Badan Narkotika Nasional: Butuh Sinergi Pemerintah dan Non Pemerintah Untuk Perangi Narkoba Dengan Konsisten

INDONESIASATU.CO.ID: JAKARTA - Narkoba sudah menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari anak kecil, pekerja, penegak hukum tersandung kasus narkoba. Padahal, mereka adalah generasi muda penerus bangsa. Kalau terus terjadi demikian, tidak dipungkiri kehilangan generasi muda akan terjadi di Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo sangat geram dengan kondisi Indonesia darurat narkoba.

Presiden Jokowi pun meminta aparat agar tidak ragu menindak tegas pengedar narkoba walaupun harus dijatuhi hukuman mati. Hal itu, dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulistiandriatmoko. Ia mengatakan hukuman tegas para aparat harus tegas dan konsisten. Kendati demikian, hukuman itu belum memberikan efek jera terhadap para pelaku atau penyelundup narkoba.

Masih ada beberapa orang yang masih nekat selundupkan barang haram tersebut. “Ancaman vonis mati yang ada dalam undang-undang di Indonesia dianggap belum cukup membuat para mafia narkoba takut,” kata Sulistiandriatmoko saat ditemui Wartawan Rabu (14/11/2017).

Salah satu faktor mereka (mafia narkoba) tidak takut karena memiliki kekuatan financial yang besar. Para pelaku atau mafia itu menggunakan kekuatan financial agar leluasa menggerakan jaringan narkoba bahkan di dalam lapas sekalipun. Untuk itu, Sulistiandriatmoko menghimbau agar para generasi muda agar menjauhi narkoba, apapun alasannya. Selain itu, butuh sinergi antar lembaga pemerintah dan non pemerintah agar memerangi narkoba dengan konsisten.

“Perangi narkoba bukan hanya tugas BNN semata, namun ini pekerjaan rumah (PR) bagi semua lapisan, mulai dari keluarga sampai lingkungan, harus tegas perangi narkoba,” kata Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulistiandriatmoko.