Hari Pers Nasional 2019, Presiden RI Batalkan Remisi Pembunuh Jurnalis

INDONESIASATU.CO.ID:

SURABAYA - Presiden Joko Widodo menyatakan telah menandatangani rancangan keputusan presiden (Kepres) pembatalan pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan Anak Agung Bagus Prabangsa, jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Group). Remisi terhadap Susrama sempat menjadi sorotan.

Kepastian pembatalan disampaikan secara langsung oleh Jokowi kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Abdul Rokhim saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Rokhim sempat merekam pernyataan Jokowi melalui video di telepon selulernya, yang kemudian disebar di grup WhatsApp Jurnalis Surabaya.

komitmen Presiden Jokowi yang sebelumnya menjanjikan akan mengkaji pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama,” kata Rokhim saat dikonfirmasi terkait video pernyataan Jokowi tersebut, Sabtu (9/2/2019)

Dia menjelaskan, sepekan yang lalu, di sela kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Jokowi menyempatkan berkunjung ke Kantor Redaksi Jawa Pos di Surabaya. Saat itu, Jokowi menyatakan akan mengkaji remisi terhadap Susrama.

“Kami tunggu sampai empat hari lebih tidak ada kabar. Makanya dalam kesempatan bertemu tadi langsung saya tanyakan,” ungkap dia.

Jawaban Jokowi, lanjut dia, cukup menggembirakan tak hanya bagi keluarga besar Jawa Pos. Keputusan ini juga berarti besar bagi seluruh insan pers serta masyarakat luas yang menagih agar penguasa menjamin kebebasan pers.

“Maka pembatalan remisi yang dikatakan telah ditandatanganinya merupakan hadiah dari Presiden Jokowi terhadap masyarakat Indonesia di Hari Pers Nasional 2019,” ucap dia.(hy)

  • Whatsapp

Index Berita