Di Nganjuk 160 Peserta Pesantren Kilat Jalani Seleksi Tes Tulis

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2019 Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengelar seleksi  tes tulis masuk kegiatan pesantren kilat bagi pelajar kelas XII pendidikan tingkat SMA/SMK/MA yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi di Kantor Pengurus Cabang Nahdhotul Ulama (PC NU) Jl Raya Nganjuk-Madiun, Sukomoro, Nganjuk Minggu (17/3).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh Pimpinan Cabang Nahdhotul Ulama (PC NU) antara lain KH Ali Mustofa selaku Suriyah, Adi Marsono Selaku Ketua PC. Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Muhammad Rifai M.Pd.I selaku Sekretaris GP. Ansor, dan Salik Ma'wal SE selaku wakil Bendahara GP. Ansor. 

Mas'ud MF, M.Pd, selaku manager Sanlat BPUN Nganjuk mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan mulai Minggu (17/3) dan diikuti 160 peserta yang berada dari wilayah Nganjuk,Jombang, Kediri dan sekitarnya.

Dikatakan, Mas'ud akan diambil 50 terbaik untuk mengikuti pesantren kilat bimbingan belajar masuk penguruan tinggi negeri. Dari peserta yang lulus seleksi Sanlat akan menjalani masa pemondokan selama kurang lebih satu bulan dan menerima pembekalan, baik materi akademik maupun non-akademik. 

Peserta Sanlat juga akan digembleng dengan materi tentang NU dan Ahlussunnah wal Jamaah. Sedangkan, pembekalan akademik diorientasikan pada materi untuk menyongsong pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. "Salah satu targetnya, para santri Sanlat bisa lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri,"katanya.

Pemondokan Pesantren Kilat akan dilaksanakan di PP. Al-Musthofa Tegalarum, Pelem, Kertosono, Kabuapten Nganjuk. Semua santri sanlat juga akan di Gembleng, berharap nanti akan  bisa membantu para santri untuk menjadi tenaga profesional yang memiliki ikatan dengan Nahdlatul Ulama. "Ini untuk memenuhi kebutuhan kader NU yang profesional dari berbagai disiplin ilmu," ujar Mas'ud. 

Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2019 merupakan program yang diselengarakan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yayasan Mata Air, Pimpinan Cabang Fatayat NU, Muslimat NU, dan Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Kabupaten Nganjuk.

Sementara Adi Marsono mengatakan tujuan sanlat adalah untuk menjembatani generasi agar mendapatkan pendidikan atau kuliah yg berkualitas untuk masa depan Agar para peserta bersungguh-sungguh mengikuti arahan dari tim sanlat dan pembimbing selama mondok di sanlat.

Santri akan didampingi dalam sanlat, Sampek tes di kampus yang berkualitas akan terus dikawal Sampek lulus. "Harapannya setelah lulus nanti, para alumni sanlat tidak lupa akan NU, dan mengabdi di NU, dan Sanlat ini sudah ada sejak tahun 2012 dengan ratusan alumni dari berbagai PTN di indonesia," tandas. (sakera/kla) 

  • Whatsapp

Index Berita