Lahan Eksekusi di Galesong Banyak Kekeliruan Dalam Penetapan Objek Lahan

INDONESIASATU.CO.ID:

TAKALAR-Lahan eksekusi yang beralamat Tala-tala, Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar,  oleh pihak pemohon eksekusi Hj.Sembong Binti Rapi dengan Termohon Eksekusi Pr.Pati Binti Yajji seperti yang diungkapkan pihak keluarganya kepada journalist pada kamis,(08/11/2018).Sesuai keputusan pengadilan Negeri Takalar No.35/Pdt.G/2010/PN.Tk.

Menurut pengurus LSM KIPFA RI, dalam lahan eksekusi tersebut terdapat banyak keganjalan dalam surat eksekusi tersebut, pasalnya dalam keputusan eksekusi terdapat 0.13 ha yang sesuai surat putusan, sedangkan dalam surat keterangan objek atau subjek pajak terdapat 0.17 ha, disini ada keganjalan sesuai persil No.194a DII pada catatan tahun 1941 sampai 1988", serta dalam surat ahli waris hanya ada dua yang disahkan pemerintah setempat, ditambah lagi dalam surat objek pajak atas nama Dg.Ngoyo dengan nomor 2852.C1",ujar pengurus LSM KIPFA RI.

Pihak keluarga Pr.Pati binti Yajji  juga menambahkan," bahwa adanya indikasi atau dugaan oknum yang mencoba untuk membantu melakukan mediasi secara sepihak yang sangat merugikan kami, dan terus mencoba untuk melakukan pengancaman eksekusi",ucapnya.

Ia juga menambahkan kami tidak takut dengan eksekusi yang jelas harus jelas serta dokumen pembuktian serta penguasaan lahan tidak beda dengan objek kami, karena objek kami seluas 0.17 ha, bukan 0.13 ha", jika ada kekeliruan dalam hal eksekusi maka kami juga akan lanjut secara hukum,ungkapnya.(Herman)

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita