Ketua FPI Jombang : HTI tidak Boleh Hidup di Indonesia

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Jombang Habib Muhammad Assegaf sepakat untuk menolak Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali legal di Indonesia setelah sebelumnya dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat pertemuan dan ngopi bersama Forkopimda serta ormas Islam di ruang Wirjono Prodjodikoro, Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Jawa Timur. 

Ikut hadir serta Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Ketua PN Hera Kartiningisih, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Salmanuddin Yazid dan Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhwanto.

"FPI sepakat HTI tidak boleh hidup di Indonesia karena sudah bertentangan dengan ideologi Pancasila," katanya, Ahad (28/10).

Habib Muhammad juga mengomentari kasus pembakaran bendera HTI di Garut. Ia berkayakinan saat itu Banser tak berniat melecehkan kalimat tauhid. Ia beralasan komitmen Banser sudah terbukti dalam menjaga dan memperjuangkan Islam di Indonesia.

"Kami mengharapkan aparat penegak hukum untuk bersikap secara profesional dan adil dalam menangani masalah ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang Zulfikar Damam mengingatkan seluruh kader pemuda Ansor maupun Banser untuk tidak terprovokasi insiden pembakaran bendera HTI di Garut dan demonstrasi bela tauhid beberapa ormas akhir-akhir ini.

"Sebagai sesama umat Islam kita harus tetap rukun dan menjalin ukhuwah, tidak boleh terpancing dengan berita-berita hoax," tandasnya.(Abdurrahman /kla) 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita