/2018) sore.

Perwakilan LBH NU Jatim Ali Wasi’in mengatakan jika polisi harus segera menangkap pelaku dan mengusut kasus ini sampai tuntas. Karena perusakan atribut ormas sudah masuk pada tindakan kriminal.

“Bahwa kejadian ini tidak boleh ditolerir dan harus ditindak tegas pada pelaku yang diduga dilakukan salah satu perguruan pencak silat,” jelasnya, Senin (25/6)

Ali menegaskan, pihak berwajib juga harus memberikan sanksi administratif kepada para pelaku dan instansinya. Dan kalau bisa polisi segera menetapkan tersangka atas tindakan pengrusakan berdasarkan ketentuan KUHP pasal 107 ayat (1) jo. 406 ayat (1) jo. UU Ormas UU 17/2013 pasal 59 ayat (2) huruf.d. Disana tertulis larangan melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial.

“Pembakaran bendera NU, beberapa atribut NU tidak bisa ditoleransi lagi. Kita juga minta pemerintah meninjau ulang status hukum atas keberadaan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang telah banyak melakukan tindakan meresahkan warga dan menggangu ketertiban umum. Kalau tidak begitu petugas harus melakukan pengawasan khusus, peringatan keras, penghentian aktifitas sementara, mencabut status badan hukum dan atau pembubaran PSHT,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Nganjuk, Bisri Hisyam menghimbau kepada semua warga Nahdliyin di Kabupaten Nganjuk baik yang tergabung dalam lembaga atau banom untuk bersikap tenang. Dan pastinya tidak melakukan langkah-langkah yang membuat Nganjuk tidak kondusif dan tenang.

”Terkait peristiwa perobekan dan pembakaran bendera NU di Kecamatan Pace kemarin serahkan kepada kami yang di PCNU Nganjuk. Kita sekarang sedang kordinasi dengan pihak Polri terkait hal tersebut. Dan jangan sampai kita terpancing dan insyaalloh kita akan tetus mengawal kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah oknum pendekar PSHT membakar dan merobek bendera NU di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Minggu (24/6) sore. Kejadian tersebut diduga akibat dendam atau sentimen kepada Pencak Silat Pagar Nusa Pace.

“Iya kejadiannya tadi sore, sejumlah oknum PSHT membakar dan merobek bendera NU saat Pagar Nusa mengadakan istighosah di kecamatan Pace. Kasus ini diusut Polsek Pace,” jelas salah satu tokoh masyarak Nganjuk, Aji, Minggu (24/6).(TIM)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita