Heri Budianto Seorang Supeltas(Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas),Maju Sebagai Caleg kota Malang Untuk Memperjuangkan Rakyat Kecil

INDONESIASATU.CO.ID:

Malang:Sebagian besar orang di negara kita mungkin mempunyai pandangan yang sama,kalau mau maju sebagai calon anggota legislatif harus bermodal dan punya dana yang besar.Karena dana menjadi utama apabila mau berkampanye.Suatu hal yang masuk akal,akan tetapi bukan berarti bermodal niat untuk ikut atau mempunyai kesempatan menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan negara hanya dimiliki oleh kaum bermodal.

Itulah impian seorang supeltas (sukarelawan  pengatur lalu lintas),atau masyarakat biasa menyebutnya pak ogah cepek.Orang tersebut adalah Heri Budianto (59),yang sehari-harinya biasa berdiri di simpang jalan Veteran kota Malang.Di jalan Veteran inilah sehari-harinya yang biasa dipanggil pak Heri ini ikut membantu mengatur kendaraan yang lewat agar tidak terjadi kemacetan yang bisa juga membahayakan pengguna jalan.
Pria lulusan STM Muhammadiyah Malang tahun 1979 ini tinggal di jalan pelabuhan tanjung priok 63544 Bakan krajan kota Malang.

Heri Budianto selain menjadi supeltas,juga membuka praktek pengobatan di rumahnya.Di sebuah gang sempit."Pengobatan yang saya lakukan tidak mematok bayaran mas,seikhlasnya saja.Karena menurut saya orang sakit itu harus ditolong semampu kita dan bukannya malah dijadikan komoditi bisnis,kasihan mas,"kata pak Heri kepada Indonesiasatu.co.id.

Karena jiwa sosialnya tersebut pak Heri mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan.Dan juga aktif di kegiatan lingkungan dan sosial lain seperti pernah menjadi anggota KAMRA,LINMAS,anggota Kamling udara Polres Malang kota dan menduduki jabatan sekretaris.Bahkan sekarang juga masih aktif menjadi korlap di UBKM(Unit Bantuan Komunikasi Mandala) dan di Metro voice Malang raya dengan jabatan sekretaris.

"Saya senang berorganisasi mas,walau penghasilan saya pas-pasan.Dan menghidupi 5 orang anak yang juga sekolah semua dengan penghasilan kotor sekitar 2,5juta per bulan dari hasil Supeltas dan pengobatan.Kadang malah dibawah itu karena untuk pengobatan saya tidak mematok harga,berapapun saya terima dengan ikhlas,"tuturnya.
Untuk membantu perekonomian keluarga sang isteri Mamik purwanti(38) ikut mencari nafkah dengan menjadi buruh pabrik.

Dengan berbekal pengalaman di organisasi sosial dan pernah juga menjadi anggota tim sukses di partai Golkar mulai 2001-2016 dan di partai Hanura 2017-2018,pak Heri memberanikan diri maju sebagai caleg 2019 dapil 4 Sukun nomer urut 7 dari partai Hanura.Heri Budianto mengusung jargon"Merakyat untuk rakyat".

"Banyak teman-teman saya di organisasi politik menertawakan saya,setelah saya ditanya punya modal dana berapa untuk menjadi caleg dan saya jawab nol rupiah,"ujarnya sambil tersenyum.

Tetapi walau diremehkan,Heri Budianto tidak bergeming.Karena menurutnya semua warga negara mempunyai hak yang sama untuk bisa menjadi wakil rakyat dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,apalagi masyarakat kelas bawah."Saya dari masyarakat pra sejahtera dan Insya Alloh apabila Yang Maha Kuasa mengijinkan saya menjadi caleg,saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat kelas bawah karena saya juga termasuk golongan mereka,"papar Heri Budianto.(Hendro B.L)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita