HMI Dalam Pusaran "Keberpihakan"

INDONESIASATU.CO.ID:

OPINI- Kalau ada yang menanyakan tentang dimanakah keberadaan (posisi) PB HMI saat ini? Bilang saja ia sedang sibuk buat klarifikasi sana sini, sementara kader-kader dibawahnya sudah tak lagi memperdulikan intruksinya, Tentang tanda alam, ibarat arus bawah yang deras jangan coba-coba dibendung, Nanti bisa saja menghanyutkan dan meluluhlantakan apa saja yang akan menghadang. Harusnya yang dilakukan adalah dengan menjembatani arus bawah yang deras tadi agar bisa dikanalisasi kedalam, Bukan sebaliknya, sehingga ia tak mampu lagi untuk dibendung. (Hanya Guyon) 


Dalam tulisan ini, penulis coba untuk memberikan semacam pandangan terhadap jalanya roda kepengurusan PB HMI dibawah kepemimpinan Ketua umum Kakanda Respiratori Saddam Aljihad dengan menitikberatkan kepada 4 hal (AD HMI Pasal 6,7,8,9).

Pertama, tentang tafsir independensi. Itu sudah menjadi keharusan bagi kader HMI bahwa dalam segala tindak tanduknya didalam kehidupan berbangsa dan bernegara haruslah berpijak berlandaskan pada kebenaran yang hakiki. Bukan lagi pada kebenaran menurut pribadi, Baca (AD HMI Pasal 6), tentang sifat organisasi yaitunya bersifat independen dalam hal ini (etis dan organisatoris). Bukan lagi menghamba pada elite dan kepentingan lain. Belakangan yang terlihat adalah PB HMI tidak melihatkan lagi posisi keberpihakanya, hal ini menyebabkan muncul berbagai tanggapan yang mana tujuan organisasi dibawah kepemimpinanya hari ini tak lagi memiliki arah dan tujuan sehingga itu menjadikanya bertentangan dengan independensi itu sendiri.

Posisi mahasiswa dalam hal ini dengan fungsi dan perananya sebagai agent of change, sosial control, iron stock, moral force and guardian of value, Karena mahasiswa merupakan kaum intelektual yang merdeka sehingga posisinya ada pada tataran midle class untuk terus mengawal setiap kebijakan yang diambil oleh elite class dalam hal ini pengambil kebijakan sebelum sampai pada struktur low class, yang dalam hal ini yakninya masyarakat. Tentang status organisasi, sebagai mahasiswa bisa dilihat dalam (AD HMI pasal 7). Dalam hal ini, patut untuk kita apresiasi bahwa dengan terpilihnya Ketum PB pasca kongres di Ambon berakhir beberapa waktu yang silam membawa angin segar untuk wajah baru organisasi HMI. Kenapa demikian, hal ini dikarenakan statusnya dengan sedang menempuh study pada program Doktor IPDN dan dari segi umurpun beliau masih tergolong kedalam kategori pemuda.

Kalau kata Tan Malaka, Idealisme adalah kemewahan terakhir yang di miliki oleh Pemuda. Idealita dan realita cendrung sekali dipertentangkan. Padahal jika dikaji secara utuh dan menyeluruh ia tak perlu untuk dipertentangkan, Hal ini coba dikaji lagi secara lebih mendalam. Realita acap kali mempengaruhi idealita. Begitupun sebaliknya, hanya mereka yang berlandaskan pada jejak ideologislah yang bisa menempatkan sesuatu itu pada tempatnya. Jika tidak, Ibarat besi berkarat, jika tidak segera untuk dibersihkan kemudian menggores ke bagian yang lain. Patalnya, ia bisa saja membuat lumpuh dan ber-efek pada keseluruhan bagian tubuh. Jangankan untuk berfikir, berjalanpun tak akan mampu karna ia telah terkontaminasi wabah.

Tentang fungsi sebagai organisasi kader. Tulang punggung dalam roda organisasi. (Baca AD HMI pasal 8) Bahwa Kaderisasi adalah harga mati dalam tubuh HMI. Proses yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, Ada yang menganalogikan, bahwa proses kaderisasi ditubuh HMI adalah jantungnya. Tanpa kaderisasi maka detak jantung tadi akan terhenti. Ini mengisyaratkan bahwa persoalan kaderisasi merupakan sesuatu yang tak lagi dapat ditawar apalagi hanya karena ada hal-hal yang sifatnya tak subtansi. Dilihat kebelakang, PB HMI hari ini fokus pada bagian fungsi. Hal ini dapat dilihat dengan terangkatkanya LK 1 dipelbagai negara yang sebelumnya ini belum pernah terangkatkan. Teragendakan bisa jadi, namun realisasinya terjadi dalam kepengurusan periode kali ini. Dengan adanya berbagai agenda lainya, seperti: ambulance, sekolah, HMI Digital dan lain-lain. Karena tahun politik, dapat dipahami PB HMI fokus pembenahanya diarea ini. Ini dapat dilihat, PB HMI tidak ingin terbawa arus politik. Lebih mengutamakanya pada bagian ini. Hadir dalam agenda-agenda semisal: pelantikan cabang-cabang, mengisi ditraining-training formal maupun non formal yang ada di HMI.

Namun demikian tentu tidak melupakan tentang arah perjuangan yang ada didalam tubuh HMI itu sendiri. Dalam (AD HMI pasal 9) tentang HMI sebagai organisasi perjuangan. Tidak ingin mengulas ini secara lebih mendalam, karena kita menyakini hal ini telah di pahami. Jika masih belum paham berarti ada sesuatu yang dilewatkan. Ada baiknya untuk dibaca dan dipahami kembali tentang bentuk perjuangan HMI yang menitikberatkan pada perjuangan terhadap kaum-kaum mustada'afin (tertindas) dan bukan pada kaum-kaum mustakbirin (penindas).

Disini harusnya PB HMI dapat memainkan peranya, meskipun di tahun politik, Sebenarnya perannya ada, itu terlihat dengan adanya tagline #2019HMIKawalDemokrasi, Karena walau bagaimanapun tidak berpihak pun PB HMI dengan sendirinya akan terbawa kedalam pusaran itu, melihat sepak terjang HMI sejak awal didirikanya sudah ikut berjuang untuk mempertahankan dan mempertinggi darajat rakyat Indonesia. Tinggal kemudian bagaimana untuk mengisi dan mengawal kemerdekan, Sampai dengan hari ini, hal itu terus saja di lakukan dengan sumbangsih ide-ide, gagasan dan pemikiran untuk proses kemajuan berbangsa dan bernegara. Itulah yang dilakukan oleh kader-kader dibawah saat ini. Melakukan pengawalan dan kritikan melalui sebuah gerakan yang mana itu telah melalui kajian-kajian bahwa ada hal yang memang tidak berjalan semestinya hari ini dan itu perlu dilihat dengan mata hati untuk kemudian diformulasi dengan aplikasi dalam bentuk somasi. Teramat disayangkan sekali ketika terjadi tindakan refresif oleh pihakk kepolisian terhadap kader-kader HMI, justeru dari KAHMI lah release itu berasal. Bukan dari PB HMI yang harusnya mengambil peran untuk itu.

Semoga pesan ini sampai kepada Ketua Umum PB HMI Kakanda Respiratori Saddam Aljihad yang terhormat, dengan (tanpa) mengurangi rasa hormat. Ini bukti bahwa masih banyak orang-orang yang peduli dengan organisasi HMI. Semoga saja yang menggaung-gaung kan independensi itu masih tetap merawatnya. Bukan malah sebaliknya, ia yang menggaungkan ia pula yang mengingkarinnya. Kemudian untuk peran diperjuangan layaknya arus deras ia hanya butuh untuk didengar dan disikapi dengan bijak. Seperti fasilitator, bukan ditanggapi dengan mengatakan gerekan ini dan gerakan itu ditunggangi sehingga riak-riak tadi menjadi tak terbendung lagi.

Bersyukur dan Ikhlas Yakin Usaha Sampai

Oleh: Rahmaddian (Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Padang)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita