Atmo Tan Sidik, Melawan Narkoba Dengan Karya Sastra

INDONESIASATU.CO.ID:

Brebes. Tertangkapnya seorang pejabat Aparat Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintahan kabupaten Brebes cukup mengejutkan banyak pihak. Seperti diketahui sebelumnya seorang berinisial EH diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal di kawasan Jalan Jendral Sudirman kota Tegal, Senin malam (27/8)

Penangkapan tersebut menjadi buah bibir ditengah masyarakat Tegal dan sekitarnya karena menyangkut keterlibatan seorang Pejabat aparatur sipil negara yang menurut beberapa tokoh seharusnya menjadi panutan masyarakat. Keterkejutan itu tak hanya merangsek dikalangan masyarakat umum. Persoalan penangkapan kasus Narkoba yang melibatkan oknum ASN dilingkungan Pemkab Brebes dianggap sebagian tokoh sangat sensitif sehingga banyak narasumber yang enggan memberikan pandangannya

Namun demikian, Kepala BNK Kabupaten Brebes Drs. Atmo Tan Sidik selain merespond dengan langkah inspeksi mendadak terhadap jajarannya dengan tes urine, dirinya menyikapi persoalan tersebut lebih spesifik dalam penanganan Narkoba.

Menurutnya, penanganan persoalan Narkoba perlu sentuhan kebudayaan dan juga pendekatan kesenian. Bahwa melawan Narkoba itu dengan sastra dan juga dengan estetika. Itu yang dilakukan Atmo Tan Sidik selaku Kepala BNK Brebes. Ucapannya bukan isapan jempol belaka. Berbagai karya sastra diterbitkan sebagai simbol perlawanan terhadap penyalah-gunaan Narkoba.

“ Tidak harus dengan kekerasan tapi dengan kesenian,” Ujar Atmo yang dalam buku Antologi Puisi (Kumpulan Puisi Anti Narkoba) menyuguhkan sebuah pesan moral dalam judul puisi Gagap Memeluk Samara, sebuah antologi puisi perlawanan terhadap penyalah-gunaan Narkoba dengan tajuk KLAPA IJO itu penuh muatan pesan moral, etika dan estetika.

Tak urung orang nomer satu dijajaran Institusi Anti Narkoba seperti Kepala BNN Komjen Pol. Drs Budi Waseso pun turut menyampaikan harapannya dalam kata pengantar buku tersebut. Buas julukan Budi Waseso sepakat salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkotoka dapat dilakukan melalui kesenian. Bahkan dalam pengantar yang diberi judul Sastra Untuk Meretas Godaan Narkoba menggarisi filusufi “Klapa Ijo” sebagai antitoksin dan terapi ditengah bangsa yang gundah.

Pastinya ditengah bingkai potret negeri gaduh ini, Atmo Tan Sidik tak henti melakukan aksi sosialisasi penyadaran masyarakat tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba. Hal itu sesuai dengan fungsi lembaga dibawah naungannya yang hanya cukup berperan dalam penyadaran hukum, terapi dan rehabilitasi serta pencegahan atau sosialisasi.

Langkah sosialisasi yang dilakukan diantaranya mengundang tokoh-tokoh masyarakat atau pemuka agama melakukan kunjungan ke tempat-tempat rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika seperti Suryalaya di Tasikmalaya. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan menyelenggarakan acara “Duta Anti Narkoba yang diambil dari tiap kecamatan Se-Kabupaten Brebes.

“ Insya Allah awal tahun 2019 nanti saat ulang tahun Kabupaten Brebes, kami akan adakan Duta Anti Narkoba yang akan kami ambil perwakilannya dari setiap kecamatan yang ada, “ Ujar Atmo Tan Sidik yang ditemui Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu www.indonesiasatu.co.id dirumahnya kawasan Marpangat Tegal Timur, Kota Tegal, (Selasa, 4/9).

Menurutnya, ada 3 daerah terawan di Kabupaten Brebes seperti Kecamatan Brebes, Bumiayu dan kecamatan Banjarharjo yang menjadi perhatian khusus. Terdapat beberapa lokasi titik temu kerawanan transaksional barang haram di wilayah kabupaten Brebes seperti contoh kasus tahun 2015 dengan ditembak matinya seorang pengedar narkoba yang membawa sabu seberat 20 gram setara dengan 3 milyar dekat pintu tol tepatnya depan Alfamart Brebes.

Kini muncul PR baru bagi BNK Brebes dengan mencuatnya kasus penangkapan pejabat ASN dilingkungan Sekretariat daerah Kabupaten Brebes yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Sebuah shock therapy dijajarannya yang menampilkan paradoks situasi justru terjadi pada oknum ASN yang seharusnya menjadi pelopor gerakan anti penyalahgunaan narkoba.

Seperti dikabarkan sebelumnya, EH yang kini meringkuk ditahanan BNN Kota Tegal, dicokok aparat BNN Kota Tegal ketika kedapatan membawa sabu seberat 0,8 gram. EH pejabat dengan jabatan selaku Kasubag Advokasi Unit Layanan dan Pengadaan (ULP) Setda Kabupaten Brebes ditangkap dibilangan jalan Jenderal Sudirman, Kota Tegal. Ditangkapnya EH yang sekarang berstatus Tersangka, sekaligus ditangkap pula penjual atas nama DDS. Dari tangan mereka berdua menurut pihak BNN Kota Tegal telah mengamankan barang bukti sabu seberat 2,13 gram dan beberapa barang bukti lainnya. Sehingga keduanya bakal disangkakan UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Atmo Tan Sidik sendiri merupakan sosok Budayawan yang terpilih diantara tokoh-tokoh nasional untuk memberikan kata pengantar dalam sebuah buku “ Jadul Kinanti Jokowi Dulu, Kini dan nanti. Sebuah kata pengantar yang diberi judul Kidung Urat Tapak Jalak lepas rajut politis tapi murni makna-makna seni dan budaya seperti halnya karya puisi dalam Antologi Puisi (Kumpulan Puisi Anti Narkoba) “Klapa Ijo” yang akan menempatkan permasalahan pada porsinya sesuai fungsi kelembagaan dibawah naungannya. (Anis Yahya)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita