Buang Anak Dibawah Umur, Pasangan Ini Berurusan Dengan Polisi

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG – Kesulitan ekonomi menjadikan pasangan muda mudi asal Jombang gelap mata. Anak semata wayang dari hubungan diluar nikah menjadi korbannya. Iya, pemuda itu dipanggil Dandik usia 20 Tahun, laki-laki berperawakan kurus asal Dusun Grenggeng, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang dan pasangan perempuannya biasa dipanggil Rika usia 19 tahun asal Dusun Karangan Kulon, Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang harus berurusan dengan polisi. 
Kejadian persisnya seperti ini. 

Tersangka pacaran sudah 4 (empat) tahun sejak duduk di bangku SMK di Kecamatan Ngoro dan sering melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah tersangka perempuan. Hasil pelampiasan nafsu birahi keduanya berbuah kehamilan. Tak ayal keduanya khawatir dengan hasil pelampiasan otak mesum itu. Usia kandungan Rika yang sudah mulai membesar membuat pasangan bau kencur itu memutuskan untuk tinggal serumah dan jauh dari kota santri. Daerah Kecamatan Kesambon, Kabupaten Malang jadi pilihan kedua pasangan bukan suami-istri ini menghabiskan waktu sembari berusaha mencari ekonomi dengan membuka kedai kopi kecil-kecilan. 

Hari demi hari dilalui Rika dan Dandik. Usia kandungan Rika sudah memasuki usia 9 bulan. Hal itu pertanda jabang bayi dalam kandungan akan segera menyapa dunia. Benar, tepat pada hari Selasa, tanggal 6 November 2018 sekitar pukul  07.45, Rika melahirkan seorang bayi perempuan mungil melalui persalinan di rumah seorang bidan di daerah sekitar kontrakan keduanya. Keheranan muncul, bukannya malah bersyukur memiliki momongan, pasangan bau kencur dengan segala perbuatannya malah memiliki pikiran sesat setelah diperbolehkan membawa bayi pulang ke kontrakan pada sore harinya. 

Benar, pada hari rabu keesokan harinya Rika dan Dandik dibuat kuwalahan oleh tingkah bayi baru lahir itu. Keduanya bingung, baru pertama punya anak, pikiran tidak bisa merawat bayi, pengalaman berumah tangga minim, membuat keduanya memiliki kesimpulan salah dimata hukum. 
Pak Said mantan guru sekolah saat dibangku SMK jadi sasaran kedua pasangan hendak menyerahkan bayinya. Caranya salah, pada hari kamis sekitar pukul 01.30 kedua pasangan membawa bayi ke kediaman pak Said di daerah Gajah, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Bayi beserta ibunya naik di mobil charteran, sementara Dandik mengendarai sepeda motor. Sesampai di kediaman bapak guru, Dandik segera menghampiri ibu dan bayinya, seketika itu dikeheningan malam Dandik membopong bayi diletakkan di teras depan rumah Pak Said. Tas Warna biru berisi perlengkapan bayi dan sepucuk surat menemani bayi di teras rumah pak Said. Lantas kedua pasangan yang beralasan tidak bisa merawat bayi karena masalah kesulitan finansial meninggalkan bayinya begitu saja dan pergi kembali ke kontrakan mereka.

Untung, tangisan bayi seakan menyadarkan pak Said, ketika pintu rumah dibuka betapa kagetnya ada sesosok bayi perempuan mungil menggigil di teras depan rumah. Seketika itu karena tak tahu pasti anak siapa, pak Said lantas melaporkan kejadian kepada RT setempat dan segera menghubungi pihak kepolisian. 

Selang dua hari dari prosesi penelantaran, pihak kepolisian Polres Jombang berhasil menangkap kedua tersangka. Melalui Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Pujo Nugroho menyatakan kedua tersangka dijerat dengan pasal Pasal 307 KUHP sub pasal 305 KUHP ancaman hukuman 5 tahun. “Kedua tersangka belum siap merawat anak karena ekonominya belum mapan dan meletakkan bayinya di depan rumah Pak SAID dengan tujuan agar di rawat oleh Pak SAID yang sampai saat ini belum mempunyai anak,” pungkas AKP Gatot dalam jumpa pers, (10/11/2018) siang.(die/kla) 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita